Secara ringkas, iya memang endapan Merapi lebih banyak terbuang ke sisi 
barat-baratdaya sepanjang sejarah, seperti uraian di bawah ini. Sedangkan 
letusan Merapi 2006, lebih banyak terbuang ke sisi selatan baratdaya.
   
  Merapi kalau dilihat dari atas udara lebih ”terbuka” lerengnya ke arah barat 
dan baratdaya menuju Magelang dan Muntilan (Borobudur). Ini di disebabkan di 
sisi ini tak ada produk endapan volkanik tua. Sementara di sisi selatan, 
tenggara, timur, timurlaut, utara dan baratlaut, endapan volkanik tuanya masih 
ada. 
   
  Ke mana hilangnya endapan volkanik tua ini di sisi ini ? Ada sebenarnya, 
hanya tertutupi endapan volkanik muda. Mengapa endapan volkanik muda 
berkonsentrasi di sisi baratdaya dan barat ? Karena inilah wilayah runtuhan 
lereng Merapi. Bagian yang lebih depresi tentu akan menjadi tempat mengendapnya 
sedimen yang lebih muda. Runtuhan lereng bagian barat dan baratdaya Merapi ini 
telah diselidiki lama oleh para ahli geologi sejak zaman Belanda, dan dibahas 
juga di dalam buku van Bemmelen (1949, cetak ulang 1972). Runtuhan ini 
disebutnya sebagai tectonic-gravity collapse of Merapi. Van Bemmelen, kalau 
diamati banyak menggunakan mekanisme tectonic-gravity collapse untuk 
menerangkan gejala2 geologi di Indonesia sebagai kompensasi isostatik atas 
suatu pengangkatan tektonik atau volkanik. 
   
  van Bemmelen pada tahun 1943 bahkan mengajukan sebuah argumen bahwa runtuhnya 
lereng barat-baratdaya Merapi ini terjadi pada zaman sejarah, yaitu pada 1006 
AD, bersamaan dengan terjadinya letusan katastrofik Merapi. Endapan letusan 
hebat ini telah mengubur Borobudur dan candi2 lainnya di Mataram dan telah 
membuat kerajaan Hindu/Budha Mataram mundur lalu penerusnya pindah ke Jawa 
Timur. Tahun 2006 yang lalu, diadakan “Volcano International Gathering” di 
Yogyakarta dengan mengundang pakar2 gunungapi dan yang berhubungan di seluruh 
dunia untuk berseminar sekaligus memperingati 1000 tahun letusan Merapi 
katastrofik 1006 AD.
   
  Benarkah Merapi meletus hebat sekali pada 1006 AD dan meruntuhkan lereng 
barat-baratdayanya, mengubur candi2 Budha dan Hindu di sekitarnya dan 
menghabisi Kerajaan Mataram ? Menarik mengkaji disertasi doktor Sri 
Mulyaningsih (UPN-ITB) tentang hal ini yang mendasarkan penelitiannya kepada 
pentarikhan karbon-14 pada banyak endapan volkanik Merapi terutama di sisi 
selatan Merapi. Juga, menarik mempelajari makalah dari Andreastuti et al. 
(2000) di Journal Volcanology and Geothermal Reserach, vol. 100, p. 51-67 yang 
mempelajari endapan2 Merapi berdasarkan studi tephrologi (tephra = endapan 
piroklastik),  atau dari Newhall et al (2000) di jurnal yang sama.
   
  Andreastuti et al.(2000) menafsirkan bahwa suatu letusan besar Merapi terjadi 
pada 1112 +/- 73 tahun BP (before present) (870-1003 AD). Newhall et al.(2000) 
menemukan tiga letusan besar Merapi terjadi pada 940 AD, 1080 AD, dan 1180 AD. 
Berdasarkan korelasi dan pentarikhan karbon-14, Sri Mulyaningsih (2005) 
menemukan sembilan letusan (besar) Merapi pernah terjadi di antara tahun 1006 
AD, tahun yang dimunculkan van Bemmelen (1949), yaitu pada : 878-880 AD, 940 
AD, 960 AD, 990 AD, 1020 AD, dan 1080 AD. 
   
  Kalau dipelajari, ada tiga faktor keberatan Sri Mulyaningsih (2005) atas 
argumen van Bemmelen (1943, 1949) : (1) tak terjadi letusan besar pada 1006 AD 
(ini sesuai dengan hasil pentarikhan absolut tefra Merapi dari peneliti2 lain), 
(2) suatu letusan besar mestinya akan meninggalkan mayat orang, bangkai 
binatang, atau produk kebudayaan lain di dalam endapannya (saya pikir ini 
seperti yang ditemukan dalam endapan letusan katastrofik Vesuvius 79 AD yang 
mengubur kebudayaan di Pompeii dan Herculaneum), (3) Kerajaan Mataram tak 
pindah ke Jawa Timur sesudah 1006 AD, tetapi pada 928 AD berdasarkan prasasti 
Sangguran (benar, sebab Mpu Sindok telah memerintah di Jawa Timur - Delta 
Brantas sejak 929 AD dan saat itu Mataram di Jawa Tengah sudah tak terdengar 
lagi).
   
   
  Salam,
  awang
  Secara ringkas, iya memang endapan Merapi lebih banyak terbuang ke sisi 
barat-baratdaya sepanjang sejarah, seperti uraian di bawah ini. Sedangkan 
letusan Merapi 2006, lebih banyak terbuang ke sisi selatan baratdaya.
   
  Merapi kalau dilihat dari atas udara lebih ”terbuka” lerengnya ke arah barat 
dan baratdaya menuju Magelang dan Muntilan (Borobudur). Ini di disebabkan di 
sisi ini tak ada produk endapan volkanik tua. Sementara di sisi selatan, 
tenggara, timur, timurlaut, utara dan baratlaut, endapan volkanik tuanya masih 
ada. 
   
  Ke mana hilangnya endapan volkanik tua ini di sisi ini ? Ada sebenarnya, 
hanya tertutupi endapan volkanik muda. Mengapa endapan volkanik muda 
berkonsentrasi di sisi baratdaya dan barat ? Karena inilah wilayah runtuhan 
lereng Merapi. Bagian yang lebih depresi tentu akan menjadi tempat mengendapnya 
sedimen yang lebih muda. Runtuhan lereng bagian barat dan baratdaya Merapi ini 
telah diselidiki lama oleh para ahli geologi sejak zaman Belanda, dan dibahas 
juga di dalam buku van Bemmelen (1949, cetak ulang 1972). Runtuhan ini 
disebutnya sebagai tectonic-gravity collapse of Merapi. Van Bemmelen, kalau 
diamati banyak menggunakan mekanisme tectonic-gravity collapse untuk 
menerangkan gejala2 geologi di Indonesia sebagai kompensasi isostatik atas 
suatu pengangkatan tektonik atau volkanik. 
   
  van Bemmelen pada tahun 1943 bahkan mengajukan sebuah argumen bahwa runtuhnya 
lereng barat-baratdaya Merapi ini terjadi pada zaman sejarah, yaitu pada 1006 
AD, bersamaan dengan terjadinya letusan katastrofik Merapi. Endapan letusan 
hebat ini telah mengubur Borobudur dan candi2 lainnya di Mataram dan telah 
membuat kerajaan Hindu/Budha Mataram mundur lalu penerusnya pindah ke Jawa 
Timur. Tahun 2006 yang lalu, diadakan “Volcano International Gathering” di 
Yogyakarta dengan mengundang pakar2 gunungapi dan yang berhubungan di seluruh 
dunia untuk berseminar sekaligus memperingati 1000 tahun letusan Merapi 
katastrofik 1006 AD.
   
  Benarkah Merapi meletus hebat sekali pada 1006 AD dan meruntuhkan lereng 
barat-baratdayanya, mengubur candi2 Budha dan Hindu di sekitarnya dan 
menghabisi Kerajaan Mataram ? Menarik mengkaji disertasi doktor Sri 
Mulyaningsih (UPN-ITB) tentang hal ini yang mendasarkan penelitiannya kepada 
pentarikhan karbon-14 pada banyak endapan volkanik Merapi terutama di sisi 
selatan Merapi. Juga, menarik mempelajari makalah dari Andreastuti et al. 
(2000) di Journal Volcanology and Geothermal Reserach, vol. 100, p. 51-67 yang 
mempelajari endapan2 Merapi berdasarkan studi tephrologi (tephra = endapan 
piroklastik),  atau dari Newhall et al (2000) di jurnal yang sama.
   
  Andreastuti et al.(2000) menafsirkan bahwa suatu letusan besar Merapi terjadi 
pada 1112 +/- 73 tahun BP (before present) (870-1003 AD). Newhall et al.(2000) 
menemukan tiga letusan besar Merapi terjadi pada 940 AD, 1080 AD, dan 1180 AD. 
Berdasarkan korelasi dan pentarikhan karbon-14, Sri Mulyaningsih (2005) 
menemukan sembilan letusan (besar) Merapi pernah terjadi di antara tahun 1006 
AD, tahun yang dimunculkan van Bemmelen (1949), yaitu pada : 878-880 AD, 940 
AD, 960 AD, 990 AD, 1020 AD, dan 1080 AD. 
   
  Kalau dipelajari, ada tiga faktor keberatan Sri Mulyaningsih (2005) atas 
argumen van Bemmelen (1943, 1949) : (1) tak terjadi letusan besar pada 1006 AD 
(ini sesuai dengan hasil pentarikhan absolut tefra Merapi dari peneliti2 lain), 
(2) suatu letusan besar mestinya akan meninggalkan mayat orang, bangkai 
binatang, atau produk kebudayaan lain di dalam endapannya (saya pikir ini 
seperti yang ditemukan dalam endapan letusan katastrofik Vesuvius 79 AD yang 
mengubur kebudayaan di Pompeii dan Herculaneum), (3) Kerajaan Mataram tak 
pindah ke Jawa Timur sesudah 1006 AD, tetapi pada 928 AD berdasarkan prasasti 
Sangguran (benar, sebab Mpu Sindok telah memerintah di Jawa Timur - Delta 
Brantas sejak 929 AD dan saat itu Mataram di Jawa Tengah sudah tak terdengar 
lagi).
   
   
  Salam,
  awang


kartiko samodro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Hendak bertanya

apakah memang gunung merapi pernah meletus besar ke arah barat daya ?
dan apakah tahun lalu 2006 , merapi meletus ke arah barat daya ?

terima kasih infonya


       
---------------------------------
Don't let your dream ride pass you by.    Make it a reality with Yahoo! Autos. 

Kirim email ke