Ah ada-ada saja dua orang ini

RDP
================
Purnomo Yusgiantoro dan Muhammad Lutfi, Antara Sopir dan Kenek
KOMPAS/Johnny, TGMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo
YusgiantoroArtikel Terkait: Jumat, 29 Februari 2008 | 13:01 WIB

Seusai rapat di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (28/2) sore
lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, dikeroyok
wartawan. Sambil tersangkut-sangkut belitan mikrofon kabel reporter televisi
dan kerumunan wartawan, Purnomo menjelaskan soal investasi sebuah perusahaan
tambang di Halmahera, Maluku Utara.

Saat ditanya soal perusahaan tambang yang hingga kini penyelesaian
investasinya masih bermasalah, Purnomo mengeles dan menunjuk Kepala BKPM
Muhammad Lutfi yang berjalan di sisinya. Namun, Lutfi malah berkelit. "Saya
ini cuma kenek loh, kalau Pak Purnomo itu, kan, sopir. Kenek itu hanya ikut
sopir saja," ujar Lutfi.

Purnomo balas menjawab, "Lho, yang pegang uang itu kenek. Malah, kenek yang
terima uang dari penumpang. Kalau sopir, kan, cuma mengendarai mobilnya
saja." Suami mantan peragawati Bianca Adinegoro itu, tak kalah gesit dan
menjawab lagi, "Tetapi, kan, uangnya diberikan kepada sopir. Lalu, kenek
hanya menerima sebagian saja."

Pers yang semula hanya senyum-senyum mendengarkan dialog unik itu pun
akhirnya tak tahan dan ikut-ikutan menyeletuk, "Penghasilan sopir, biasanya
jauh lebih besar dari kenek, Pak." Eh, lagi-lagi, Purnomo masih pintar
menjawab, "Iya, tetapi kadang-kadang diambil sama keneknya." Semuanya
tertawa, termasuk kedua menteri yang saat itu mengenakan setelan jas.

Namun, sebelum naik mobil dinasnya, sang sopir menawari sang kenek. "Mau
bareng sopir nggak, sekali-kali dong merasakan Camry," ajak Purnomo. Camry
adalah mobil dinas menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Tak ayal, sang kenek,
yang semula mau masuk dan duduk di mobilnya yang lebih mewah, yaitu Nissan
Teana berwarna hitam, langsung pindah dan duduk di sebelah Pak sopir. (HAR)

Kirim email ke