sangat menarik kalau di "capture" dari googleEarth image keadaan disana 
sekarang, dan di capture dalam kurun beberapa lama berkali-kali untuk sebagai 
rekord keadaan alam disana.

bisa share coordinate nya?

fbs

----- Original Message ----
From: Amir Al Amin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 13, 2007 5:43:11 PM
Subject: [iagi-net-l] Fw : Urgent...!!!! Carstensz diambang kehancuran, apa 
tindakan kita..

Saya fowardkan, salah satu mail keprihatinan dari para penggiat Mountaineering,

mengenai kerusakan di Cartenz.

 

Saya posting disini karenan ada statement menarik, yang berhubungan dg geologi, 
yaitu 

 

"Freeport McMoran inc sudah sejak
lebih 5 tahun lalu menimbun dengan tailing (ampas sisa
biji timah) bagian barat Carstensz Range, dari batas
konsesi lama (+/-3.500 mdpl/Mile 99) merambah ke
bagian utara yaitu sisi barat Carstensz Pyramid.

FMI sudah mengamati bahwa; Perusakan dan penimbunan
itu sengaja dilakukan agar tercipta akses menuju
bagian utara, ke arah ketinggian 4.000 mdpl. Analisa
kami; Maksud dibalik penimbunan itu adalah agar

tercipta semacam jalan penghubung dari batas konsesi
lama ke arah utara untuk mempermudah loading and
dropping dalam rangka menggarap gunung batu Edenburg
(4.200 mdpl) di bagian utara itu."


 

Benarkah ada prospek di sana? Apakah Cartenz benar terancam punah?

 

Salam,
 

 

-------------
 

Re: Balasan: Re: [Federasi-Mountaineering-Indonesia] Urgent...!!!! Carstensz 
diambang kehancuran, apa tindakan kita.. 


Kawasan Carstensz Range memang sedang menuju kearah
kepunahan, karena Freeport McMoran inc sudah sejak
lebih 5 tahun lalu menimbun dengan tailing (ampas sisa
biji timah) bagian barat Carstensz Range, dari batas

konsesi lama (+/-3.500 mdpl/Mile 99) merambah ke
bagian utara yaitu sisi barat Carstensz Pyramid.
FMI sudah mengamati bahwa; Perusakan dan penimbunan
itu sengaja dilakukan agar tercipta akses menuju

bagian utara, ke arah ketinggian 4.000 mdpl. Analisa
kami; Maksud dibalik penimbunan itu adalah agar
tercipta semacam jalan penghubung dari batas konsesi
lama ke arah utara untuk mempermudah loading and
dropping dalam rangka menggarap gunung batu Edenburg

(4.200 mdpl) di bagian utara itu.
Dalam dokumen dari laporan ekspedisi J.J Dozy, 1928(?)
tentang kawasan Carstensz, dilaporkan bahwa
gunung-gunung batu bagian barat Carstensz Range
diketinggian sekitar 
4.000 mdpl - 4200 mdpl,
mengandung biji emas. Kami kira inilah tujuan utama
Freport, Gunung Emas!

Dari batas utara konsesi lama di mile 99 ke kawasan
gunung emas dan utara Carstensz kurang lebih berjarak

20 kilometer. Saat ini timbunan tailing sudah sejauh
+/-10 kilometer menimbun ceruk sisi barat itu dimana
dibagian ini terdapat diding batu memanjang berbentuk
garis vertikal hitam-putih, terkenal disebut Zebra

Wall. Para pendaki yang akan ke Carstensz melalui
Freeport pasti akan melewati sisi ini.
Penimbunan terus berlangsung dari hari ke hari,
crashprograme istilahnya, karena kontrak Freeport
"sisa" 20 tahun.


Sejauh ini kita sering mendengar berita tentang
laporan analisa dampak lingkungan terhadap
pertambangan lama (timah) PT Freeport. Tapi apakah
amdal juga dilakukan di Carstensz Barat yang adalah
kawasan konsesi baru? Kalau juga ada laporan "positif"

tentang penimbunan di utara itu, lalu siapa yang mau
mengecek kebenarannya? Karena untuk mengontrol diatas
3.500-4.000 mdp[ (letak kawasan yang ditimbun)
membutuhkan perlengkapan khusus dan aklimatisasi
(penyesuaian tubuh terhadap ketinggian) dan perjalanan

yang berbelit dan alasan-alasan yang menakutkan. Para
pengontrol akan berpikir dua kali; Wah, kalau begicu
cepek deh. Repot. Toh nggak kelihatan ini, pikir
mereka. Maka, demikianlah itu yang terjadi, laporan

ABS!

Banyak kepentingan bermain dengan pertambangan ini;
politic, money, and power. Bahkan para pendaki yang
melalui kawasan dan melihat penimbunan itu hanya bisa
diam karena takut akses ke Carstensz melalui Freeport

ditutup. Bagi "pendaki target", melalui pertambangan
Freeport (3.500 mdpl) adalah jalur singkat dan cepat
menuju Lembah Danau-Danau (4.100 mdpl, sebagai base
camp sebelum ke kaki Carstensz), karena cuma butuh

waktu, sekarang dengan melalui timbunan tailing dan
diangkut dengan bus, sekarang tinggal jalan 6 jam
saja, dibandingkan melalui desa Ilaga yang membutuhkan
jalan 6 hari. Padahal dari Ilaga itulah jalur klasik

yang "seutuhnya" untuk mendaki Carstensz Pyramid dan
puncak-puncak salju disekitarnya.

Lalu sekarang kita mau apa??? Mungkin kini saatnya
kita mulai peduli sebelum Carstensz tinggal kenangan.

FMI secara organisasi mengamati persoalan ini baru
sejak enam bulan lalu. Kami dulu sempat berdebat bahwa
apakah tidak ada yang peduli tentang penimbunan itu.
Program FMI sedang bergerak kearah sana. Yang jelas

komitmen FMI adalah akan memperjuangkan pelestarian
kawasan Carstensz Range. Mari kita mulai!!!

salam
Jody/FMI
 

---------------

> Mau urung rembug, saat ini dimilis mana aja
> ngomong soal lingkungan
> dan kerusakannya dan bla.bla..bla. . Dibenak saya
> muncul satu kata "so
> apa yang harus dilakukan?" apa cuma hanya sebatas

> topik biar milis
> anget? dan atau hanya sekedar teman pengatar minum
> kopi..??? kalo iya
> wah… 50+50=..ceeppekkkkk k dehhhhhh....
>
> Kemaren seorang teman baru balik dari Carstensz, dan

> dia bercerita
> gimana hancurnya lembah Zebra wall, sayang pas saya
> minta fotonya dia
> ngga mau ngasih karena ngga enak sama Freeport,
> hubungan mereka dah
> mesra dengan Freeport, mereka ngga mau merusaknya.

> (ok bagi saya itu
> ngga masalah) yang mau saya ulas di postingan ini
> adalah, keadaan
> terkini dari Carstensz, kata teman saya ini sekarang
> truk tambang
> sudah bisa sampe ke dekat camp zebra wall dan

> kemaren mereka dianter
> sama truk Freeport hingga ke Zebra wall
> dan menurut dia lagi sebuah
> danau di dekat Zebra wall sudah tetimbun batu-batu
> buangan
> pertambangan Freeport, dan ada sebuah danau lagi

> yang sudah
> dibolongin agar airnya kering dan tentunya akan
> ditimbun lagi dengan
> batu-batu buangan pertambangan. Miris memang
> mendengarnya, kita semua
> tahu dulu di lembah Zebra Wall itu ada daerah rawa

> rawa yang dikenal
> dengan sebutan Carstensz Swamp dan rawa ini juga
> sudah tertutup habis
> oleh timbunan batuan buangan pertambangan.
>
> Freeport bukannya tidak tahu kalau merusak

> lingkungan, mereka tau
> kok, ini terbukti dengan ketatnya ijin melewati
> Freeport jika mendaki
> carstensz dan juga kalaupun dapat ijin akan sangat
> diawasi dan tidak
> boleh mengambil dokumentasi apapun hingga sampai di

> daerah basecamp,
> bahkan ada kelompok PA Dari Unila Lampung yang
> baru-baru ini kesana
> dan lewat Freeport, mereka mendapat pengawasan yang
> super ekstra dan
> tidak boleh memotret apapun baru setelah sampai

> basecamp mereka boleh
> memakai cameranya.
> Jelas sekali terlihat dengan sikap seperti itu
> agaknya Freeport
> cemas kalau sampai perusakan lingkungan yang mereka
> lakukan akan

> diketahui publik.
>
> Lalu bagaimana? Jika ini dibiarkan terus pasti tidak
> lama lagi kita
> akan kehilangan gunung yang kita banggakan itu,
> pasti tidak lama lagi
> pegungan itu akan rusak parah. Keindahan

> lembah-danau- danau yang
> banyak danau itu akan hilang. Susah membuktikan
> kalau penghancuran
> lingkungan pengunungan Jayawijaya ini begitu parah
> tampa ditunjang
> bukti-bukti yang kongkrit seperti foto-foto.

> Freeport tidak akan
> dengan begitu mudahnya mengijinkan kita mengambil
> foto-foto kerusakan
> alam tersebut, semua yang bermain di Carstensz tahu
> persis hal ini
> tapi mereka seperti tutup mulut karena bisa-bisa

> akses mereka kesana
> di banned oleh pihak Freeport.



-- 
***********************************
Amir Al Amin
Operation/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com

amir.al.amin[at]gmail.com
************************************ 




Kirim email ke