Karena gempa dalam, pasti bisa dirasakan dalam kawasan yang luas. Dilaporkan, 
gempa tersebut dirasakan dari Malaysia-Sumatra-Jawa-Bali. Masih bagus Pak 
Syaiful bisa terbangun oleh gempa tersebut.  Itu namanya tidur tetapi tetap 
waspada.

 

Gempa ini sekaligus bisa membuat kita kuatir bahwa di utara Jawa, walaupun 
dalam, kekuatan 7.0 SR masih bisa tercapai. Bagaimana efeknya kalau kedalaman 
sama tetapi kekuatannya 8-9 SR, jelas akan mengancam kota2 di Pantura. Lalu, 
bagaimana kalau pusat gempa terjadi di utara Semenanjung Muria, tak jauh dari 
sesar tua yang menghubungkan Meratus-Muria-Kebumen. Ini sesar tua strike-slip 
sinistral (terjadi oleh oblique subduction di pinggir tenggara Sundaland pada 
earliest Tertiary) yang jauh sampai ke basement. Dengan kekuatan yang sama, 
tetapi ada konduit vertikal berupa sesar ke permukaan, maka propagasi gayanya 
akan bisa mengaktifkan sesar tersebut. Lalu, bagaimana bila ada PLTN dibangun 
di dekatnya ? Hendaknya, dengan kejadian gempa besar di utara Jawa ini, kita 
mesti lebih hati2 menganalisis seismotektonik di sekitar Muria, sebelum 
memutuskan membangun PLTN di situ. 

 

Di utara Semenanjung Muria pusat2 gempa akan berkumpul di kedalaman 400-500 km, 
artinya jauh di dalam slab oceanic plate yang masuk di bawah Eurasia 
continental plate dalam keaadaan menekuk dikelilingi astenosfer. Gempa sebesar 
7-9 SR kalau terjadi di sini akan berpropagasi gayanya ke segala arah termasuk 
ke atas menuju kerak benua Eurasia di bawah Laut Jawa setebal sekitar 60 km. Di 
wilayah kerak benua ini ada sesar Meratus-Muria yang tegak masuk ke basement 
kontinen. Sesar ini akan digiatkan ulang sebagaimana halnya Sesar Opak 
dibangunkan lagi oleh gempa yang berpusat di Parang Tritis 27 Mei 2006. 
Goncangan di permukaan di sekitar wilayah sesar akan lebih keras. Kalau ada 
PLTN di situ, semoga bisa menahannya. 

 

Jangan pernah mengabaikan sesar tua, selalu ada ruang dan waktu untuk 
membangunkannya lagi selama ia menghadap zone konvergensi lempeng.

 

Salam,

awang

 

  _____  

From: mohammad syaiful [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, August 09, 2007 6:46 C++
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa 7.5 Mw (7.0 SR) di Laut Jawa, 09 Agustus 2007, 
Pukul 00.04.58 WIB

 

 

 

 

 

ternyata saya yg salah. mungkin justru saya terbangun tengah malam tadi karena 
gempa tsb, tetapi pas benar2 sudah tersadar, gempa sudah berhenti. soalnya, 
pagi ini ketemu para tetangga, sebagian juga sempat merasakan gempa yg katanya 
cukup besar. 

 

salam,

syaiful

@jakarta, jam 6:45 wib.

 

On 8/9/07, mohammad syaiful <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

pak awang, sama2 di bogor, tampaknya gempa hanya terasa di rumah pak awang ya? 
soalnya, saya yg tinggal di wilayah bogor utara, sekira 5 km di utara rumah pak 
awang, tidak merasakannya.

 

salam,

syaiful

@bogor, jam 2:35 wib

 

On 8/9/07, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED] > wrote: 

Tengah asyik mengetik di depan komputer pukul 00.05 WIB malam ini (09 Agustus 
2007), saya merasakan ruangan bergoyang. Gempa ! Pintu bergetar, permukaan air 
di aqua galon bergoncang seperti ombak, pintu segera saya buka, siap2 kalau 
mesti keluar rumah, keluarga yang saat itu sedang lelap tertidur saya 
bangunkan. Kekuatan gempa yang saya rasakan sekitar III-IV MMI. Tak sampai 1 
menit, gempa tak dirasakan lagi. Mudah2an ini bukan foreshock. 

 

Inilah data dari USGS :

Earthquake Details

Magnitude <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/glossary.php#magnitude> 

7.5

Date-Time <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/glossary.php#date> 

*  Wednesday, August 8, 2007 at 17:04:58 (UTC) 
= Coordinated Universal Time 

*  Thursday, August 9, 2007 at 12:04:58 AM 
= local time at epicenter Time of Earthquake in other Time Zones 

Location <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/glossary.php#location> 

5.968°S, 107.655°E

Depth <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/glossary.php#depth> 

289.2 km (179.7 miles)

Region <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/glossary.php#region> 

JAVA, INDONESIA 

Distances <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/glossary.php#distances> 

100 km (65 miles) E of JAKARTA, Java, Indonesia
110 km (70 miles) N of Bandung, Java, Indonesia
135 km (80 miles) NW of Cirebon, Java, Indonesia
140 km (85 miles) NE of Sukabumi, Java, Indonesia

Location Uncertainty 
<http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/glossary.php#uncertainty> 

horizontal +/- 8 km (5.0 miles); depth +/- 11.2 km (7.0 miles)

Parameters <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/glossary.php#parameters> 

Nst=170, Nph=170, Dmin=545.1 km, Rmss=1.18 sec, Gp= 36°,
M-type=moment magnitude (Mw), Version=7 

 

Bisa dilihat bahwa ini gempa yang kuat, untung berasal dari kedalaman 
menengah-dalam (hampir 300 km). Kalau dangkal (< 60 km), dengan kekuatan 7.0 
SR, bisa dibayangkan bagaimana kerusakan yang akan terjadi di jalur pantura 
Jawa Barat-Jawa Tengah termasuk kota2 besar macam 
Jakarta-Cirebon-Pekalongan-Semarang. Gempa, menurut laporan2 yang masuk ke 
BMG,dilaporkan dirasakan dari Padang-Bali. 

 

Data momen tensor solution dari NEIC USGS menunjukkan bahwa pematahan akibat 
gempa ini berupa strike-slip faulting dengan komponen thrust berarah strike 323 
deg NE dan dip 28 dip. 

 

Berdasarkan plate tectonic setting Jawa  dan Indonesia Barat, pusat gempa ini 
terjadi jauh di bawah kerak kontinen Laut Jawa di wilayah astenosfer pada zone 
gempa miring Wadati-Benioff di kedalaman 290 km. Berdasarkan histori kejadian 
gempa, episentrum2 gempa di wilayah ini akan berasal dari kedalaman sekitar 300 
km atau lebih. 

 

Berdasarkan peta kontur kedalaman zone Wadati-Benioff, pusat2 gempa di wilayah 
pantura Jawa sampai ke Laut Jawa akan lebih dalam daripada 250 km, untuk dapat 
menimbulkan kerusakan yang besar di kota2 besar di wilayah pantura, maka gempa 
harus sekuat seperti yang menggoncang Aceh dan sekitarnya Desember 2004 ( 8.9 
SR). Semoga tak akan pernah terjadi.

 

salam,

awang 

(09 Agustus 2007, pukul 01.50 WIB)

 

 

  _____  

Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers 
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48252/*http:/mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC>
 , not web links. 







-- 
Mohammad Syaiful - Explorationist
Mobile: 62-812-9372808
Email: [EMAIL PROTECTED]

Exploration Think Tank Indonesia (ETTI) 
Head Office:
Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] 




-- 
Mohammad Syaiful - Explorationist 
Mobile: 62-812-9372808
Email: [EMAIL PROTECTED]

Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
Head Office:
Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia 
Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] 

Kirim email ke