Gas Methane Hydrate sudah mulai dilirik dari dulu oleh perusahaan2 besar di US saat mereka ngebor deep water play.
Seperti halnya Chevron di Gulf of Mexico dan BP di Prudhoe Bay (North Slope Alaska). Bahkan Chevron punya R&D yang khusus meneliti methane hydrate tersebut. Umumnya methane hydrate ini berasosiasi dgn deep water play seperti hal nya di Selat Makassar. Kang Yusak tahu banyak tuh soal ini, soalnya kan di daerahnya dulu banyak methane hydrate ini. Khusus untuk CBM, sama juga ceritanya. Di New Mexico dan Alberta-Calgary, CBM ini bnayak diotak-atik. Sampe beberapa university ikut berpartisipasi dalam pengembangan CBM ini, salah satunya CSM melalui project Reservoir Characterizationnya yang dipegang Tom Davis. Mungkin kedepannya di Indo, sumber daya alternative semacam ini bisa dikembangkan. -doddy- -----Original Message----- From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, 04 February, 2008 12:14 PM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Fwd: Re: [Geo_unpad] Methane Hydrate Question Pak Rovicky, Periode empat tahun sejak eksplorasi (penemuan lapangan) sampai produksi adalah periode yang amat singkat untuk kasus2 di Indonesia, kebanyakan 7-10 tahun, bahkan lebih (untuk lapangan2 besar dengan cadangan di atas 50 MMBO). Penyebab tertundanya banyak, baik dari pihak Operator, Pemerintah, dan banyak faktor eksternal lain (pasar, iklim investasi migas, masyarakat lokal, dll.) Sangat lama memang, tidak sejalan dengan keinginan segera meningkatkan produksi. Pemerintah mencari cara dengan POP (put on production), di mana bila ada sumur2 eksplorasi yang menemukan dan lokasinya dekat jalur fasilitas produksi, maka migas-nya bisa langsung diikatkan ke jalur pipa produksi yang ada. Di Selat Makassar belum ada konsesi khusus eksplorasi dan eksploitasi gas hidrat. Gas hidrat banyak ditemukan di blok2 aktif di wilayah Selat Makassar baik di sisi Kalimantan maupun sisi Sulawesi. Operator2 yang bekerja di sana selama ini tidak memandangnya sebagai potensi energi tetapi potensi drilling hazard, maka studi2 yang ada baru menyangkut studi2 gas hidrat sebagai drilling hazard. Yang sekarang sedang "naik daun" adalah aplikasi blok2 untuk CBM baik oleh perusahaan migas maupun perusahaan batubara, atau joint di antara mereka. Dari studi2 terdahulu memang potensi CBM di Indonesia cukup menggiurkan, tetapi bagaimana kenyataannya belum ada yang membuktikanya. Pilot project sumur2 CBM antara Lemigas dan Medco di lapangan Rambutan, area Medco, belum selesai dan belum positif hasilnya. Methane hydrate mungkin masih lebih lama lagi, tetapi Jepang pernah menargetkan tahun 2016 mereka bisa mengekstraksi gas hidrat dari lautdalam, kita lihat saja. Kalau bisa, maka mungkin sepanjang palung Sumatra, Jawa, Sulawesi Utara, tengah Makassar Strait, Weber Deep akan bermunculan blok2 eksplorasi dan eksploitasi gas hidrat metan. Salam, awang -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, February 04, 2008 10:46 C++ To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Fwd: Re: [Geo_unpad] Methane Hydrate Question Info menarik Pak Awang, jelas berguna. Wah baca penggalan kalimat ini jadi tertarik nih " ...di lautdalam Selat Makassar yang akan diproduksikan setelah tahun 2012 nanti." Kalau dalam industri migas saja sejak eksplorasi hingga produksi memerlukan waktu paling tidak 4 tahun. Apakah di selat makassar ini juga sudah ada konsesi atau ada PSC khusus hydrate yang sudah jalan ? RDP 2008/2/4 Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>: > Barangkali ada gunanya. > > salam, > awang > > Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > To: [EMAIL PROTECTED] > From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Sun, 3 Feb 2008 18:35:10 -0800 (PST) > Subject: Re: [Geo_unpad] Methane Hydrate Question > > Bagus, > > Gas hidrat metana adalah gas biogenik (bacterial gas) yang terjadi di kondisi temperatur sangat rendah (dan tekanan tinggi kalau di lautdalam), ia berupa gas metana yang membeku membentuk kisi-kisi kristal di dekat permukaan di kutub sebagai endapan permafrost, atau di kedalaman dangkal di bawah dasar lautdalam. > > Seperti pernah didiskusikan di milis ini beberapa minggu lalu, kondisi permafrost kutub bukan satu2nya lingkungan pembentuk hidrat metana sebab jenis gas ini ditemukan juga (bahkan lebih banyak) di lautdalam (ribuan meter dalamnya) seperti di Selat Makassar, Teluk Meksiko, maupun palung-palung di tepi lempeng aktif. > > Syarat kejadiannya karena ia merupakan gas biogenik maka seluruh syarat yang berlaku untuk gas biogenik akan berlaku pula untuk hidrat metana, yaitu tingkat sedimentasi yang relatif cepat, lingkungan yang agak reduksi/anoksik, mempunyai pasokan material organik yang cukup. Di samping itu, untuk hidrat metana ia membutuhkan temperatur yang sangat rendah dan tekanan yang tinggi (khusus di lautdalam). > > Belum ada negara satu pun yang melakukan eksploitasi hidrat metana secara nyata, baru tahap eksperimen di laboratorium. Sementara itu, eksplorasi sudah banyak dilakukan di seluruh dunia. Penelitian hidrat metana di Indonesia dilakukan oleh kerjasama lembaga2 penelitian Indonesia-Jepang-Jerman. > > Jumlah volume hidrat metana yang telah teridentifikasi relatif tetap seperti itu, tetapi perubahan2 kecil bisa terjadi karena bocornya endapan ini misalnya karena ada pematahan batuan di dasar laut akibat longsoran bawahlaut, gempa bawahlaut, atau bencana geologi yang terjadi di kutub seperti avalanche yang merusakkan endapan permafrost. Pasokan baru juga bisa terjadi seiring sering terjadinya sedimentasi turbidit yang membawa zat organik di lautdalam. > > Isu sebagai perisai sangat tebal yang akan menyebabkan extreme greenhouse effect akibat eksploitasi yang tak terkendali (sebab volume hidrat metan bila diangkat ke permukaan akan puluhan kali lebih besar seiring berubahnya temperatur dan tekanan) adalah faktor yang mempersulit eksploitasinya hingga kini, belum diketahui bagaimana mengatasi greenhouse effect dari eksploitasi hidrat metana. Metan juga merupakan gas rumah kaca. Mungkin tidak terkait dengan protokol Kyoto sebab protokol ini mengatur emisi karbon dioksida, sementara ini adalah gas metana. > > Karena perubahan impedansi (densitas dan kecepatan) seismik, maka deposit gas hidrat metana di bawah lautdalam selalu menimbulkan BSR. Selama ini identifikasi satu2nya deposit ini adalah BSR. Perhitungan volumetrik deposit ini pun dilakukan berdasarkan pemetaan BSR. BSR sangat jelas terlihat di penampang seismik, berupa double reflector berdekatan yang high amplitude tak jauh dari dasarlaut. Organisma metanofil akan ada bila ada methane venting atau bocornya gas hidrat ke permukaan dasar laut. Tanpa BSR, saya pikir identifikasi hidrat metana akan sulit dilakukan, tetapi bisa saja diperkirakan keberadaannya dengan mengevaluasi syarat2-nya. Organisme metanofil jauh lebih sulit didapatkan daripada BSR sebab organisme ini hanya diperoleh lewat grab sampling survey geomarin yang tentu perolehannya tidak semenerus survey seismik. > > Hidrat metan adalah gas biogenik, gas biogenik adalah gas kering yang didominasi metana, sedikit sekali faktor hidrokarbon rantai panjangnya. Maka dari hidrat metan tidak bisa diharapkan terdapat bahan2 untuk petrokimia (pupuk dll.). Ia hanya bisa sebagai bahan bakar. Kondisi penyimpanannya tentu membutuhkan spesifikasi keteknikan tertentu, bagaimana mengekstraksinya dari bawahlaut dengan kondisi temperatur dan tekanan yang ekstrim adalah problem tersendiri. Kita bisa belajar dari ekstraksi gas2 termogenik di lautdalam Selat Makassar yang akan diproduksikan setelah tahun 2012 nanti. Harus ada evaluasi flow assurance tersendiri untuk menjamin pengalirannya sepanjang pipa. Tetapi gas hidrat metana lain dari gas termogenik sebab volumenya bisa berlipat2 saat kondisi tekanan dan temperatur berubah. > > Kta ikuti saja perkembangan teknologi pemanfaatan gas hidrat metana ini di dunia dan ikuti perkembangan penerapannya di Indonesia, baru kita bisa menduga2 kapan energi ini bisa dimanfaatkan di Indonesia. Saat ini, masih belum kelihatan titik terang pun. > > salam, > awang > > bagus priyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum Wr.Wb > > Punten Bapak, Ibu, Akang,Teteh, dan teman2 sadayana..... > saya ingin banyak tanya nih....hehehe > > Sebetulnya geologic setting seperti apa yang memungkinkan terbentuknya metan hidrat ini??? apa cuma yang penting kondisi permafrost saja??? > > Mengenai metan hidrat sebagai energi alternatif, apakah sampai hari > ini hanya sampai tahapan penelitian saja, apa belum ada satu negara pun > yang melakukan eksploitasi?? > > Mengingat jumlahnya yang sangat besar yaitu 10000 gigatons (Gornitz and > Fung, 1994), apakah gas ini kan tetap mempunyai jumlah yang konstan > saja jika tetap tidak ada eksploitasi?? Di negara kita sendiri juga sangat kaya kandungannya. > > Hal menarik lain yang saya baca dari literatur adalah kekhawatiran > perubahan temperatur yang cepat (pemanasan global,red) akibat emisi > gas hidrat, apakah memang demikian, apakah memang emisi yang > dihasilkan lebih besar dari bahan bakar minyak konvensional...jika > memang demikian apa berarti metan hidrat ini pupus harapan sebagai > harapan energi alternatif. Mengingat isu pemanasan global menjadi > sangat penting dewasa ini (ingat Protokol Kyoto) > > Saya juga telah membaca di literatur bahwa gas hidrat ini di > subsurface diidentifikasi dengan adanya dominan bottom-stimulating > seismic reflector (BSR) (jujur saya juga belum pernah liat seperti > apa BSR itu.mungkin suatu saat ada kesempatan.hehehe) yang dapat terjadi beberapa ratus meter di bawah seabed. > Apakah gas hidrat dapat diidentifikasi tanpa BSR ini??? Dan apakah BSR ini selalu jadi penanda batas antara sedimen yang mengandung gas hidrat di atas dan gas bebas di bawahnya? Terus kalau > ternyata juga tidak ditemukan organisme metanofil, bagaimana > identifikasinya??? Ada tidak ada cara identifikasi lain dalam upaya eksplorasi metan hidrat ini??? > > Jika suatu saat nanti ternyata bisa digunakan, dalam kehidupan sehari-hari peran bahan bakar minyak apa yang tidak bisa digantikan oleh metan hidrat ini?? > model storage dan transportation seperti apa yang cocok untuk metan hidrat ini???apakah seperti LNG yang memerlukan temperatur sangat rendah (+108,15 K). > > Kira2 kapan ya negara kita sanggup menggunakan energi ini??? > > Terima Kasih > Hormat saya, > Bagus Priyanto'05 > > ________________________________________________________ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ > > [Non-text portions of this message have been removed] > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > __._,_.___ Messages in this topic (3) Reply (via web post) | Start a new topic > Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar > Moderators: > Budhi Setiawan '91 <[EMAIL PROTECTED]> > Edi Suwandi Utoro '92 <[EMAIL PROTECTED]> > Sandiaji '94 <[EMAIL PROTECTED]> > Wanasherpa '97 <[EMAIL PROTECTED]> > Satya '2000 <[EMAIL PROTECTED]> > Andri'2004 <[EMAIL PROTECTED]> > > Change settings via the Web (Yahoo! ID required) > Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional > Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe > > Recent Activity > > 6 > New Members > > Visit Your Group > Yahoo! Kickstart > Sign up today! > Your school could > win a $25K donation. > > Moderator Central > An online resource > for moderators > of Yahoo! Groups. > > 10 Day Club > on Yahoo! Groups > Share the benefits > of a high fiber diet. > > > > . > > > __,_._,___ > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. -- http://tempe.wordpress.com/ No one can monopolize the truth ! ------------------------------------------------------------------------ ---- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- This email was Anti Virus checked by Administrator. http://www.bpmigas.com ------------------------------------------------------------------------ ---- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

