Di bawah ada kutipan berita tentang status Gunung Kelud dari Kompas dan Antara.
Berita2 di TV sore ini melaporkan sehari setelah Gunung Kelud dinaikkan
statusnya menjadi awas, malah gunung ini menunjukkan penurunan aktivitas.
Melihat aktivitasnya menurun, beberapa pengungsi kembali ke tempat tinggalnya.
PVMBG tak hendak segera mengembalikan status Kelud ke "siaga". "Akan dilihat
beberapa hari ini dulu", kata Pak Surono, kepala PVMBG (pusat vulkanologi dan
mitigasi bencana geologi).
Menjelang letusan tahun 1990, temperatur kawah 40C (saat ini 37,8 C) dan buih
putih memenuhi kawah (saat ini masih setempat2). Kelihatannya Kelud tak gampang
diprediksi mau ke mana ulahnya.
Seperti biasanya, tak semua masyarakat mau menuruti pengaturan dari Satkorlak
Bencana Alam, mereka memilih menggelar tikar di jalan depan rumahnya dengan
mobil siap dilarikan andai letusan terjadi; padahal lingkaran 10 km dari puncak
harusnya dikosongkan. Yang menurut mengungsi hanya orang2 yang sudah sepuh dan
anak2.
salam,
awang
Status Gunung Kelud, Awas
BANDUNG, KOMPAS - Status Gunung Kelud dinaikkan dari siaga
menjadi awas. Status awas adalah yang tertinggi dan paling
berbahaya. Meningkatnya gempa vulkanik dalam di Gunung Kelud
menjadi salah satu penyebabnya.
Demikian dikatakan Kepala Pusat Mitigasi dan Bencana Geologi
Departemen Sumber Daya Energi dan Mineral, Surono di Bandung,
Selasa (16/10) sore.
Menurut Surono, hal ini dilakukan sehubungan meningkatnya
aktivitas vulkanik yang tercatat pukul 11.00 17.00 pada
tanggal 16 Oktober 2007. Berdasarkan pengamatan, terjadi 67
gempa vulkanik dangkal. Hal ini menujukan keadaan di Kelud
semakin kritis dan selanjutnya berpotensi disusul letusan.
Oleh karena itu, ia mengatakan sejak pukul 17.24 WIB,
pihaknya
menaikan status Kelud dari siaga menjadi awas. Dengan status
ini, pihaknya lantas merekomendasikan agar masyarakat yang
berada dalam radius 10 Kilometer mengungsi. Selain itu,
masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas di dalam atau
sekitar bantaran sungai yang berhulu di atau dari puncak
Kelud. (CHE)
Gunung Kelud Makin Kritis
KEDIRI, SELASA--Kondisi Gunung Kelud di Jatim yang berada
di
ketinggian 1.731 meter dari permukaan laut semakin kritis,
setelah diguncang 70 kali kegempaan selama enam jam terakhir,
Selasa (16/10) siang disertai peningkatan temperatur danau
kawah.
"Kondisinya memang terus menunjukkan adanya aktivitas, tapi
kami masih belum bisa mengambil keputusan untuk menaikkan
status Gunung Kelud dari Siaga (Level III) menjadi Awas
(Level
IV)," kata penyelidik aktivitas Gunung Kelud, Ugan Saing, di
Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Kelud di Dusun Margomulyo,
Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jatim,
Selasa sore.
Ia menyebutkan, selama pukul 06.00 hingga 12.00 WIB telah
terjadi 70 kegempaan yang terdiri dari 67 kali gempa dangkal,
dua kali gempa tremor, dan satu kali gempa tektonik jauh.
Hal itu memicu naiknya suhu air danau kawah Gunung Kelud yang
berada di ketinggian 1.114 meter dari permukaan laut itu
selama enam jam tersebut, yakni 37,8 derajat celsius pada
kedalaman 15 meter, 37 di kedalaman 10 meter, dan 36 pada
bagian permukaan.
Sedangkan warna air danau yang terpantau dari kamera sirkuit
(CCTV) PPGA Margomulyo menunjukkan, dominasi warna hijau
meski
ada gelembung-gelembung putih.
Dibandingkan sehari sebelumnya, aktivitas gunung api yang
berada di wilayah perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar dan
Malang, Jatim itu, mengalami peningkatan yang cukup
signifikan.
Pemantauan dari PPGA Margomulyo, Senin (15/10), hanya terjadi
satu kali gempa vulkanik dan satu kali gempa tektonik. Sedang
gempa tremor dan gempa dangkal yang merupakan bagian dari
pertanda adanya kenaikan aktivitas gunungapi secara
signifikan, justru tidak terjadi pada hari itu.
Sementara saat itu, suhu air danau kawah terpantau 37,5
derajat Celsius (kedalaman 15 meter), 36,7 derajat Celsius
(kedalaman 10 meter), dan 35,1 derajat Celsius (permukaan).
Selama enam jam tersebut, tercatat satu kali gempa vulkanik
dan satu kali gempa tektonik, sedang gempa tremor dan gempa
"Low Frequency" tercatat nihil.
"Peningkatan intensitas kegempaan dan temperatur danau kawah
ini memang bukan salah satu faktor yang menentukan dalam
memutuskan status Gunung Kelud, ada beberapa faktor lain yang
masih dalam penyelidikan sebelum menaikkan status menjadi
Awas," kata Ugan Saing menjelaskan.
Beberapa saat sebelum terakhir kali meletus pada 10 Februari
1990, suhu air danau kawah Gunung Kelud mencapai 40 derajat
Celsius. (Antara/Awe)
---------------------------------
Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on
Yahoo! TV.