Kalau Jerman memakan waktu 25 tahun untuk penelitian lokasi limbah Nuklir ,
lain halnya dengan Jepang , pada tahun 90 an Konsultan PLTN Muria Jepang
yang melakukan Studi Tapak di Jepara ( termasuk penelitian detail
Geologi,Geofisika,Oseanografi,Hidrologi,Geohidrologi,Lingkungan sampai
pembuatan Photo Udara , dll ) membutuhkan waktu 4 tahunan, Mungkin nanti
lain lagi kalau yang melakukan penelitian orang dari China atau Korea bisa
lebih pendek lagi, (mungkin inilah bedanya Mercy , Toyota , Hyunday ) .
Adakah standard nya untuk penelitian penelitian semacam ini atau memang
harus dilakukan dalam waktu yang lama untuk mencarai parameter parameter
tertentu .
Dalam roadmapnya PLTN ini akan beroperasi pada tahn 2016 , kalau
kontruksinya memakan waktu 7 tahun maka seharusnya dimulai tahun 2008 ini,
kalau kontruksinya dimualai 2008 tentunya sekarang sudah mulai persiapannya
( termasuk tender tender nya ) , cuma kelihatannya saat ini baru tahap Fatwa
fatwa dan istighosah 2 saja.serta Studi banding. Yg jelas karena Pasti
mundur entah sapai kapan , maka diversifikasi dg yang lain harus sudah
segera diputuskan , kalau enggak bakalan minus nanti , karena semuanya /
skenarionya sudah masuk dalam Energy Mix nasional ( peran / kontribusi
masing masing energi dalam memenuhi kebutuhan Nasional ).
Memang kalau Jerman konsen terhadap lingkungan besar sekali ( juga konsen
thd energi bersih ) . Di daerah Unterhaching dekat kota Munich ( kira kira
70 an Km dari Munich ) saat ini ada proyek PLTP yg dikerjakan oleh
konsursium Siemen yg akan beroperasi akhir tahun ini dimana hanya untuk
mendapatkan temp maks 120 drajat C harus mengebor sumur sampai lebih 3500 m
, saat ini ada 3 sumur yang hanya dapat memenuhi listrik 3.5 MW ( bisa
dibayangkan berapa harga per Kwh nya ) , Padahal di sini satu sumur saja
bisa ada yg sampai 40 MW lebih , itupun dg kedalaman 2000 an mtr , Jadi
ingat Pepatah " ayam mati dilumbung padi" , jaman sekarang yg mati bukan
ayamnyta tapi Listriknya.
ISM
ISM
Sent: Thursday, September 27, 2007 11:54 PM
Subject: [iagi-net-l] 25 tahun peneltian geologi untuk Deponi Nuklir
Gorleben
Rekan-rekan sahabat IAGI netter yang budiman,
Akhir-akhir ini di milis cukup gencar silang pendapat tentang rencana
pembangunan PLT-Nuklir di kawasan Gn Muria. PLTN Muria mungkin sudah 20
tahun lebih direncanakan, seingat saya waktu Habibie masih jadi Menristek
dan ketua BPPT. Namun permasalahannya hingga kini malah makin panjang,
seperti reaksi berantai nuklir. Masalah seperti ini bukan saja terjadi di
Indonesia, di negara majupun yang sudah ber Hi-Tech resistensi ini datang
bertubi-tubi dari segala penjuru dan menimbulkan "social bomb" dimana.
Sekitar awal tahun 90an, pernah masyarakat Jerman memblokir jalan kereta api
perbatasan Perancis - Jerman hanya karena rel yang akan dilewati "membawa
sampah nuklir" yang tingkat radiasinya sudah rendah". Pertentangan politik
antara kedua negarapun terjadi hingga bermingu-minggu! Nah salah satu lokasi
pembuangan sampah ini adalah "GORLEBEN" yang terletak diantara Hamburg dan
Hanover, Jerman. Secara tidak sengaja saya mendapatkan laporan lengkap
Gorleben (dalam bahasa Jerman) yang berupa manuskrip teranyar tahun 2007!
Intinya untuk pembuangan sampah nuklir ini dilakukan penelitian sejak tahun
1979 hingga sekarang! Penelitian geologi "tempat sampah" ini sangat lengkap,
mulai geologi permukaan, pemboran, geofisika, hingga detail hidrogeologi
serta pemodelannya! Gorleben terletak pada suatu kubah garam yang terkenal
dengan istilah "Zechstein" yang berasosiasi dengan sedimen Trias hingga
kapur. Sampah nuklirnya sendri sudah dibalut dalam drum anti radiasi, anti
karat, anti goncangan mekanik dsb...dan masih diletakan didalam terowongan
kubah garam ratusan meter dibawah tanah! Peneltian hidrogeologinya sangat
canggih, "pokoke" dupayakan supaya air tanah diatas dibawahnya tidak
tercemar radiasi radioaktif! Wow! 25 tahun hanya untuk tempat sampahnya!
Padahal Jerman tektonik tidak seperi Indonesia yang "hyperactive"! Nah
bagaimana dengan PLTN Muria? Sampahnya mau dibuang dimana ? Sudahkah
dipikirkan? Di Bantar Gebang atau Leuwi Gajah? Nah kalau dibuang di Leuwi
Gajah, pasti segera bersih! Tong atau Drumnya akan segera diambil pemulung!
Lumayan kan untuk tempat air! Tekonologi Nuklir bagaimanapun perlu kita
kuasai, namun Indonesia masih "buanyak" energi alternatif, seperti batubara,
gas hydrate disepanjang palung Nusantara pada kedalam 4000 meter, energi
angin sepanjang pantai, biodiesel, energi gelombang dsb. Ngomong-ngomong
kampus kita hanya 50 meteran dari reaktor nuklir BATAN dan sholat jumatnya
bahkan sebelah dinding reaktor he.he he! He.he doa kita bisa menahan
radiasi nuklir...enjoy with radiation
Salam
Andri Subandrio
----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits,
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI
mailing list.
---------------------------------------------------------------------