“On the Shoulders of Giants : The Great Works of Physics and Astronomy” adalah 
judul sebuah buku setebal bantal (1266 halaman) yang memuat karya-karya asli 
tokoh2 sains masa lalu : Nicolaus Copernicus, Galileo Galilei, Johannes Kepler, 
Isaac Newton, dan Albert Einstein. Karya2 utama kelima tokoh ini dikumpulkan 
menjadi satu buku dan dilengkapi dengan biografi masing2 tokoh oleh Stephen 
Hawking, ahli fisika teoretis terkenal. Maka, buat peminat matematika, fisika, 
dan astronomi buku ini sangat penting sebab di dalam buku ini dapat dipelajari 
langsung bagaimana pemikiran2 asli Copernicus sampai Einstein. Kalau tidak 
dikumpulkan dalam satu buku, pasti akan sangat sulit menemukan karya2 asli 
tokoh2 tersebut. Keuntungan lain buku ini adalah bahwa adikarya2 itu telah 
diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris karena semula karya2 tersebut tertulis 
dalam bahasa Latin, Jerman, dan Italia.
   
  Buku ini diterbitkan oleh Running Press, Philadelphia dan London. Saat saya 
membelinya dua tahun yang lalu (Desember 2005) harganya 22 US$, tidak mahal 
bila melihat isinya yang luar biasa. Saya dulu membelinya di sebuah toko buku 
di Sugarland , dekat Houston, Texas. Kalau berminat, barangkali buku ini bisa 
dicari di situs www.amazon.com atau situs penerbitnya www.runningpress.com. 
Bila dijual di Indonesia, tentu harganya paling tidak akan sekitar dua kali 
harganya di luar negeri. 
   
  Buku ini berat, baik bobotnya maupun isinya. Maka, buku ini lebih baik 
sebagai referensi saja, bukan untuk ditekuni lembar demi lembar sebab akan 
banyak sekali memakan waktu, kecuali, kalau kita mau menghabiskan sisa waktu 
kita mempelajari seluruh pemikiran tentang Alam Semesta dari zaman Copernicus 
sampai Einstein; seperti salah satu kata-kata sambutan yang ditulis di bagian 
depan buku, 
   
  “On the Shoulders of Giants” is a massive, well-bounded tome. If you could 
take only one book to a desert island, this would be enough to keep you 
thinking for the rest of your life” (Hugh McCarroll dalam “the Sunday Star 
Times”).
   
  Setelah bab tentang Pendahuluan, dimulailah biografi dan karya Nicolaus 
Copernicus (1473-1543). Karya Copernicus “On the Revolution of Heavenly 
Spheres” (aslinya dalam bahasa Latin “De revolutionibus orbium colestium” – 
1543, ditampilkan utuh dalam 384 halaman. Berikutnya, adalah biografi dan karya 
Galileo Galilei (1564-1642), “Dialogues Concerning Two New Sciences” (aslinya 
dalam bahasa Italia “Discorsi e Dimostrazioni Matematiche, intorno a due nuoue 
scienze” – 1638, setebal 228 halaman. Kemudian, adalah biografi  dan karya 
Johannes Kepler (1571-1630), “Harmony of the World” (aslinya “Harmonices Mundi” 
-1618). Dalam kumpulan ini, karya Kepler yang dipilih adalah Harmony of the 
World buku ke lima. Kepler menulis buku tersebut sebanyak lima volume, buku ke 
limanya ditampilkan setebal 90 halaman. Menyusul Kepler, adalah biografi  dan 
karya Isaac Newton (1643-1727), “Principia” setebal 428 halaman, diterjemahkan 
dari bahasa aslinya dalam bahasa Latin “Philosophiae naturalis
 principia mathematica” -1687. Yang terakhir adalah karya Albert Einstein 
(1879-1955), “The Principle of Relativity” berupa enam artikelnya tentang 
relativitas, dikumpulkan dan diterjemahkan dari buku aslinya yang berbahasa 
Jerman “Des Relativitatsprinzip” – 1922.
   
  Judul buku ini sebenarnya diambil dari sebuah surat Isaac Newton kepada 
Robert Hooke pada tahun 1676. Newton menulis, “If I have seen farther, it is by 
standing on the shoulder of giants”. Newton saat itu sedang dielu-elukan karena 
penemuannya di bidang optika, dan ia merendah dengan menulisnya bahwa 
penemuannya hanya didasarkan kepada penemuan2 lain sebelumnya yang ditemukan 
para ”raksasa” sains.
   
  Buku ini menarik karena merangkai pemikiran2 dari tokoh2 pada zamannya dalam 
kurun waktu sekitar 450 tahun dari Copernicus sampai Einstein, dari Copernicus 
yang menyatakan bahwa Bumilah yang mengorbit Matahari sampai ke Einstein yang 
menyatakan bahwa ruang dan waktu melengkung dan dibungkus oleh massa dan 
energinya.
   
  Berkut ringkasan isi setiap karya kelima tokoh sains tersebut.
   
  Dalam karyanya, Copernicus dengan tepat mengatakan bahwa Bumi berputar pada 
porosnya, bahwa Bulan berputar mengelilingi Matahari dan Bumi, dan semua planet 
mengelilingi Matahari. Walaupun teori heliosentris telah dikemukakan 
Aristarchus 700 tahun sebelum Copernicus, Copernicuslah yang pertama kali 
mengemukakan teori heliosentris secara terperinci dan disertai perhitungan2 
matematika (terutama geometri). Karyanya terdiri atas enam buku, banyak hukum 
dan teorema dikemukakan, perhitungan2 geometri terutama lingkaran dan banyak 
sekali tabel posisi benda2 langit. Copernicus memulai dengan teori bahwa dunia 
itu bulat, Bumi juga bulat, dan bagaimana daratan dan lautan membentuk sebuah 
bola Bumi. Kemudian bahwa gerakan semua benda langit itu teratur, berbentuk 
lingkaran, dan abadi. Copernicus juga membahas pemikiran mengapa Bumi dianggap 
sebagai pusat dunia dan alasannya bahwa pemikiran itu salah.  Banyak sekali 
teorema yang dikemukakannya, dilengkapi dengan analisis geometrid
 dan tabel2 posisi benda langit. Karya Copernicus ini menyediakan jalan untuk 
Galileo dan Kepler, lalu Newton menuntaskan hukum2 benda langit.
   
  Galileo Galilei dalam karyanya menghadirkan tiga tokoh fiktif yaitu : 
Salviati, Sagredo, dan Simplicio yang saling bertanya jawab soal sistem gerak 
benda langit secara geosentris (sistem Ptolemaeus) yang saat itu didukung 
kepercayaan Gereja dan dianut masyarakat, dan secara heliosentris yang 
dikemukakan oleh Copernicus. Sagredo adalah orang yang gemar bertanya hal2 
ilmiah. Simplicio adalah penganut sistem geosentris yang tunduk kepada 
kekuasaan. Salviati adalah juru bicara Galileo sendiri yang membela sistem 
heliosentris. Dialog berlangsung selama empat hari sebab bukunya dibagi atas 
hari pertama sampai hari keempat. Meskipun buku ini dimaksudkan bukan sebagai 
bacaan berat, tetap saja Galileo tak bisa menghindarkan diri dari analisis2 
geometri. Galileo secara terang-terangan membela teori Copernicus di dalam buku 
dialog itu.  Meskipun mendapat izin terbit dari Gereja, seorang pastor yang 
tersinggung cukup membawa Galileo ke penjara rumah selama sisa hidupnya. Tetapi,
 penjara rumahnya ini adalah saat2 terbaik Galileo mengembangkan pekerjaan2nya 
di bidang matematika dan astronomi.
   
  Kepler menulis lima buku Harmonies of the World. Dalam seri ini Kepler 
mengemukakan teorinya tentang harmoni musik, astrologi, geometri, dan 
astronomi. Di dalamnya juga ada penjelasan tentang hukum ketiga gerak planet, 
hukum yang akan dipakai Isaac Newton sekitar 60 tahun kemudian, yang menyatakan 
bahwa jarak rata2 pangkat tiga Matahari dan planet2nya berbanding lurus dengan 
periode pangkat dua planet2 mengelilingi Matahari. Dalam karyanya itu Kepler 
merasa telah menemukan logika Tuhan dalam merancang Alam Semesta. Jilid 
terakhir buku ini, yaitu jilid kelima ditampilkan dalam On the Shoulders of 
Giants ini. Di jilid ke lima ini, Kepler membahas tentang : lima gambar benda 
padat yang teratur, hubungan antara rasio harmonis dan lima gambar teratur, 
ringkasan doktrin astronomi untuk spekulasi tentang harmoni benda langit dan 
hubungan antara harmoni gerak benda langit dan harmoni musik. Di dalam buku ini 
tercampur antara sains, estetika, theology, dan numerology.
   
  Dalam Principia, Newton menggabung penemuan2 Copernicus, Galileo, Kepler, dan 
yang lainnya ke dalam suatu simfoni dinamika yang baru. Principia bisa dianggap 
sebagai karya fisika teoretis pertama, merupakan karya paling penting dalam 
sejarah sains, dan merupakan fondasi sains bagi pandangan dunia moderen. Dalam 
Principia, Newton mengemukakan tentang hukum2 gerak (mekanika) dan gravitasi. 
Principia dimuat secara utuh di dalam buku ini. Buku Principia didahului oleh 
definisi2 (delapan definisi), lalu aksioma2 dan hukum2 tentang gerak (tiga 
hukum Newton yang terkenal itu). Inilah bunyi hukum I Newton (terjemahan dari 
bahasa aslinya) : “every body perseveres in its state of rest, or of uniform 
motion in a right line, unless it is compelled to change that state by forces 
impressed thereon”. Hukum Newton II : “The alteration of motion is ever 
proportional to the motive force impressed; and is made in the direction of the 
right line in which that force is impressed”. Hukum
 Newton III : “To every action there is always opposed an equal reaction : or 
the mutual actions of two bodies upon each other are always equal, and directed 
to contrary parts”. Lalu, dimulailah bukunya. Buku I : gerak benda2 memuat 98 
proposition (samacam teorema) dan 48 problem/kasus gerakan. Buku ini penuh 
dengan lemma/definisi/aksioma/hukum bersama analisis geometrinya. Buku II : 
masih tentang gerak benda2 termasuk mekanika fluida, buku ini memuat 53 
proposition dan 41 teorema. Buku III : system of the worlds, penerapan hukum2 
gerak kepada benda2 langit, terdiri atas 42 proposition dan 22 kasus. Di dalam 
buku ketiga ini, Newton mencantumkan hukum gravitasinya yang terkenal “All 
matter is mutually attracted with a force directly proportional to the product 
of their masses and inversely proportional to the square of distance between 
them. Hukum gravitasi semesta ini diterangkan menjelaskan gerak2 planet (saat 
itu baru dikenal enam planet), juga gerak bulan, komet,
 equinoxes, dan pasang. 
   
  Karya Einstein yang dimuat dalam buku ini adalah keenam makalahnya yang 
berjudul (terjemahan dari bahasa Jerman) : (1) On the electrodynamics of moving 
bodies, (2) Does the inertia of a body depend upon its energy-content ?, (3) On 
the influence of gravitation on the propagation of light, (4) The foundation of 
the general theory of relativity, (5) Hamilton’s principle and the general 
theory of relativity, (5) Cosmological considerations on the general theory of 
relativity, (6) Do gravitational fields play an essential part in the structure 
of the elementary particles of matter ? Makalah pertama menjadi dasar teori 
relativitas khusus. Makalah kedua mengerjakan kembali persamaan Maxwell-Hertz 
tentang energi elektromagnetik, dan Einstein menemukan bahwa bila sebuah benda 
memberikan energi sebesar L dalam bentuk radiasi, maka massanya berkurang 
mengikuti L/c square (kuadrat), ini adalah dasar E = mc sq, rumus Einstein yang 
sangat terkenal (ternyata itu hanya berasal dari
 makalah dua lembar saja). Pada makalah ketiga, Einstein meramalkan bahwa 
cahaya dapat dibelokkan oleh medan gravitasi, dan beberapa tahun kemudian 
pengamatan astronomis membuktikan ketepatan perhitungan Einstein ini. Makalah 
ke-4 sampai ke-6 menjelaskan dengan sistematik teori relativitas umum Einstein. 
Di ketiga makalahnya ini Einstein menerangkan tentang : Pemikiran dasar 
postulat relativitas, space-time continuum, relasi empat koordinat untuk 
mengukur ruang dan waktu, formulasi matematika untuk persamaan kovarian 
(kontravarian dan kovarian empat-vektor, tensor suku banyak dan tingkat tinggi, 
multiplikasi tensor, formasi tensor oleh diferensial, dan tensor 
Riemann-Christoffel), teori medan gravitasi, fenomena materi, persamaan Euler 
untuk fluida adiabatic yang tak punya gayagesek, teori Newton, kelakuan jam 
dalam medan gravitasi static, pembengkokan berkas cahaya, gerak perihelion 
orbit planet, dasar variasi dan persamaan medan gravitasi dan materi, 
memisahkan eksistensi
 medan gravitasi, teori Newton tentang kosmos, kondisi pembatasan menurut teori 
umum relativitas, sistem alam semesta yang secara ruang terbatas dengan 
distribusi materi yang seragam, terminologi tambahan untuk persamaan medan 
gravitasi, berkurangnya massa karena medan gravitasi, persamaan medan tanpa 
perhitungan skalar, dan pertanyaan2 kosmologi. Semua makalah Einstein di atas 
penuh dengan matematika tingkat tinggi dan uraian2 yang selalu terhubung ke 
perumusan matematika. Maka, memang benar bahwa Einstein adalah seorang ahli 
fisika teoretis yang mengutak-atik rumus dan rumus. Meskipun demikian, toh apa 
yang dirumuskannya memang terbukti dalam kehidupan nyata, dari serenik atom 
sampai seluas Alam Semesta. 
   
  Demikianlah ringkasan isi kelima karya klasik Copernicus, Galileo, Kepler, 
Newton, dan Einstein dalam buku “On the Shoulder of Giants” ini. Penggemar 
matematika, fisika, dan astronomi  pasti akan mendapatkan kepuasan mempelajari 
semua karya tokoh-tokoh sains ini. Stephen Hawking, yang sering dianggap 
sebagai ahli fisika teoretis paling brilian sejak Einstein dan memegang posisi 
yang pernah diduduki Isaac Newton di University College, Oxford, dengan baik 
menghimpun karya2 para raksasa dalam sains ini secara kronologis, membuat 
biografinya, dan mengantar karya2nya. 
   
  Hawking sendiri mengerjakan hukum2 dasar yang mengendalikan Alam Semesta. 
Bersama ahli fisika Roger Penrose, Hawking menunjukkan bahwa teori relativitas 
umum Einstein berimplikasi bahwa ruang dan waktu akan mempunyai permulaan dalam 
suatu Big Bang dan akan berakhir dalam black holes. Hawking juga menunjukkan 
bahwa penting untuk menyatukan Relativitas Umum dengan Teori Kuantum. Satu 
konsekunsi penyatuan ini adalah bahwa  black holes tak akan benar2 hitam, 
tetapi memancarkan cahaya juga walaupun akhirnya akan lenyap. Implikasi lain 
adalah bahwa Alam Semesta tak bertepi atau batas dalam waktu imajiner. 
   
  Menutup uraian ini, menarik untuk mengutip kata-kata Einstein, “The truth of 
a theory is in your mind, not in your eyes”. Ini diucapkan Einstein sebab ia 
mencari pemahaman misteri kosmos menggunakan pikirannya, bukan matanya – 
Einstein bukan ahli astronomi yang menggunakan teleskop. Kita para ahli geologi 
menggunakan baik pikiran kita maupun mata kita dalam membangun teori, bukankah 
begitu ?
   
  salam,
  awang 

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke