Pak Awang, kalau demikian makin menguat untuk mengkritisi rencana PLTN supaya
tidak perlu dibangun dalam waktu dekat....hehe...
Kalau saya pulang kampung di Kudus, pertanyaannya cuma satu dari kawan-kawan di
sana (masyarakat dan pemda), ini layakkah dibangun PLTN di Muria?.
agus
Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: v\:*
{behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:*
{behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);}
Karena gempa dalam, pasti bisa dirasakan dalam kawasan yang luas. Dilaporkan,
gempa tersebut dirasakan dari Malaysia-Sumatra-Jawa-Bali. Masih bagus Pak
Syaiful bisa terbangun oleh gempa tersebut. Itu namanya tidur tetapi tetap
waspada.
Gempa ini sekaligus bisa membuat kita kuatir bahwa di utara Jawa, walaupun
dalam, kekuatan 7.0 SR masih bisa tercapai. Bagaimana efeknya kalau kedalaman
sama tetapi kekuatannya 8-9 SR, jelas akan mengancam kota2 di Pantura. Lalu,
bagaimana kalau pusat gempa terjadi di utara Semenanjung Muria, tak jauh dari
sesar tua yang menghubungkan Meratus-Muria-Kebumen. Ini sesar tua strike-slip
sinistral (terjadi oleh oblique subduction di pinggir tenggara Sundaland pada
earliest Tertiary) yang jauh sampai ke basement. Dengan kekuatan yang sama,
tetapi ada konduit vertikal berupa sesar ke permukaan, maka propagasi gayanya
akan bisa mengaktifkan sesar tersebut. Lalu, bagaimana bila ada PLTN dibangun
di dekatnya ? Hendaknya, dengan kejadian gempa besar di utara Jawa ini, kita
mesti lebih hati2 menganalisis seismotektonik di sekitar Muria, sebelum
memutuskan membangun PLTN di situ.
Di utara Semenanjung Muria pusat2 gempa akan berkumpul di kedalaman 400-500
km, artinya jauh di dalam slab oceanic plate yang masuk di bawah Eurasia
continental plate dalam keaadaan menekuk dikelilingi astenosfer. Gempa sebesar
7-9 SR kalau terjadi di sini akan berpropagasi gayanya ke segala arah termasuk
ke atas menuju kerak benua Eurasia di bawah Laut Jawa setebal sekitar 60 km. Di
wilayah kerak benua ini ada sesar Meratus-Muria yang tegak masuk ke basement
kontinen. Sesar ini akan digiatkan ulang sebagaimana halnya Sesar Opak
dibangunkan lagi oleh gempa yang berpusat di Parang Tritis 27 Mei 2006.
Goncangan di permukaan di sekitar wilayah sesar akan lebih keras. Kalau ada
PLTN di situ, semoga bisa menahannya.
Jangan pernah mengabaikan sesar tua, selalu ada ruang dan waktu untuk
membangunkannya lagi selama ia menghadap zone konvergensi lempeng.
Salam,
awang
---------------------------------
From: mohammad syaiful [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, August 09, 2007 6:46 C++
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa 7.5 Mw (7.0 SR) di Laut Jawa, 09 Agustus 2007,
Pukul 00.04.58 WIB
ternyata saya yg salah. mungkin justru saya terbangun tengah malam tadi
karena gempa tsb, tetapi pas benar2 sudah tersadar, gempa sudah berhenti.
soalnya, pagi ini ketemu para tetangga, sebagian juga sempat merasakan gempa yg
katanya cukup besar.
salam,
syaiful
@jakarta, jam 6:45 wib.
On 8/9/07, mohammad syaiful <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
pak awang, sama2 di bogor, tampaknya gempa hanya terasa di rumah pak awang
ya? soalnya, saya yg tinggal di wilayah bogor utara, sekira 5 km di utara rumah
pak awang, tidak merasakannya.
salam,
syaiful
@bogor, jam 2:35 wib
On 8/9/07, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
Tengah asyik mengetik di depan komputer pukul 00.05 WIB malam ini (09
Agustus 2007), saya merasakan ruangan bergoyang. Gempa ! Pintu bergetar,
permukaan air di aqua galon bergoncang seperti ombak, pintu segera saya buka,
siap2 kalau mesti keluar rumah, keluarga yang saat itu sedang lelap tertidur
saya bangunkan. Kekuatan gempa yang saya rasakan sekitar III-IV MMI. Tak sampai
1 menit, gempa tak dirasakan lagi. Mudah2an ini bukan foreshock.
Inilah data dari USGS :
Earthquake Details
Magnitude
7.5
Date-Time
· Wednesday, August 8, 2007 at 17:04:58 (UTC)
= Coordinated Universal Time
· Thursday, August 9, 2007 at 12:04:58 AM
= local time at epicenter Time of Earthquake in other Time Zones
Location
5.968°S, 107.655°E
Depth
289.2 km (179.7 miles)
Region
JAVA, INDONESIA
Distances
100 km (65 miles) E of JAKARTA, Java, Indonesia
110 km (70 miles) N of Bandung, Java, Indonesia
135 km (80 miles) NW of Cirebon, Java, Indonesia
140 km (85 miles) NE of Sukabumi, Java, Indonesia
Location Uncertainty
horizontal +/- 8 km (5.0 miles); depth +/- 11.2 km (7.0 miles)
Parameters
Nst=170, Nph=170, Dmin=545.1 km, Rmss=1.18 sec, Gp= 36°,
M-type=moment magnitude (Mw), Version=7
Bisa dilihat bahwa ini gempa yang kuat, untung berasal dari kedalaman
menengah-dalam (hampir 300 km). Kalau dangkal (< 60 km), dengan kekuatan 7.0
SR, bisa dibayangkan bagaimana kerusakan yang akan terjadi di jalur pantura
Jawa Barat-Jawa Tengah termasuk kota2 besar macam
Jakarta-Cirebon-Pekalongan-Semarang. Gempa, menurut laporan2 yang masuk ke
BMG,dilaporkan dirasakan dari Padang-Bali.
Data momen tensor solution dari NEIC USGS menunjukkan bahwa pematahan
akibat gempa ini berupa strike-slip faulting dengan komponen thrust berarah
strike 323 deg NE dan dip 28 dip.
Berdasarkan plate tectonic setting Jawa dan Indonesia Barat, pusat gempa
ini terjadi jauh di bawah kerak kontinen Laut Jawa di wilayah astenosfer pada
zone gempa miring Wadati-Benioff di kedalaman 290 km. Berdasarkan histori
kejadian gempa, episentrum2 gempa di wilayah ini akan berasal dari kedalaman
sekitar 300 km atau lebih.
Berdasarkan peta kontur kedalaman zone Wadati-Benioff, pusat2 gempa di
wilayah pantura Jawa sampai ke Laut Jawa akan lebih dalam daripada 250 km,
untuk dapat menimbulkan kerusakan yang besar di kota2 besar di wilayah pantura,
maka gempa harus sekuat seperti yang menggoncang Aceh dan sekitarnya Desember
2004 ( 8.9 SR). Semoga tak akan pernah terjadi.
salam,
awang
(09 Agustus 2007, pukul 01.50 WIB)
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers , not web links.
--
Mohammad Syaiful - Explorationist
Mobile: 62-812-9372808
Email: [EMAIL PROTECTED]
Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
Head Office:
Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
--
Mohammad Syaiful - Explorationist
Mobile: 62-812-9372808
Email: [EMAIL PROTECTED]
Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
Head Office:
Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.