Pak Miko,
Selamat dan sukses atas acaranya,
Sangat menyentuh hati mendengar cerita pak miko bahwa diawal acara 
bersama-sama menyanyikan lagu Taubatan Nasuha.

Salam
Romdoni





"miko" <[EMAIL PROTECTED]>
03/05/2008 03:27 PM
Please respond to iagi-net

 
        To:     "IAGI" <[email protected]>
        cc: 
        Subject:        [iagi-net-l]  REUNI ALUMNI GEA ITB 1960 - 1965


 
Rekan-rekan IAGI yang budiman,
 
Kembali ke alam dalam suasana religius ! Itulah tema yang diberikan oleh MC 
handal kita, Pak Tjahya Hadi , untuk 
Reuni Alumni GEA ITB 1960 - 1965 yang dilaksanakan di Pasir Luhur Bandung 
pada hari Minggu 2 Maret 2008 . Tak kurang dari 34 Alumni yang hadir, 
lebih separuhnya membawa pasangan. Reuni ini terasa istimewa karena 
dihadiri juga oleh 3 senior kita yaitu Prof. Soejono Martodjojo dan mbak 
Wiwik, Prof. Koesoemadinata dan ceu Itje, dan  Kang Atik Suardy dan ceu 
Yus. Prof. Sampurno dan Prof .Sukendar Asikin yang confirmed hadir 
ternyata tidak bisa datang karena ada keperluan penting lainnya yang 
sangat mendadak. Sementara itu Prof. Djoko Santoso, Rektor ITB, 
berhalangan hadir karena waktunya yang bertepatan dengan acara Dies 
Natalis ITB, demikian juga Prof. Emmy Suparka, Wakil Rektor ITB, yang 
sehari sebelumnya berangkat ke Kyoto. Prof. Katili yang ingin juga hadir 
ternyata kesehatannya terganggu.
 
Mengawali acara, seluruh hadirin diminta untuk  berdiri dan bersama-sama 
menyanyikan  lagu Taubatan Nasuha dengan iringan musik keyboard. Inti lagu 
tersebut sekedar mengingatkan 
tentang  hidup di dunia yang sangat singkat dan untuk tidak  mengejar 
kehidupan dunia semata karena hal itu akan menimbulkan keletihan dan 
kesengsaraan. Di bait terakhir, kita diingatkan untuk banyak bertaubat 
karena ajal yang kian mendekat. Usai bertaubatan nasuha, seluruh hadirin 
mendoakan para alumni yang sakit atau telah meninggal dunia antara lain Prof. 
Rubini, Prof. Iwan Tachyudin,  Ir. H. Sumaryono, dan lain-lain, serta doa untuk 
keselamatan kita semua.
 
Back to Nature
 
Usai acara sambutan dan penyerahan cenderamata kepada Prof. Koesoemadinata 
dan Prof. Soejono beserta Mbak Wiwik dan Ceu Itje  ( dasi country dan 
kalung batumulia yang membuat beliau-beliau tampak lebih muda dan lebih 
energik ), seluruh hadirin diajak meninjau kawasan workshop yang luasnya 
6000 m2 dan  penuh dengan ribuan ton bahan batumulia dari seluruh pelosok 
tanah air. Fosil-fosil kayu dari Banten dan Garut yang panjangnya ada yang 
sampai 14 meteran dipajang di kawasan ini, demikian juga kecubung Sumbar, 
krisopras Sultra, bintal akik Ponorogo dan Banten, kristal kuarsa Banten, 
geoda Pacitan dan Banten, giok Jawa, panca warna Tasik dan Garut, dll. 
Demo kerajinan batumulia diperagakan juga oleh para pengrajin trampil. 
Mereka menyiapkan dasi country dan kalung wanita yang khusus dibuat untuk 
pasangan para Alumni yang hadir. 
 
Di sela-sela peninjauan kawasan, seluruh Alumni dibuat terkesima 
menyaksikan Prof. Koesoemadinata yang ternyata masih mampu menuruni dan 
menaiki 100  tangga yang kemiringannya sekitar 30 derajat ( dari halaman 
atas  sampai ke lembah sungai yang membatasi kawasan ). Alhamdulilah, para 
Alumni mengaku seolah kembali ke alam , kali ini bukan untuk meneliti 
beragam batuan beku, metamorf, dan sedimen, melainkan menikmati keindahan 
batumulia yang walaupun wujud bahannya seperti batu biasa tetapi menjadi 
indah berkilauan setelah tersentuh teknologi.
 
Rekan-rekan IAGI yang budiman, 
 
Reuni Alumni GEA ITB 1960 - 1965 ini merupakan kelanjutan dari reuni yang 
dilaksanakan setahun sebelumnya di rumah Bapak Surachman Suari di Bandung 
( 25 Maret 2007 ). Kali ini dan seperti sebelum-sebelumnya,  seksi 
sibuknya siapa lagi kalau  bukan Pak Tjahya Hadi ( tiba di Pasir Luhur 
lebih dari sejam sebelum acara ), Pak Surachman Suari, Pak Supardiyono 
Sobirin, Pak Giovani Wiyarto, Bu Etty Nuay ( langsung terbang dari Bukit 
Tinggi bersama Uda Nuay  ), dll. Di barisan penyumbang lagu, selain Prof. 
Soejono ( sampai terlambat lunch ) , Pak Tjahya Hadi , Pak Supardiyono, 
dan Bu Etty Nuay, ternyata Prof Koesoemadinata menyumbangkan juga beberapa 
lagu antara lain Monalisa dan Too Young ( beliau masih mendambakan lagu 
Hawaian Wedding Song , sayang catatannya tak tersedia ). Di seksi hiburan, 
Pak Giovani mampu membuat para Alumni terpingkal-pingkal mendengarkan 
banyolan dan sindiran-sindiran segarnya.
 
Reuni 9-10 Agustus 2008: Villa YUSTIK, Sela Bintana, Sukabumi 
 
Reuni Pasir Luhur ini alhamdulilah telah berhasil mengetuk hati beberapa 
alumni lainnya untuk menjadi tuan / nyonya rumah reuni selanjutnya , 
antara lain Pak Atik Suardy dan Prof. Koesoemadinata. Karena reuni di Bandung 
telah dilaksanakan 2 kali berturut-turut, maka 
prioritas diberikan kepada Pak Atik Suardy dan giliran selanjutnya 
insyaallah  Prof. Koesoemadinata ( diperluas ke angkatan sebelum 1960 ).
 
Dengan demikian maka reuni yang akan datang insyaallah akan dilaksanakan 
di VILLA YUSTIK ( singkatan dari Ceu Yus dan Kang Atik ) , Sela Bintana, 
Sukabumi, pada hari Sabtu dan Minggu, 9-10 Agustus 2008 ( sekalian 
merayakan Ulang Tahun Kang Atik , 8 Agustus 2008 ). 
 
Semoga makna silaturahmi kita semakin hari semakin meningkat khususnya 
dalam mempererat tali persahabatan dan kesetiakawanan di antara kita. 
Amiin.
 
Salam hormat,
 
Mang Okim
 
KETERANGAN GAMBAR :
 
Duduk dari kanan ke kiri : Kang Atik, Bu Etty Nuay, Prof. Koesoemadinata, Bu 
Djoedjoe, Prof. 
Soejono, mang Okim.
Berdiri dari kanan ke kiri : Pak Yaya Sunarya, Pak Runtiarko, Pak Tjahya Hadi, 
Pak Amar Rachmat, Pak 
Sumani ( 1963, kesehatannya memprihatinkan ), Pak Supardiyono Sobirin, Pak 
Toto Santoso, Pak Mulyadi, Pak Nugroho, Pak Nasrun Nurdin, Pak Suroso, Pak 
Thamrin Cobrie, Pak Zanial Achmad, Pak Djumardi, Pak Umar Effendy Daulay, 
Pak Fahmi Santosa, Pak Darwin Kadar, Abah Yanto Sumantri.
Berdiri di belakang dari kanan ke kiri : Pak Surachman Suari, Pak Andoko 
Wibowo, Pak Poernomo Satriyo, Pak 
Bandono, Pak  Hudaya,  Pak Giovani, Pak Herman, dan Pak Suwiyanto.
Catatan : Pak Mulhadiono dan Pak Joel Pattipeilohy  tidak ikut difoto karena 
datang 
terlambat.
 


Kirim email ke