Kalo sirkulasi beberapa hari, saya pikir wajar kalo lagi nunggu casing (karena belum datang), apakah ini human error .. bisa jadi oil coy menyalahkan supplier nya / vendornya ..... sirkulasi nunggu order dari pusat ? ....... boleh boleh saja untuk pertimbangan keselamatan ....
Kalo sumur stuck? ...... bagaimana cara menghitungnya mana bagian yang masuk CR mana yang tidak? ..... hm njlimet .... Kalo loss ... apa company disalahin? ..... oil coy nanti nyalahin formasinya kalo kick? ..... hm .... geologist sering berharap ini karena tahu formation / pore pressure berapa .... kalo ada apa apa tangkap geologistnya ... Hubungan semuanya sama cost recovery? .... hm ...... gelap ...... On 7/27/07, Doddy Suryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Itu yang juga saya kuatirkan pak. > > Sebelumnya maaf kalo selama ini sepertinya kita terlalu menyorot BPMIGAS > dan dari kita sendiri kadang kita kurang menganalisa lebih jauh. It's > definitely not fair. > > Masalah sirkulasi berhari2, terjadinya loss dan kick sebenarnya bisa > dimitigasi dgn perencanaan yang matang terutama pressure prediction yang > selalu dilakukan oleh semua kumpeni hanya berbeda pendekatannya. > > Khusus masalah sirkulasi berhari-hari, jadi inget waktu diskusi dgn temen > yg bekerja di suatu oil kumpeni di balikpapan (tetanggaan dgn kumpeni saya > dulu). > > Dia bilang kalo sirkulasi bisa berhari2 karena harus nunggu keputusan dari > "pusat". Pusat disini ternyata tidak hanya di Indonesia tapi juga pusat yang > diluar indonesia dan ini tidak mudah dilakukan katanya. > > Kalo dicermati, disinilah peran kita membantu BPMIGAS mengawasi operasi > yang berlangsung. Itung2 kita dibayar perusahaan asing tapi ikut bantu > negara. > > Wellsite diharapkan memberikan informasi yang akurat, tajam, dan > terpercaya karena dia yang ada di lapangan dan tahu detailnya sehingga > keputusan dapat dilakukan dgn cepat dan efisien. > > Mengenai sidetrack, sebenarnya tidak mudah mendapatkan persetujuan dari > BPMIGAS. Kecuali di proposal disebutkan akan dilakukan ST kalo sumur tidak > memberikan hasil yg diinginkan dan proposal ini telah dipresentasikan dan > disetujui oleh BPMIGAS. > > Kalo tidak tertulis dalam proposal, kita harus melakukan technical > justification kenapa ST dilakukan, apa penyebabnya, apa yang akan diharapkan > dari sumur ST dsb dsb. > > Nah disinilah BPMIGAS akan benar2 berperan dalam melakukan pengawasan. > > Kalo boleh jujur, sependek pengalaman saya, pihak dari oil kumpeni juga > tidak suka dgn adanya problem spt ini karena mereka tahu betapa susahnya > mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS dan juga mengurangi nilai ekonomi dari > sumur yang ada (in case kalo sumur ST malah jelek). > > Semoga saja kita bisa "lebih" membantu BPMIGAS menjalankan fungsinya. > > > > -ds- > > > > > ------------------------------ > > *From:* yanto salim [mailto:[EMAIL PROTECTED] > *Sent:* Friday, July 27, 2007 9:10 AM > *To:* [email protected] > *Subject:* Hal: Hal: [iagi-net-l] detik Finance : BP Migas Siap > Klarifikasi Soal Cost Recovery kepada BPK > > > > Menarik sekali analisa ini, walaupun belum jelas bagian yang mana > menguntungkan atau side "income" bagi company. Nah mengenai "lost time" > adalah sesuatu yang kita harus hati- hati melihatnya, apakah kejadian yang > diluar dugaan misalnya dari segi BHA stuck, side track atau dalam segi > eksplorasi memperdalam well karena prognosis dari G&G meleset, apakah human > error? Wah kalau begitu kasihan Driller, G&G dan operation yang juga > majority adalah pegawai nasional, apakah mereka juga ikut dapat "side > income" atau mereka kemudian jadi korban 'human error"?. Kenapa ? karena > perusahaan akan mengurangi aktivitas drilling didaerah yang potential > bermasalah, akibatnya kurang tuh aktivitas, salah salah staff yang terlibat > dipecat. > > > > Dari sisi ini belum kelihatan yang mana "side income" Company yang besar. > Kalau kita bicara biaya membengkak itu benar. Tapi rasanya bukan karena > controll yang kurang ketat dari BPMIGAS. > > > > Kira kira kalau BPMIGAS setiap kali ada request memperdalam well atau ada > problem stuck BHA, mengambil keputusan stop drilling karena biaya sudah > mendekati Approved AFE, atau tidak usah side track; P&A saja well supaya > tetap dalam budget, kita akan mengalami kerugian atau merupakan untung?. > > > > Salam > > > > Yanto Salim > > ----- Pesan Asli ---- > Dari: Firman Gea <[EMAIL PROTECTED]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Jumat, 27 Juli, 2007 8:18:59 > Topik: RE: Hal: [iagi-net-l] detik Finance : BP Migas Siap Klarifikasi > Soal Cost Recovery kepada BPK > > Totally agree. > > -----Original Message----- > From: Nataniel Mangiwa [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, July 27, 2007 7:45 AM > To: [email protected] > Subject: Re: Hal: [iagi-net-l] detik Finance : BP Migas Siap Klarifikasi > Soal Cost Recovery kepada BPK > > Kalau menurut saya, memang BPMIGAS harus jeli dalam melihat 'tagihan' > dari operator. Kejelian dibutuhkan untuk mampu menganalisa mana yg > memang harus diganti dan mana yg 'mungkin' tidak perlu diganti (Lost > Time due to Human Error?). > > Banyak kejadian di rig waktu pengeboran, baik itu development, > deliniasi, atau explo yg seharusnya tidak harus terjadi tapi terjadi. > Dan kalau memang itu tidak ada faktor Human Error di dalamnya ya wajar > saja, tapi kalau ada Human Error dan itu bukan kejadian pertama? > Menurut saya BPMIGAS harus ada adjusment ulang dalam kasus seperti > itu. > > Berapa banyak kejadian penanganan masalah yg salah yg merupakan > kontribusi Human Error: sirkulasi berhari-hari, BHA stuck, sidetrack > well, loss/kick dlsb yg jelas itu memperbesar dana operasi dari > pengeboran suatu sumur. Kalau AFE proposed suatu sumur USD20jt and > actual USD 30jt itu sudah berapa selisihnya?? > > NM > On 7/27/07, yanto salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Kira kira apa ya yang disebut "side income" bagi perusahaan-perusahaan > oil > > and gas. Dan effort apa yang kurang dari BPMIGAS dalam control, bidang > yang > > mana dari dalam contract atau kegiatan se- hari-hari? Tentunya biaya > selain > > dari biaya expat yang sudah terlalu sering di bahas disini? > > > > Kalau ada revisi budget, kenapa ada penggelembungan biaya kalau secara > > operasi memang menuntut demikian atau ada tambahan activitas misalnya > > tambahan development well. > > > > Mohon pencerahan, > > > > Salam > > Yanto Salim > > > > ----- Pesan Asli ---- > > Dari: Firman Gea <[EMAIL PROTECTED]> > > Kepada: [email protected] > > Terkirim: Kamis, 26 Juli, 2007 2:17:57 > > Topik: RE: [iagi-net-l] detik Finance : BP Migas Siap Klarifikasi Soal > Cost > > Recovery kepada BPK > > > > Selamat siang, > > > > Artikel yang di submit oleh Pak Nathan ini menarik sekali buat saya. > > Bahwa cost recovery adalah mekanisme yang sah dan legal itu telah kita > > ketahui. Namun seringnya, luput dari perhatian kita adalah mekanisme > > tersebut ternyata (dan memang demikian adanya kita telah "maklumi" > > bersama) membuka kesempatan yang besar bagi perusahaan2 oil & gas > untuk > > mendapatkan side income (yang sama sekali di luar keuntungan yang > mereka > > dapatkan dari hasil produksi minyak dan gas itu sendiri) yang > jumlahnya > > akan membuat kita terperangah. Mengapa saya bilang "membuka kesempatan > > yang besar" karena mekanisme tersebut tidak disertai oleh effort > > pengontrolan yang baik dan luar biasa, atau bisa dibilang, sistem > > kontrol yang dikerjakan oleh BP MIGAS dan PERTAMINA sangat sangat > lemah > > dan buruk. Sehingga apa, terjadi penggelembungan anggaran eksplorasi > > dan/atau development yang disetujui oleh kedua lembaga tersebut, yang > > seharusnya BP MIGAS dan PERTAMINA sudah memiliki tabulasi standar > harga > > yang berlaku setiap periode (dan tentunya harus selalu di-update). > > Kedua, adanya mekanisme Revisi Anggaran saat proyek yang telah > disetujui > > dan sedang berjalan. Mekanisme ini pun telah membuka lebar kesempatan > > penggelembungan kedua kali jumlah yang nantinya akan di-cost recovery, > > tentunya dengan segala justifikasi yang disusun oleh perusahaan2 > minyak > > dan gas tersebut. > > > > Ini adalah masalah perbaikan regulasi. Mekanisme cost recovery > bukannya > > buruk seburuk-buruknya. Positifnya mungkin membangun iklim investasi > > minyak dan gasbumi yang lebih baik di Negara ini. Namun jika mekanisme > > ini tidak ditangani secara serius seperti saat ini, rakyat jelas akan > > dirugikan, dengan angka kerugian yang sangat menyakitkan. Menurut > saya, > > mekanisme ini harus diperketat di bagian awalnya. Kontrol harus > demikian > > kuatnya sehingga tidak ada lubang semilipun untuk terbukanya > kesempatan > > penggelembungan cost recovery. Untuk itu diperlukan regulasi yang > lebih > > baik, dan pelaksana regulasi yang memiliki komitmen yang sangat tinggi > > untuk melaksanakan regulasi tersebut, demi bangsa dan tanah air. > > Otherwise, mungkin ada baiknya jika para petinggi di BP MIGAS dan di > > negara ini untuk menghentikan mekanisme cost recovery dan mengganti > > dengan mekanisme lainnya, yang saya yakin ada banyak pilihan mekanisme > > tersebut, asal kita semua mau bersusah payah untuk berpikir jernih dan > > obyektif. Tentunya butuh waktu untuk perubahan, tapi jangan terlalu > > lama... > > > > Salam hangat, > > Firman Fauzi > > > > > > -----Original Message----- > > From: Nataniel Mangiwa [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Thursday, July 26, 2007 9:26 AM > > To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; migas indonesia > > Subject: [iagi-net-l] detik Finance : BP Migas Siap Klarifikasi Soal > > Cost Recovery kepada BPK > > > > Kamis, 26/07/2007 08:44 WIB > > BP Migas Siap Klarifikasi Soal Cost Recovery kepada BPK > > Alih Istik Wahyuni - detikfinance > > > > Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP > > Migas) menyatakan siap menjawab tantangan Badan Pemeriksa Keuangan > > (BPK) untuk memberi penjelasan dan mekanisme cost recovery yang > > dibayarkan pemerintah ke kontraktor migas seperti yang diminta BPK > > kemarin. > > > > "Sangat bersedia," kata Kepala BP Migas Kardaya Warnika kepada > > detikFinance, Kamis (26/7/2007). > > > > Kepala BPK Anwar Nasution sebelumnya meminta BP Migas memperjelas cost > > recovery dalam setiap perjanjian migas. Menurutnya hal ini perlu > > dilakukan agar negara tidak melulu hanya mendapat sisa-sisa keuntungan > > dari kontraktor migas. > > > > "Ini supaya jelas bagi semua pihak, jelas bagi kontraktor, jelas bagi > > kita, jangan lupa negara kita itu > > bangkrut...bangkrut...bangkrut...migas kan merupakan sumber > > penerimaan > > yang besar," ujar Anwar, Rabu (25/7/2007). > > > > Pernyataan BPK itu terkait perhitungan cost recovery migas 2007, > > dimana pemerintah harus mengembalikan US$ 10,4 miliar kepada > > kontraktor migas. > > > > Cost Recovery merupakan biaya yang diganti pemerintah jika kontraktor > > migas terbukti menemukan dan bisa memproduksi minyak dan gas di > > Indonesia. > > > > Perhitungannya dilakukan sebelum hasil produksi dibagi antara > > pemerintah dan kontraktor, sehingga besaran cost recovery akan > > mempengaruhi bagian yang diterima pemerintah dan kontraktor. > > > > Menurut situs resmi Departemen ESDM, yang termasuk dalam cost recovery > > antara lain, biaya non kapital tahun berjalan, penyusutan biaya > > kapital tahun berjalan, biaya operasional yang belum didapat > > penggantian yang sudah diijinkan untuk diperoleh pada tahun berjalan > > dan pencadangan biaya pada tahun berjalan untuk biaya-biaya penutupan > > sumur yang ditinggalkan serta biaya restorasi lahan yang ditinggalkan. > > (lih/qom) > > > > > ------------------------------------------------------------------------ > > ---- > > Hot News!!! > > EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: > > 228 papers have been accepted to be presented; > > send the extended-abstract or full paper > > by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] > > Joint Convention Bali 2007 > > The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and > > Exhibition, > > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > > > ------------------------------------------------------------------------ > > ---- > > To unsubscribe, send email to: > > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: > > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------ > ---- > > Hot News!!! > > EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: > > 228 papers have been accepted to be presented; > > send the extended-abstract or full paper > > by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] > > Joint Convention Bali 2007 > > The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and > > Exhibition, > > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > > > ------------------------------------------------------------------------ > ---- > > To unsubscribe, send email to: > > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: > > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > ________________________________ > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > ------------------------------------------------------------------------ > ---- > Hot News!!! > EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: > 228 papers have been accepted to be presented; > send the extended-abstract or full paper > by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] > Joint Convention Bali 2007 > The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and > Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > ------------------------------------------------------------------------ > ---- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > ---------------------------------------------------------------------------- > Hot News!!! > EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: > 228 papers have been accepted to be presented; > send the extended-abstract or full paper > by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] > Joint Convention Bali 2007 > The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and > Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > > ---------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > > > ------------------------------ > > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! > Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.answers.yahoo.com/> > -- Salam hangat Shofi

