Sebuah pesan singkat dari seorang teman di Pertamina barusan saya terima : 
   
  "Inna lillahi wa inna illahi rojiun, telah meninggal dunia Bapak Nandang 
Heriyanto, di RS MMC Jakarta pukul 14.45. Jenazah akan dibawa ke Yogya sore ini"
   
  Beberapa jam sebelumnya, ada pesan singkat yang menyatakan Pak Nandang dalam 
keadaan kritis. Setelah dirawat di MMC beberapa minggu ini karena gangguan 
liver (cerosis ?), akhirnya Pak Nandang dipanggil Yang Mahakuasa siang ini. 
   
  Selamat jalan Pak Nandang, semoga kelak mendapatkan tempat yang layak di 
sisi-Nya. Keluarga, kerabat, dan teman2 yang ditinggalkan semoga diberikan 
ketabahan dan kekuatan menghadapi kedukaan ini.
   
  Bagi yang mengenal Pak Nandang tentu punya kesan sendiri-sendiri. Pak Nandang 
yang saya panggil Mas Nandang adalah senior saya saat di Pertamina 1990-1996. 
Pertama kali mengenalnya, saya agak takut karena Mas Nandang terkenal tukang 
menguji junior2-nya. Setelah makin mengenalnya dan banyak berinteraksi 
dengannya, kebiasaannya itu adalah wujud kepeduliannya terhadap para juniornya. 
Mas Nandang memberikan tugas dan menguji junior2nya dalam rangka mendidik 
junior2nya. 
   
  Pengetahuannya luas dan detil. Itu dilengkapi dengan kemampuan manajerial dan 
organisasinya yang baik. Setelah beberapa tahun tak dalam satu organisasi lagi, 
dan saya pun sudah menjadi senior pula, Mas Nandang yang sudah menduduki 
jabatan manajer masih menyukai hal2 teknis dan Mas Nandang pun tak pernah 
gengsi untuk bertanya kepada saya juniornya yang dulu pernah diujinya, atau 
meminta paper2 terbaru saya. 
   
  Pak Nandang pernah di Pertamina BPPKA pada pertengahan tahun 1990-an, dan 
buku2 biru Petroleum Geology of Indonesia belasan volume itu adalah prakarsanya 
yang sekaligus disuntingnya sebagai editor selama Pak Nandang di Pertamina 
BPPKA. Kemampuan manajerial dan teknisnya yang baik, kerja samanya yang baik 
dengan para geosaintis di KPS2 saat itu  telah membawanya kepada terbitnya 
buku2 itu.
   
  Saya kehilangan seorang senior yang baik. Saya kehilangan seorang motivator 
yang baik. Saya kehilangan seorang patron yang baik.  Selamat jalan Pak 
Nandang, sikapmu dan karyamu akan tetap dikenang.
   
  Mors et fugacem persequitur virum 
  Kematian akan mengejar siapa pun yang lari di depannya
   
  Memento mori
  Ingatlah akan kematian (baik2lah hidup di dunia)
   
  Semua yang hidup akan mati. Mati bukan akhir segalanya. 
   
  Mors ianua vitae
  Kematian adalah pintu kepada kehidupan
   
  salam duka, 
  awang

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke