Rekan-rekan sahabat IAGI netter yang budiman, Akhir-akhir ini di milis cukup gencar silang pendapat tentang rencana pembangunan PLT-Nuklir di kawasan Gn Muria. PLTN Muria mungkin sudah 20 tahun lebih direncanakan, seingat saya waktu Habibie masih jadi Menristek dan ketua BPPT. Namun permasalahannya hingga kini malah makin panjang, seperti reaksi berantai nuklir. Masalah seperti ini bukan saja terjadi di Indonesia, di negara majupun yang sudah ber Hi-Tech resistensi ini datang bertubi-tubi dari segala penjuru dan menimbulkan "social bomb" dimana. Sekitar awal tahun 90an, pernah masyarakat Jerman memblokir jalan kereta api perbatasan Perancis - Jerman hanya karena rel yang akan dilewati "membawa sampah nuklir" yang tingkat radiasinya sudah rendah". Pertentangan politik antara kedua negarapun terjadi hingga bermingu-minggu! Nah salah satu lokasi pembuangan sampah ini adalah "GORLEBEN" yang terletak diantara Hamburg dan Hanover, Jerman. Secara tidak sengaja saya mendapatkan laporan lengkap Gorleben (dalam bahasa Jerman) yang berupa manuskrip teranyar tahun 2007! Intinya untuk pembuangan sampah nuklir ini dilakukan penelitian sejak tahun 1979 hingga sekarang! Penelitian geologi "tempat sampah" ini sangat lengkap, mulai geologi permukaan, pemboran, geofisika, hingga detail hidrogeologi serta pemodelannya! Gorleben terletak pada suatu kubah garam yang terkenal dengan istilah "Zechstein" yang berasosiasi dengan sedimen Trias hingga kapur. Sampah nuklirnya sendri sudah dibalut dalam drum anti radiasi, anti karat, anti goncangan mekanik dsb...dan masih diletakan didalam terowongan kubah garam ratusan meter dibawah tanah! Peneltian hidrogeologinya sangat canggih, "pokoke" dupayakan supaya air tanah diatas dibawahnya tidak tercemar radiasi radioaktif! Wow! 25 tahun hanya untuk tempat sampahnya! Padahal Jerman tektonik tidak seperi Indonesia yang "hyperactive"! Nah bagaimana dengan PLTN Muria? Sampahnya mau dibuang dimana ? Sudahkah dipikirkan? Di Bantar Gebang atau Leuwi Gajah? Nah kalau dibuang di Leuwi Gajah, pasti segera bersih! Tong atau Drumnya akan segera diambil pemulung! Lumayan kan untuk tempat air! Tekonologi Nuklir bagaimanapun perlu kita kuasai, namun Indonesia masih "buanyak" energi alternatif, seperti batubara, gas hydrate disepanjang palung Nusantara pada kedalam 4000 meter, energi angin sepanjang pantai, biodiesel, energi gelombang dsb. Ngomong-ngomong kampus kita hanya 50 meteran dari reaktor nuklir BATAN dan sholat jumatnya bahkan sebelah dinding reaktor he.he he! He.he doa kita bisa menahan radiasi nuklir...enjoy with radiation
Salam Andri Subandrio

