Di daerah ex-Unocal (Chevron), sebelah utara Delta Mahakam ada 2 fields yg mana 
salah satu producing zone nya U. Miocene Carbonate, welltest bisa mencapai 
angka ~3000 bopd! cuma seperti kebanyakan carbonate reservoir, production 
performance sangat tipikal (hi-rate, short/no plateau, very rapid decline).

Unocal jaman Art Saller dulu punya studi regional tentang Shelf carbonate di 
Kutei Basin, saya yakin Total punya hal yg sama.

Salam,
Herry


----- Original Message ----
From: Ferry Bastaman Hakim <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, 24 July, 2007 3:38:18 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Onshore Kutai Basin: beyond the structural plays


Mbak Vit,
 
Sebenarnya ga semua carbonate di Kutei jelek. Dian dan Ragat adalah contoh 
field yang dg reservoir dari Upper Miocene carbonate.
Sedikit agak ke baratnya Sanga2, juga ada Kerendan field, hanya yang ini umur 
carbonatenya Oligocene.
Jadi, saya percaya carbonate play di Kutei masih belum tertutup sama sekali 
peluangnya utk di ekxplorasi J
 
Salam,
Ferry
 
 
 



From: Parvita Siregar [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, July 24, 2007 2:06 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Onshore Kutai Basin : beyond the structural plays
 
Mas Andang menyebutkan salahsatunya play adalah carbonate play di Kutei Basin:  
sejauh yang saya ketahui, carbonate upper miocene yang ada di Kutei Basin tidak 
ada yang mempunyai kwalitas reservoir yang baik.  Sumur2 yang di drill dan 
melalui karbonat2 ini kebanyakan menemui carbonate dengan porosity yang rendah. 
 Dari beberapa sumur yang ada di utara Delta Mahakam, sampai dengan yang jauh 
di offshore (kedalaman air 300m), kwalitas karbonatnya buruk.  
 
Apakah ada yang pernah studi regional carbonates di Kutei Basin?  
 
Parvita H. Siregar
Salamander Energy
Jakarta-Indonesia
 
 
Disclaimer:  This email (including any attachments to it) is confidential and 
is sent for the personal attention of the intended recipient only and may 
contain information that is privileded, confidential or exempt from disclosure. 
 If you have received this email in error, please advise us immediately and 
delete it.  You are notified that using, disclosing, copying, distributing or 
taking any action in reliance on the contents of this information is strictly 
prohibited.



From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, July 23, 2007 1:32 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Onshore Kutai Basin : beyond the structural plays
 
Hiruk-pikuk eksplorasi migas di Kutai Basin  telah bergeser ke Selat Makassar 
(sejak pertengahan 90-an) dan bahkan saat ini sudah menyebrang ke Lariang Basin 
di sebelah barat pantai Sulawesi . Sementara itu kegiatan eksplorasi di on 
-shore Kutai, terimbas oleh euphoria harga minyak di atas 50 USD/bbl, juga 
mulai memperlihatkan geliat untuk coba mengais-ngais prospek di bekas-bekas 
daerah yang ditinggalkan, baik oleh Huffco/Vico, Elf, Lasmo, maupun Jackson 
Oil. Play-play struktur yang nampak dengan nyata lewat ekspressi outcrop di 
permukaan mulai dilihat lagi, walaupun sudah sama-sama disadari bahwa struktur2 
di barat dari daerah poros antiklin Semberah-SungaiNangka belum ada satupun 
yang terbukti mengandung cebakan migas yang komersial; selain karena tajamnya 
antiklin dan landainya sinklin, juga karena cabikan-cabikan sesar naik-nya 
kemungkinan menyebabkan bocor-nya hidrokarbon ke permukaan; membuat faktor seal 
dan trap-integrity menjadi resiko utama di daerah-daerah
 tersebut. Walaupun masih dimungkinkan untuk menemukan perangkap-perangkap 
struktur (terutama struktur pre-Mid Miocene yang dimodifikasi oleh Kuching 
Uplift & Banggai-Sula docking; yang posisinya tidak harus diekspressikan 
sebagai struktur-struktur permukaan di seri Samarinda Antiklinorium, tapi lebih 
merupakan "buried - paleo-structure" di sayap-sayap antiklin modern maupun di 
sinklinnya), akan lebih rame lagi kalau para eksplorasionis di Kutai On-shore 
juga mulai mempertimbangkan play-play kombinasi, karbonat, bahkan stratigrafi. 
Beberapa indikasi awal akan munculnya tipe-tipe play baru tersebut dapat 
disimak baik dari pemelajaran "serendipities" sumur-sumur eksplorasi maupun 
sumur2 development di keseluruhan Kutai basin (onshore maupun off-sore).
 
Ada 4 plays utama yang perlu dipertimbangkan, kebetulan semuanya terkait dengan 
"clastics-plays" yaitu: 1) Prodelta Turbidite Sands, 2) Crevasse Delta (channel 
and lobes), 3) East Flank Stratigraphic Trapping on Paleo Delta Outer lobes, 
dan 4) Lower Miocene Shelfal Toe-Thrust Ponded Sandstones in Southern Onshore 
Kutai area, dan 5) Fan-Delta Sandsdi utara dan selatan Delta Mahakam Purba
 
Untuk prodelta turbidite sands, contoh analogi outcrop-nya bisa dipelajari di 
sepanjang Separi-Loahaur anticline dan dipublikasikan dalam beberapa field-trip 
guide book (Siemers, et.al, 1991, Bachtiar, et,al, 1998, 2000, 2002). Karena 
provenance-nya merupakan endapan delta-front / lower delta-plain yang notabene 
juga quartz-rich, maka turbidite sand prodelta tersebut juga dapat dipastikan 
quartz-rich terutama di facies-facies proximal dan/atau yang berasosiasi dengan 
"traction-carpet process following the gravity flows". Analogi di 
subsurface-nya dapat dipelajari di berbagai level reservoir Mid-Miocene di 
Lapangan-lapangan Badak-Nilam-Tambora-Handil, terutama di zona-zona reservoir 
yang posisinya di atas marker-marker MFS utama. Pada umumnya 
reservoir-reservoir tersebut secara konvensional diinterpretasikan sebagai 
reservoir delta-front atau delta-plain yang "tiba-tiba" menggerus lempung 
prodelta tanpa ada asosiasi regional SB yang significant.
 
(bersambung)
 
 
 
Andang Bachtiar
Exploration Think Tank Indonesia


      ___________________________________________________________
Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Try it
now.
http://uk.answers.yahoo.com/ 

Kirim email ke