jadi menurut bapak kemungkinan tsunami di balikpapan kecil. tetapi bagaimana
dengan potensi gempanya.
salam arfan
Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Seorang teman menelpon dari Balikpapan menceritakan sebuah gempa barusan
dirasakannya di kota minyak, batubara, dan kayu ini. Setelah dicek di situs
USGS, gempa tersebut terjadi pukul 13.56 WITA (pukul 12.56 WIB) berkekuatan 5,9
Mw (6,2 SR) dengan kedalaman hiposentrum 44,8 km. Gempa berlokasi di laut
tengah Selat Makassar bagian selatan, segaris dengan kota Majene di Sulawesi
Barat. Belum diketahui apakah gempa ini memicu tsunami. Mungkin tidak, gempa
masih kurang kuat. Sejarah momen tensor dari database USGS juga tidak
menunjukkan keberadaan mekanisme gempa dengan penyesaran murni sesar naik di
wilayah ini. Penyesaran jenis ini diketahui yang paling banyak menimbulkan
tsunami. Berikut kutipan data detail tentang gempa itu berasal dari situs USGS
:
Earthquake Details Magnitude 5.9 Date-Time
Tuesday, February 05, 2008 at 05:56:51 UTC
Tuesday, February 05, 2008 at 01:56:51 PM at epicenter
Time of Earthquake in other Time Zones Location 3.498°S, 118.117°E Depth 44.8
km (27.8 miles) Region SULAWESI, INDONESIA Distances 235 km (145 miles) NW of
Ujung Pandang, Sulawesi, Indonesia
285 km (180 miles) SSE of Balikpapan, Kalimantan, Indonesia
345 km (215 miles) SW of Palu, Sulawesi, Indonesia
1290 km (800 miles) ENE of JAKARTA, Java, Indonesia
Location Uncertainty horizontal +/- 14.3 km (8.9 miles); depth +/- 17.2 km
(10.7 miles) Parameters Nst= 49, Nph= 49, Dmin=>999 km, Rmss=1.17 sec, Gp= 83°,
M-type=moment magnitude (Mw), Version=7 Source USGS NEIC (WDCS-D)
Event ID us2008nbal
This event has been reviewed by a seismologist.
Secara geologi, lokasi hiposentrum gempa tepat berada di tepi timur
mikrokontinen Paternoster yang sekaligus membatasi Cekungan Makassar Selatan ke
sebelah barat. Posisi ini merupakan zone lemah yang mengakomodasi pembukaan
Selat Makassar bagian selatan selama Paleogen; juga berposisi pada pola retakan
lain di tepi timur Daratan Sunda (Sundaland) yang pada saat ini berarah
BL-Tenggara dan SBD-UTL. Secara tektonik, maka bisa dikatakan bahwa hiposentrum
berada pada lineasi2 tektonik yang lemah.
Sebaran episentrum di wilayah ini dalam 20 tahun terakhir tak sampai sepuluh
titik dengan kedalaman rata2 hiposentrum di bawah 35 km dan magnitude sekitar 5
Mw. Lokasi sebaran pusat2 gempa ini teratur dalam semua pola lineasi tektonik
yang sudah kita kenal selama ini seperti Sesar Adang, retakan2 di Makassar
Selatan, dan lineasi Meratus. Kerak kontinen stabil Paternoster dihindari
gempa. Ini mudah dipahami sebab gempa kebanyakan terjadi di tepi2 satuan
tektonik-geologi. Tetapi, memahami kinematika penyebab gempa ini tak mudah.
Gempa2 yang berlokasi di sepanjang Sesar Adang dan menyeberang ke Sesar Walanae
di Sulawesi Selatan masih bisa dimengerti sebab sesar2 besar ini membentuk
semacam freeway sampai ke Sumba Fracture yang lalu terhubung ke subduksi kerak
samudera Hindia di bawah Nusa Tenggara.
Kejadian gempa ini menunjukkan suatu kenyataan bahwa tepi timur Daratan Sunda
di belum selamanya mati bergerak walaupun telah dikunci oleh benturan Buton dan
Banggai-Sula di sebelah tenggara dan timur Sulawesi. Ada lineasi2 geologi laten
yang ternyata masih bisa dibangkitkan oleh gaya entah dari mana.
salam,
awang
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.