Saya fowardkan, salah satu mail keprihatinan dari para penggiat Mountaineering, mengenai kerusakan di Cartenz.
Saya posting disini karenan ada statement menarik, yang berhubungan dg geologi, yaitu "Freeport McMoran inc sudah sejak lebih 5 tahun lalu menimbun dengan tailing (ampas sisa biji timah) bagian barat Carstensz Range, dari batas konsesi lama (+/-3.500 mdpl/Mile 99) merambah ke bagian utara yaitu sisi barat Carstensz Pyramid. FMI sudah mengamati bahwa; Perusakan dan penimbunan itu sengaja dilakukan agar tercipta akses menuju bagian utara, ke arah ketinggian 4.000 mdpl. Analisa kami; Maksud dibalik penimbunan itu adalah agar tercipta semacam jalan penghubung dari batas konsesi lama ke arah utara untuk mempermudah loading and dropping dalam rangka *menggarap gunung batu Edenburg *(4.200 mdpl) di bagian utara itu." Benarkah ada prospek di sana? Apakah Cartenz benar terancam punah? Salam, ------------- Re: Balasan: Re: [Federasi-Mountaineering-Indonesia] Urgent...!!!! Carstensz diambang kehancuran, apa tindakan kita.. Kawasan Carstensz Range memang sedang menuju kearah kepunahan, karena Freeport McMoran inc sudah sejak lebih 5 tahun lalu menimbun dengan tailing (ampas sisa biji timah) bagian barat Carstensz Range, dari batas konsesi lama (+/-3.500 mdpl/Mile 99) merambah ke bagian utara yaitu sisi barat Carstensz Pyramid. FMI sudah mengamati bahwa; Perusakan dan penimbunan itu sengaja dilakukan agar tercipta akses menuju bagian utara, ke arah ketinggian 4.000 mdpl. Analisa kami; Maksud dibalik penimbunan itu adalah agar tercipta semacam jalan penghubung dari batas konsesi lama ke arah utara untuk mempermudah loading and dropping dalam rangka menggarap gunung batu Edenburg (4.200 mdpl) di bagian utara itu. Dalam dokumen dari laporan ekspedisi J.J Dozy, 1928(?) tentang kawasan Carstensz, dilaporkan bahwa gunung-gunung batu bagian barat Carstensz Range diketinggian sekitar 4.000 mdpl - 4200 mdpl, mengandung biji emas. Kami kira inilah tujuan utama Freport, Gunung Emas! Dari batas utara konsesi lama di mile 99 ke kawasan gunung emas dan utara Carstensz kurang lebih berjarak 20 kilometer. Saat ini timbunan tailing sudah sejauh +/-10 kilometer menimbun ceruk sisi barat itu dimana dibagian ini terdapat diding batu memanjang berbentuk garis vertikal hitam-putih, terkenal disebut Zebra Wall. Para pendaki yang akan ke Carstensz melalui Freeport pasti akan melewati sisi ini. Penimbunan terus berlangsung dari hari ke hari, crashprograme istilahnya, karena kontrak Freeport "sisa" 20 tahun. Sejauh ini kita sering mendengar berita tentang laporan analisa dampak lingkungan terhadap pertambangan lama (timah) PT Freeport. Tapi apakah amdal juga dilakukan di Carstensz Barat yang adalah kawasan konsesi baru? Kalau juga ada laporan "positif" tentang penimbunan di utara itu, lalu siapa yang mau mengecek kebenarannya? Karena untuk mengontrol diatas 3.500-4.000 mdp[ (letak kawasan yang ditimbun) membutuhkan perlengkapan khusus dan aklimatisasi (penyesuaian tubuh terhadap ketinggian) dan perjalanan yang berbelit dan alasan-alasan yang menakutkan. Para pengontrol akan berpikir dua kali; Wah, kalau begicu cepek deh. Repot. Toh nggak kelihatan ini, pikir mereka. Maka, demikianlah itu yang terjadi, laporan ABS! Banyak kepentingan bermain dengan pertambangan ini; politic, money, and power. Bahkan para pendaki yang melalui kawasan dan melihat penimbunan itu hanya bisa diam karena takut akses ke Carstensz melalui Freeport ditutup. Bagi "pendaki target", melalui pertambangan Freeport (3.500 mdpl) adalah jalur singkat dan cepat menuju Lembah Danau-Danau (4.100 mdpl, sebagai base camp sebelum ke kaki Carstensz), karena cuma butuh waktu, sekarang dengan melalui timbunan tailing dan diangkut dengan bus, sekarang tinggal jalan 6 jam saja, dibandingkan melalui desa Ilaga yang membutuhkan jalan 6 hari. Padahal dari Ilaga itulah jalur klasik yang "seutuhnya" untuk mendaki Carstensz Pyramid dan puncak-puncak salju disekitarnya. Lalu sekarang kita mau apa??? Mungkin kini saatnya kita mulai peduli sebelum Carstensz tinggal kenangan. FMI secara organisasi mengamati persoalan ini baru sejak enam bulan lalu. Kami dulu sempat berdebat bahwa apakah tidak ada yang peduli tentang penimbunan itu. Program FMI sedang bergerak kearah sana. Yang jelas komitmen FMI adalah akan memperjuangkan pelestarian kawasan Carstensz Range. Mari kita mulai!!! salam Jody/FMI ---------------
Mau urung rembug, saat ini dimilis mana aja ngomong soal lingkungan dan kerusakannya dan bla.bla..bla. . Dibenak saya muncul satu kata "so apa yang harus dilakukan?" apa cuma hanya sebatas topik biar milis anget? dan atau hanya sekedar teman pengatar minum kopi..??? kalo iya wah… 50+50=..ceeppekkkkk k dehhhhhh.... Kemaren seorang teman baru balik dari Carstensz, dan dia bercerita gimana hancurnya lembah Zebra wall, sayang pas saya minta fotonya dia ngga mau ngasih karena ngga enak sama Freeport, hubungan mereka dah mesra dengan Freeport, mereka ngga mau merusaknya. (ok bagi saya itu ngga masalah) yang mau saya ulas di postingan ini adalah, keadaan terkini dari Carstensz, kata teman saya ini sekarang truk tambang sudah bisa sampe ke dekat camp zebra wall dan kemaren mereka dianter sama truk Freeport hingga ke Zebra wall dan menurut dia lagi sebuah danau di dekat Zebra wall sudah tetimbun batu-batu buangan pertambangan Freeport, dan ada sebuah danau lagi yang sudah dibolongin agar airnya kering dan tentunya akan ditimbun lagi dengan batu-batu buangan pertambangan. Miris memang mendengarnya, kita semua tahu dulu di lembah Zebra Wall itu ada daerah rawa rawa yang dikenal dengan sebutan Carstensz Swamp dan rawa ini juga sudah tertutup habis oleh timbunan batuan buangan pertambangan. Freeport bukannya tidak tahu kalau merusak lingkungan, mereka tau kok, ini terbukti dengan ketatnya ijin melewati Freeport jika mendaki carstensz dan juga kalaupun dapat ijin akan sangat diawasi dan tidak boleh mengambil dokumentasi apapun hingga sampai di daerah basecamp, bahkan ada kelompok PA Dari Unila Lampung yang baru-baru ini kesana dan lewat Freeport, mereka mendapat pengawasan yang super ekstra dan tidak boleh memotret apapun baru setelah sampai basecamp mereka boleh memakai cameranya. Jelas sekali terlihat dengan sikap seperti itu agaknya Freeport cemas kalau sampai perusakan lingkungan yang mereka lakukan akan diketahui publik. Lalu bagaimana? Jika ini dibiarkan terus pasti tidak lama lagi kita akan kehilangan gunung yang kita banggakan itu, pasti tidak lama lagi pegungan itu akan rusak parah. Keindahan lembah-danau- danau yang banyak danau itu akan hilang. Susah membuktikan kalau penghancuran lingkungan pengunungan Jayawijaya ini begitu parah tampa ditunjang bukti-bukti yang kongkrit seperti foto-foto. Freeport tidak akan dengan begitu mudahnya mengijinkan kita mengambil foto-foto kerusakan alam tersebut, semua yang bermain di Carstensz tahu persis hal ini tapi mereka seperti tutup mulut karena bisa-bisa akses mereka kesana di banned oleh pihak Freeport.
-- *********************************** Amir Al Amin Operation/ Wellsite Geologist (62)811592902 amir13120[at]yahoo.com amir.al.amin[at]gmail.com ************************************

