Bukan keras sih Pak Noor, hanya mencoba menampilkan sisi negatif/ kritis atas press release ini, agar kita semua (walaupun kita praktisi perminyakan pasti tahu tingkat kebenaran berita ini) hati2 menanggapinya.
Sedikit koreksi atas ulasan saya kemarin yang tertulis : >Sibolga Basin dan semua cekungan muka busur di Sumatera-Jawa terkenal punya >>termal yang dingin (HFU <1.5; GG < 2 C/100 feet)... Seharusnya : Sibolga Basin dan semua cekungan muka busur di Sumatera-Jawa terkenal punya termal yang dingin (HFU <1.5; GG < 2 F/100 feet)... (jadi bukan C/100 ft tetapi F/100 ft) Tentu saya berharap bahwa di west offshore Aceh itu benar2 ada giant-supergiant fields, juga di bagian lain di Indonesia; tetapi tetap kan kita harus kritis menggunakan nalar kita. Bahkan "all prospects look good until drilled", apalagi yang di west offshore Aceh ini untuk menamakannya sebagai lead pun bukan, play pun bukan, petroleum system pun bukan (mengacu kepada hirarki basin to prospect menurut Otis dan Schneidermann, 1997); maka mengumumkannya sebagai lapangan dengan cadangan (lapangan dan cadangan itu juga terminologi kalau sudah dibor dan ada penemuan) ratusan bilyun barrel jelas sangat mengganggu (!), dan jelas harus diluruskan. Salam, awang -----Original Message----- From: noor syarifuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, February 13, 2008 7:41 C++ To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] Kritisi atas Berita Penemuan "Lapangan2 Super-Raksasa" di Aceh West Offshore (BPPT-BGR) wah baru sekali ini lho saya membaca pak Awang menulis dengan bahasa yang agak "keras"....:-) Tapi saya setuju sekali, ini adalah suatu hal yang masih sangat awal untuk bisa dibilang sebagai suatu "discovery" dan bisa membingungkan banyak orang (atau bahkan orang dibuat bingung oleh para politisi nantinya). Seperti pak Awang tuliskan, lha wong untuk disebut sebagai prospect aja masih susah kok sudah dikatakan sebagai penemuan. Kalau ini seperti kasus di Cibinong atau tempat lainnya, yang menyebtukan adalah aparat pemda jadi ya kita maklum adanya lah. Tapi kalau hal ini keluar dari lembaga yang bergengsi seperti BPPT, wah kok jadi ngeri ya..... salam, ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

