Sedimen klastik memang mendominasi Cekungan Kutei, terutama pada Neogen.
Tetapi, walaupun bukan yang dominan, karbonat tetap tumbuh di cekungan
ini  dari Oligosen (kerendan reef di inner Kutei Basin)-Kuarter (seperti
terumbu Kuarter di depan Bontang atau jauh ke utara ke sebelah selatan
Mangkalihat) meskipun setempat-setempat alias isolated carbonate. Memang
sudah hukumnya bahwa karbonat tidak bisa tumbuh bersamaan dengan
berlimpahnya sedimen klastik sebab akan terjadi "clastic poisoning"
terhadap biota koral pembangun terumbu. Di Kutei pun hukum ini berlaku.
Isolated carbonates di Kutei terjadi pada transgresi ketika tempat
pengendapan klastik bergeser ke arah daratan, sehingga dominasi klastik
tidak terjadi di wilayah paparan. Dengan cara ini biasanya reef di Kutei
tumbuh di  structural highs middle-outer shelf atau pada tepi2  lowstand
deltas.

 

Pengendapan karbonat di Kutei terutama terdapat di utara  Mahakam delta,
shelf margins di wilayah ini memang berprogradasi basinward hampir
selama Miosen, tetapi justru shelf margins ini step back landward selama
Pliosen dan Holocene karena kekurangan clastic sediment supply dan
terjadi structural downwarping. Carbonate buildups tumbuh di
backstepping strata ini. Carbonate BUs semacam ini akan ditemukan di
sekuen TST pada sedimen early Pliocene. Terumbu2 ini terorientasi
sejajar dengan lowstand shelf margin di bawahnya.  3D seimic image di
wilayah ini menunjukkan jalur carbonate buildups yang sangat baik di
upper interval of lower Pliocene shelf margin. Kebanyakan carbonate
buildups kemudian ditutupi oleh  prograding clastics dalam posisi
downlap terhadapnya. Beberapa kenampakan pinnacle carbonate buildups
berkembang lebih ke utara lagi, pada posisi yang paling jauh dari  main
clastic influx. Ini merupakan multiple stacked carbonate sequences yang
saat pertumbuhannya tak diinterupsi penyisipan klastik dan terumbu bisa
tumbuh mengejar naiknya muka laut (keep up).

 

Terumbu2 yang berumur Plistosen-Holosen umumnya berkembang di outer
shelf dan berkaitan dengan growth faulting. Growth faulting akan
bermekanisme sedemikian rupa sehingga banyak sedimen klastik terjebak di
middle shelf (misalnya lewat ponding), maka wilayah outer shelf
kekurangan sedimen klastik. Di situlah karbonat akan tumbuh. 

 

Maka, kalau mau bereksplorasi play karbonat di Kutei harus mencari
periode2 kapan suplay klastik minimal. Di wilayah offshore, hal ini
cukup mudah terlihat. Tetapi di onshore, cukup sulit sebab data seismic
tak sebagus di offshore dan structural overprinting kuat di onshore.

 

Salam,

awang

 

From: Herry Maulana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, July 24, 2007 3:01 C++
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Onshore Kutai Basin: beyond the structural
plays

 

Di daerah ex-Unocal (Chevron), sebelah utara Delta Mahakam ada 2 fields
yg mana salah satu producing zone nya U. Miocene Carbonate, welltest
bisa mencapai angka ~3000 bopd! cuma seperti kebanyakan carbonate
reservoir, production performance sangat tipikal (hi-rate, short/no
plateau, very rapid decline).

 

Unocal jaman Art Saller dulu punya studi regional tentang Shelf
carbonate di Kutei Basin, saya yakin Total punya hal yg sama.

 

Salam,

Herry

----- Original Message ----
From: Ferry Bastaman Hakim <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, 24 July, 2007 3:38:18 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Onshore Kutai Basin: beyond the structural
plays

Mbak Vit,

 

Sebenarnya ga semua carbonate di Kutei jelek. Dian dan Ragat adalah
contoh field yang dg reservoir dari Upper Miocene carbonate.

Sedikit agak ke baratnya Sanga2, juga ada Kerendan field, hanya yang ini
umur carbonatenya Oligocene.

Jadi, saya percaya carbonate play di Kutei masih belum tertutup sama
sekali peluangnya utk di ekxplorasi J

 

Salam,

Ferry

 

 

 

  _____  

From: Parvita Siregar [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, July 24, 2007 2:06 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Onshore Kutai Basin : beyond the structural
plays

 

Mas Andang menyebutkan salahsatunya play adalah carbonate play di Kutei
Basin:  sejauh yang saya ketahui, carbonate upper miocene yang ada di
Kutei Basin tidak ada yang mempunyai kwalitas reservoir yang baik.
Sumur2 yang di drill dan melalui karbonat2 ini kebanyakan menemui
carbonate dengan porosity yang rendah.  Dari beberapa sumur yang ada di
utara Delta Mahakam, sampai dengan yang jauh di offshore (kedalaman air
300m), kwalitas karbonatnya buruk.  

 

Apakah ada yang pernah studi regional carbonates di Kutei Basin?  

 

Parvita H. Siregar

Salamander Energy

Jakarta-Indonesia

 

 

Disclaimer:  This email (including any attachments to it) is
confidential and is sent for the personal attention of the intended
recipient only and may contain information that is privileded,
confidential or exempt from disclosure.  If you have received this email
in error, please advise us immediately and delete it.  You are notified
that using, disclosing, copying, distributing or taking any action in
reliance on the contents of this information is strictly prohibited.

  _____  

From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, July 23, 2007 1:32 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Onshore Kutai Basin : beyond the structural plays

 

Hiruk-pikuk eksplorasi migas di Kutai Basin  telah bergeser ke Selat
Makassar (sejak pertengahan 90-an) dan bahkan saat ini sudah menyebrang
ke Lariang Basin di sebelah barat pantai Sulawesi . Sementara itu
kegiatan eksplorasi di on -shore Kutai, terimbas oleh euphoria harga
minyak di atas 50 USD/bbl, juga mulai memperlihatkan geliat untuk coba
mengais-ngais prospek di bekas-bekas daerah yang ditinggalkan, baik oleh
Huffco/Vico, Elf, Lasmo, maupun Jackson Oil. Play-play struktur yang
nampak dengan nyata lewat ekspressi outcrop di permukaan mulai dilihat
lagi, walaupun sudah sama-sama disadari bahwa struktur2 di barat dari
daerah poros antiklin Semberah-SungaiNangka belum ada satupun yang
terbukti mengandung cebakan migas yang komersial; selain karena tajamnya
antiklin dan landainya sinklin, juga karena cabikan-cabikan sesar
naik-nya kemungkinan menyebabkan bocor-nya hidrokarbon ke permukaan;
membuat faktor seal dan trap-integrity menjadi resiko utama di
daerah-daerah tersebut. Walaupun masih dimungkinkan untuk menemukan
perangkap-perangkap struktur (terutama struktur pre-Mid Miocene yang
dimodifikasi oleh Kuching Uplift & Banggai-Sula docking; yang posisinya
tidak harus diekspressikan sebagai struktur-struktur permukaan di seri
Samarinda Antiklinorium, tapi lebih merupakan "buried - paleo-structure"
di sayap-sayap antiklin modern maupun di sinklinnya), akan lebih rame
lagi kalau para eksplorasionis di Kutai On-shore juga mulai
mempertimbangkan play-play kombinasi, karbonat, bahkan stratigrafi.
Beberapa indikasi awal akan munculnya tipe-tipe play baru tersebut dapat
disimak baik dari pemelajaran "serendipities" sumur-sumur eksplorasi
maupun sumur2 development di keseluruhan Kutai basin (onshore maupun
off-sore).

 

Ada 4 plays utama yang perlu dipertimbangkan, kebetulan semuanya terkait
dengan "clastics-plays" yaitu: 1) Prodelta Turbidite Sands, 2) Crevasse
Delta (channel and lobes), 3) East Flank Stratigraphic Trapping on Paleo
Delta Outer lobes, dan 4) Lower Miocene Shelfal Toe-Thrust Ponded
Sandstones in Southern Onshore Kutai area, dan 5) Fan-Delta Sandsdi
utara dan selatan Delta Mahakam Purba

 

Untuk prodelta turbidite sands, contoh analogi outcrop-nya bisa
dipelajari di sepanjang Separi-Loahaur anticline dan dipublikasikan
dalam beberapa field-trip guide book (Siemers, et.al, 1991, Bachtiar,
et,al, 1998, 2000, 2002). Karena provenance-nya merupakan endapan
delta-front / lower delta-plain yang notabene juga quartz-rich, maka
turbidite sand prodelta tersebut juga dapat dipastikan quartz-rich
terutama di facies-facies proximal dan/atau yang berasosiasi dengan
"traction-carpet process following the gravity flows". Analogi di
subsurface-nya dapat dipelajari di berbagai level reservoir Mid-Miocene
di Lapangan-lapangan Badak-Nilam-Tambora-Handil, terutama di zona-zona
reservoir yang posisinya di atas marker-marker MFS utama. Pada umumnya
reservoir-reservoir tersebut secara konvensional diinterpretasikan
sebagai reservoir delta-front atau delta-plain yang "tiba-tiba"
menggerus lempung prodelta tanpa ada asosiasi regional SB yang
significant.

 

(bersambung)

 

 

 

Andang Bachtiar

Exploration Think Tank Indonesia

 

 

 

 

 

 

  _____  

Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now
<http://uk.answers.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTEydmViNG02BF9TAzIxMTQ3MTcxOTAEc
2VjA21haWwEc2xrA3RhZ2xpbmU> .

Kirim email ke