Jumat, 07/09/2007 16:23 WIB Cekungan Migas Indonesia Makin Sulit Dieksplorasi Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Jakarta - Jangan harap bisa menambang minyak dan gas dengan mudah lagi di Indonesia. Cekungan migas yang tertinggal sekarang adalah cekungan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Risikonya mencapai 40 persen. Kepala Dinas Studi Eksplorasi Divisi Kajian dan Pengembangan Bidang Perencanaan BP Migas menjelaskan, cekungan migas yang tergolong mudah di Indonesia saat ini sudah habis. Ia menjelaskannya dalam diskusi tentang eksplorasi migas di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (7/9/2007). Konsekuensinya, untuk menggarap cekungan migas dengan tingkat risiko yang tinggi itu dibutuhkan biaya yang jauh lebih besar. Kalau menggarap cekungan migas di suatu lapangan yang mudah hanya butuh sekitar US$ 3-5 juta, maka untuk lapangan yang sulit seperti di laut dalam butuh US$ 20 juta. "Seperti kalau kita makan kacang, kan yang diambil yang besar-besar dulu," katanya. Cekungan migas yang tergolong mudah dikembangkan adalah lapangan Minas dan Duri. Itupun sudah hampir habis cadangannya. Namun Indonesia tak sendirian, negara-negara Timur Tengah pun kini mulai kehabisan cekungan-cekungan migas yang mudah dieksplorasi dan eksploitasi. Anditya menjelaskan, sulitnya pengembangan suatu cekungan antara lain karena cadangan minyak terus bergerak. Saat ini Indonesia memiliki 15 cekungan yang sudah berproduksi, 9 cekungan yang sudah ditemukan cadangan tapi belum berproduksi, 14 cekungan sudah dibor tapi tidak tidak ada cadangan, dan 22 cekungan yang belum dibor. (lih/ir)

