Barangkali ada gunanya.
salam,
awang
Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: [EMAIL PROTECTED]
From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sun, 3 Feb 2008 18:35:10 -0800 (PST)
Subject: Re: [Geo_unpad] Methane Hydrate Question
Bagus,
Gas hidrat metana adalah gas biogenik (bacterial gas) yang terjadi di kondisi
temperatur sangat rendah (dan tekanan tinggi kalau di lautdalam), ia berupa gas
metana yang membeku membentuk kisi-kisi kristal di dekat permukaan di kutub
sebagai endapan permafrost, atau di kedalaman dangkal di bawah dasar lautdalam.
Seperti pernah didiskusikan di milis ini beberapa minggu lalu, kondisi
permafrost kutub bukan satu2nya lingkungan pembentuk hidrat metana sebab jenis
gas ini ditemukan juga (bahkan lebih banyak) di lautdalam (ribuan meter
dalamnya) seperti di Selat Makassar, Teluk Meksiko, maupun palung-palung di
tepi lempeng aktif.
Syarat kejadiannya karena ia merupakan gas biogenik maka seluruh syarat yang
berlaku untuk gas biogenik akan berlaku pula untuk hidrat metana, yaitu tingkat
sedimentasi yang relatif cepat, lingkungan yang agak reduksi/anoksik, mempunyai
pasokan material organik yang cukup. Di samping itu, untuk hidrat metana ia
membutuhkan temperatur yang sangat rendah dan tekanan yang tinggi (khusus di
lautdalam).
Belum ada negara satu pun yang melakukan eksploitasi hidrat metana secara
nyata, baru tahap eksperimen di laboratorium. Sementara itu, eksplorasi sudah
banyak dilakukan di seluruh dunia. Penelitian hidrat metana di Indonesia
dilakukan oleh kerjasama lembaga2 penelitian Indonesia-Jepang-Jerman.
Jumlah volume hidrat metana yang telah teridentifikasi relatif tetap seperti
itu, tetapi perubahan2 kecil bisa terjadi karena bocornya endapan ini misalnya
karena ada pematahan batuan di dasar laut akibat longsoran bawahlaut, gempa
bawahlaut, atau bencana geologi yang terjadi di kutub seperti avalanche yang
merusakkan endapan permafrost. Pasokan baru juga bisa terjadi seiring sering
terjadinya sedimentasi turbidit yang membawa zat organik di lautdalam.
Isu sebagai perisai sangat tebal yang akan menyebabkan extreme greenhouse
effect akibat eksploitasi yang tak terkendali (sebab volume hidrat metan bila
diangkat ke permukaan akan puluhan kali lebih besar seiring berubahnya
temperatur dan tekanan) adalah faktor yang mempersulit eksploitasinya hingga
kini, belum diketahui bagaimana mengatasi greenhouse effect dari eksploitasi
hidrat metana. Metan juga merupakan gas rumah kaca. Mungkin tidak terkait
dengan protokol Kyoto sebab protokol ini mengatur emisi karbon dioksida,
sementara ini adalah gas metana.
Karena perubahan impedansi (densitas dan kecepatan) seismik, maka deposit gas
hidrat metana di bawah lautdalam selalu menimbulkan BSR. Selama ini
identifikasi satu2nya deposit ini adalah BSR. Perhitungan volumetrik deposit
ini pun dilakukan berdasarkan pemetaan BSR. BSR sangat jelas terlihat di
penampang seismik, berupa double reflector berdekatan yang high amplitude tak
jauh dari dasarlaut. Organisma metanofil akan ada bila ada methane venting atau
bocornya gas hidrat ke permukaan dasar laut. Tanpa BSR, saya pikir identifikasi
hidrat metana akan sulit dilakukan, tetapi bisa saja diperkirakan keberadaannya
dengan mengevaluasi syarat2-nya. Organisme metanofil jauh lebih sulit
didapatkan daripada BSR sebab organisme ini hanya diperoleh lewat grab sampling
survey geomarin yang tentu perolehannya tidak semenerus survey seismik.
Hidrat metan adalah gas biogenik, gas biogenik adalah gas kering yang
didominasi metana, sedikit sekali faktor hidrokarbon rantai panjangnya. Maka
dari hidrat metan tidak bisa diharapkan terdapat bahan2 untuk petrokimia (pupuk
dll.). Ia hanya bisa sebagai bahan bakar. Kondisi penyimpanannya tentu
membutuhkan spesifikasi keteknikan tertentu, bagaimana mengekstraksinya dari
bawahlaut dengan kondisi temperatur dan tekanan yang ekstrim adalah problem
tersendiri. Kita bisa belajar dari ekstraksi gas2 termogenik di lautdalam Selat
Makassar yang akan diproduksikan setelah tahun 2012 nanti. Harus ada evaluasi
flow assurance tersendiri untuk menjamin pengalirannya sepanjang pipa. Tetapi
gas hidrat metana lain dari gas termogenik sebab volumenya bisa berlipat2 saat
kondisi tekanan dan temperatur berubah.
Kta ikuti saja perkembangan teknologi pemanfaatan gas hidrat metana ini di
dunia dan ikuti perkembangan penerapannya di Indonesia, baru kita bisa menduga2
kapan energi ini bisa dimanfaatkan di Indonesia. Saat ini, masih belum
kelihatan titik terang pun.
salam,
awang
bagus priyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum Wr.Wb
Punten Bapak, Ibu, Akang,Teteh, dan teman2 sadayana.....
saya ingin banyak tanya nih....hehehe
Sebetulnya geologic setting seperti apa yang memungkinkan terbentuknya metan
hidrat ini??? apa cuma yang penting kondisi permafrost saja???
Mengenai metan hidrat sebagai energi alternatif, apakah sampai hari
ini hanya sampai tahapan penelitian saja, apa belum ada satu negara pun
yang melakukan eksploitasi??
Mengingat jumlahnya yang sangat besar yaitu 10000 gigatons (Gornitz and
Fung, 1994), apakah gas ini kan tetap mempunyai jumlah yang konstan
saja jika tetap tidak ada eksploitasi?? Di negara kita sendiri juga sangat kaya
kandungannya.
Hal menarik lain yang saya baca dari literatur adalah kekhawatiran
perubahan temperatur yang cepat (pemanasan global,red) akibat emisi
gas hidrat, apakah memang demikian, apakah memang emisi yang
dihasilkan lebih besar dari bahan bakar minyak konvensional...jika
memang demikian apa berarti metan hidrat ini pupus harapan sebagai
harapan energi alternatif. Mengingat isu pemanasan global menjadi
sangat penting dewasa ini (ingat Protokol Kyoto)
Saya juga telah membaca di literatur bahwa gas hidrat ini di
subsurface diidentifikasi dengan adanya dominan bottom-stimulating
seismic reflector (BSR) (jujur saya juga belum pernah liat seperti
apa BSR itu.mungkin suatu saat ada kesempatan.hehehe) yang dapat terjadi
beberapa ratus meter di bawah seabed.
Apakah gas hidrat dapat diidentifikasi tanpa BSR ini??? Dan apakah BSR ini
selalu jadi penanda batas antara sedimen yang mengandung gas hidrat di atas dan
gas bebas di bawahnya? Terus kalau
ternyata juga tidak ditemukan organisme metanofil, bagaimana
identifikasinya??? Ada tidak ada cara identifikasi lain dalam upaya eksplorasi
metan hidrat ini???
Jika suatu saat nanti ternyata bisa digunakan, dalam kehidupan sehari-hari
peran bahan bakar minyak apa yang tidak bisa digantikan oleh metan hidrat ini??
model storage dan transportation seperti apa yang cocok untuk metan hidrat
ini???apakah seperti LNG yang memerlukan temperatur sangat rendah (+108,15 K).
Kira2 kapan ya negara kita sanggup menggunakan energi ini???
Terima Kasih
Hormat saya,
Bagus Priyanto'05
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]
__._,_.___ Messages in this topic (3) Reply (via web post) | Start a new
topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
Moderators:
Budhi Setiawan '91 <[EMAIL PROTECTED]>
Edi Suwandi Utoro '92 <[EMAIL PROTECTED]>
Sandiaji '94 <[EMAIL PROTECTED]>
Wanasherpa '97 <[EMAIL PROTECTED]>
Satya '2000 <[EMAIL PROTECTED]>
Andri'2004 <[EMAIL PROTECTED]>
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Recent Activity
6
New Members
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart
Sign up today!
Your school could
win a $25K donation.
Moderator Central
An online resource
for moderators
of Yahoo! Groups.
10 Day Club
on Yahoo! Groups
Share the benefits
of a high fiber diet.
.
__,_._,___
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.