Dari tengah malam tadi sampai pagi ini, saudara-saudara kita di Sumbawa tengah 
berhadapan dengan gempa. Belasan rumah rusak dan runtuh, belasan luka2, dan 
seorang tewas menurut berita MetroTV pukul 05.00 tadi. Gempa dilaporkan terjadi 
sekali hampir setiap jam dengan magnitude di atas 6 SR.
   
  Gempa utama dilaporkan BMG terjadi pada pukul 00.02.17 26 November 2007 
dengan magnitude 6,7 SR (6.4 Mw menurut USGS). Pusat gempa pada 8.299 degS dan 
118.385 deg E berasal dari kedalaman 30 km. Secara geografis, pusat gempa ini 
terjadi di pantai utara Sumbawa di Teluk Sanggar, sekitar 30 km sebelah timur 
tenggara Gunung Tambora, atau 40 km sebelah barat baratlaut Bima.
   
  Data USGS prototype centroid moment tensor solution menunjukkan pematahan 
batuan pada pusat gempa berupa sesar naik-mendatar dengan jurus 61 NE dan 
kemiringan 33 deg. Dilaporkan tidak terjadi tsunami ke arah Sumbawa mungkin 
karena magnitudenya berada di ambang batas minimal tsunami-genic earthquake, 
pematahan batuannya tidak murni dip-slip, dan lokasinya di pantai.
   
  Secara regional, gempa ini diakibatkan oleh subduksi kerak samudera Flores di 
bawah Sumbawa yang terkenal sebagai jalur Flores (mega) Thrust. Dalam 15 tahun 
terakhir, gempa2 besar di utara Sumbawa dan Flores ini menyebabkan tsunami yang 
besar, seperti pernah dialami Maumere pada tahun 1990-an. Sumbawa dan Flores, 
serta ujung timur Lombok, terangkat oleh double subduction dari utara dan 
selatan. Dari utara adalah oleh Flores (mega) Thrust dan dari selatan oleh 
subduksi kerak samudera Hindia. Sebaran kedalaman episentrum di sekitar pulau2 
ini pun menjadi rumit, terutama di sebelah utara, tempat berkumpulnya 
episentrum gempa2 dalam asal subduksi kerak Hindia sampai kedalaman > 500 km, 
bersatu tempat dengan gempa2 dangkal < 70 km asal Flores (mega) Thrust.
   
  Flores Thrust sendiri mengalami "evolusi". Peta lama Warren Hamilton menaruh 
batas baratnya di sebelah utara bagian tengah Sumbawa. Kini, ia juh lebih ke 
barat sampai di sebelah utara timur Lombok. Tetapi, jejaknya sesungguhnya masih 
terus sampai ke ujung utara Jawa Timur. Gempa Situbondo beberapa bulan yang 
lalu terjadi di jejak sesar besar ini.
   
  Semoga gempa yang datang ketika rakyat Sumbawa utara tengah tidur lelap ini 
tak banyak memakan korban. Sebagian besar dari kita memang tidur bersama gempa 
(sleeping with earthquake !).
   
  salam,
  awang

       
---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

Kirim email ke