Mengenai peristilahan, secara akademik, high pressure = highly pressurized = 
overpressure. Ada juga literatur yang menyebutnya dengan istilah geopressure, 
yang bermakna sama dengan overpressure tersebut. Referensinya bisa terhadap 
gradient hydrostatic air tawar atau terhadap brine, tergantung dari jenis air 
formasinya, apakah tawar atau brine. Dalam praktik pemboran, kadang-kadang juga 
dikenal istilah “hard overpressure” (mungkin ekuivalent dengan highly 
pressurized?); kondisi dimana  marjin formation pressure dengan fracture 
pressure sangat dekat, sehingga harus hati-hati ketika akan meng-counter-nya 
dengan menaikkan mudweight: jangan-jangan bisa memecahkan formasi.
 
Kalau jenis air formasinya adalah fresh (yang memberikan nilai hydrostatic 
pressure gradient sebesar kurang lebih 0.44 psi/ft), kelebihan 500 psi pada 
kedalaman 8000 ft sudah termasuk ovepressure. Kelebihan 500 psi pada kedalaman 
8000 ft ini ekivalen dengan pressure gradient sebesar 0.503 psi/ft dan bisa 
disetarakan dengan mudweight seberat 9.67 ppg atau 1.16 sg/density equivalent. 
Kayak-kayaknya sih overpressure sebesar 500 psi pada kedalaman 8000 ft ini 
tidak terlalu berat buat kawan-kawan di pemboran (cmiiw…). Mungkin kalau 
kelebihan 500 psi itu terjadi pada kedalaman 3000 ft, bisa jadi agak berbahaya, 
karena ini ekivalen dengan 0.61 psi/ft dan setara dengan mudweight seberat 
11.68 ppg atau 1.4 sg (cmiiw lagi…).
 
Overpressure bisa terjadi dimana saja, termasuk di turbidit. Kawan-kawan yang 
bekerja di deepwater Kutai Basin mungkin bisa lebih membantu menjelaskan hal 
ini. 
 
Overpressure ini terjadi di shale dan di reservoir; overpressure yg berbahaya 
bagi pemboran adalah di reservoir, karena permeability yang tinggi, yang 
mengakibatkan kalau terjadi underbalance, mobility fluida masuk ke lubang bor 
menjadi sangat cepat atau seketika itu juga. Kalau kita membor dengan kondisi 
underbalance di shale saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk 
terjadinya kick ini, yang jelas tidak seketika itu juga. Nathan jago dalam hal 
ini... Dalam lingkungan yang sudah well-known tidak terdapat “hard 
overpressure” atau dari prediksi permulaan sepertinya keberadaan “hard 
overpressure” ini adalah less likely, malahan kick ini bisa dimanfaatkan untuk 
mendeteksi keberadaan reservoir. Seorang kawan pernah bilang bahwa di interval 
tertentu di deepwater Kutai Basin, pemboran dilakukan dengan teknik “slightly 
underbalance”: ada sedikit kick berarti ada reservoir.  
 
Overpressure di shale digunakan untuk memprediksi besar overpressure di sand 
yang berada di sekeliling shale tersebut. Teknik ini digunakan oleh sang guru 
overpressure Eaton untuk melakukan prediksi overpressure dari wireline logs.
 
Btw, overpressure ini menurut saya termasuk domain geologi juga. AAPG 
menerbitkan 4 Memoirs sehubungan dengn overpressure ini: Memoir 4 (Fluid in 
subsurface environment), Memoir 61 (Basin compartments and seal), Memoir 70 
(Abnormal pressure in hydrocarbon environment), dan Memoir 76 (Pressure regimes 
in sedimentary basins and their prediction). Dari tanah air, yang saya ketahui, 
Pak Aussie membahas overpressure di Lapangan Handil (IAGI 1989), dan Pak Lambok 
membahas underpressure dan implikasinya terhadap kondisi hidrodinamik di 
Illinois Basin (PhD thesis, 1992).
 
Mudah-mudahan bisa membantu.

Salam,
Agus



----- Original Message ----
From: Bambang Satya Murti <[EMAIL PROTECTED]>
To: IAGI NET <[email protected]>
Sent: Saturday, February 2, 2008 3:37:16 AM
Subject: [iagi-net-l] High Pressure atau OverPressure

Saat mengebor, atau mereview data sumur, kita sering berhadapan dengan kedua 
istilah tersebut. Ini mungkin bidang-nya Kang Shofie dan Mas Gumilar. 
Lha kalau geologist ya ngertinya shale - sandstone - limestone - coal - 
etc...Yang sering bikin puyeng, kapan sebetulnya suatu interval itu dinamakan 
"normally pressurized", "high pressure", "highly pressurized", "over 
pressured", atau justru "under pressure". Sebetulnya referensi-nya dilakukan 
terhadap apa ya? Apakah gradien hydrostatik air tawar? Brine?
Kalau misalnya, suatu interval, memiliki kelebihan pressure sebesar 500 psi 
dari gradien air tawar, let's say pada kedalaman 8000' TVDSS, apakah itu masuk 
kategori "high pressure" atau sudah "over pressure" ya?
Ada yang pernah menemukan kasus Over Pressure di environment turbidit (ini juga 
rapid deposition kan)?. 
Terminologi ini sebetulnya di implementasi kan ke shale atau ke reservoir ya?
Atau barangkali rekan-rekan lainnya bisa memberi pencerahan?

Salam,
Bambang


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke