Karena ada kawan yg ngeluh tidak punya akses ke web, saya postkan textnya saja.
Pergeseran peran NOC (National Oil Corporation) dalam kancah global energi
9 Maret 2008 at 9:01 pm |
Ketika menulis (terlalu) banyaknya politik yang "bermain" di
Pertamina, langsung banyak yang ngirim email, "Aah, apa iya atau hanya
sekedar issue menjelang pemilu 2009". Wah pemilu masih tahun depan,
kan ? Bukan, … aku bukan menghubungkan dengan pemilu tetapi aku hanya
ingin mengungkapkan bagaimana strategisnya NOC (National Oil
Corporation) dalam sebuah negara saat ini.
Sekali lagi hanya mengingatkan bahwa jumlah cadangan migas di dunia
saat ini berjumlah 1,119.615 (World Oil) hingga 1,292.936 (Oil and Gas
Journal). Dari jumlah itu lebih dari 77% dikuasai oleh NOC. Dan
produksinya saat ini lebih 50% diproduksi oleh NOC. Artinya secara
relatif, IOC (International Oil Corporation) lebih banyak memproduksi
minyaknya ketimbang NOC yang cenderung "menahan" atau menyimpan untuk
persiapan di masa sulit mendatang.
:( "Kalau gitu apa artinya ya, Pakdhe ?"
:D "Banyak yang bisa disimak, Thole. Mungkin NOC lebih berpikir
'menyimpan' untuk masa depan, mungkin juga NOC kurang cerdas dalam
memproduksi, atau IOC hanya berpikir sepanjang masa kontrak saja,
sehingga cenderung menyedotnya cepat-cepat"
Bagaimana kalau NOC vs IOC dihadapkan head to head ?
Pergeseran sumber energi global
NOC atau National Oil Company adalah perusahaan minyak yang dimiliki
atau dikuasai oleh negara (state corporate). Perusahaan ini kebanyakan
awalnya hanya sebagai regulator (pengatur) namun akhirnya banyak yang
berevolusi menjadi sebuah perusahaan minyak yang juga ikut beroperasi.
Pergeseran ini sangat mungkin dipicu oleh perubahan geopolitik dunia
serta semakin langka atau justru semakin terkuncinya kebutuhan energi
minyak dalam mengisi kebutuhan energi primer di dunia. (Bacaan
terkait: "Kemana "lari"nya minyak bumi ini ?).
Produksi minyak mungkin masih akan bertahan hingga 2020-2030, tetapi
setelah itu harus ada sumber energi lain yang mampu menggantikannya.
Oleh sebab itu kepastian pasokan energi ini menjadi hal yang penting
dan harus dimulai dari saat ini. Dan sepertinya inilah yang menjadi
dasar mengapa terjadi pergeseran peranan NOC dari regulator menjadi
operator.
Siapa saja sih NOC dan IOC itu ?
NOC yang terkenal (cadangan dalam milyar barrel) antara lain: Saudi
Arabian Oil Company (295); National Iranian Oil Company (287); Qatar
Petroleum (165); Abu Dhabi National Oil Company (137); Iraq National
Oil Company (137) ; Gazprom Russia (115); Kuwait Petroleum Corporation
(107); Petróleos de Venezuela S.A. (102); Nigerian National Petroleum
Corporation (62); National Oil Corporation (Libya) (45); Sonatrach
Algeria (40); Rosneft Russia (35). Tentunya juga termasuk Pertamina
(Indonesia) dan Petronas (Malaysia).
Sedangkan IOC (International Oil Corporation) adalah perusahaan minyak
yang usahanya terutama dalam bidang hulu Explorasi dan Produksi
(Upstream) dan juga usaha pengilangan dan pemasaran (Downstream)
antara lain yang sering disebut major Exxon-Mobil, Chevron, BP, SHELL,
dll. Dan juga perusahaan lebih kecil (independent) seperti HESS,
Murphy oil, dll. Kepemilikan perusahaan ini seringkali ada pada
personal maupun dijual dalam stock exchange market (pasar modal).
:( "Looh kalau Schlumberger itu apa Pakdhe ?"
:D "Mereka itu golongan 'services company', ada yg sangat besar
assetnya diantaranyaSchlumberger, Halliburton, Baker, dll. Jadi kamu
harus tahu ada beberapa kelompok perusahaan di bidang migas"
Tidak seluruhnya IOC merupakan saham swasta, beberapa merupakan
gabungan. Misalnya Shell yg dimiliki kerajaan Belanda, BP, ENI, Total
dsb.
Membandingkan beberapa NOC
Dibawah ini ada beberapa gambar yang menunjukkan posisi beberapa NOC
dan juga perbandingan dengan IOC di dunia. Sumber dari gambar dibawah
ini kebanyakan dari studinya Rice University yang dilakukan beberapa
tahun ini dan dipublikasikan pada tahun 2007. Jadi bukan berita baru
tetapi (mungkin) jarang yang mengamati.
Kebijakan Socio-economic di NOC
Karena perusahaan ini merupakan state company atau milik negara
tentusaja ada tujuan sosial. Seperti yang saya tuliskan sebelumnya
mengapa Pertamina itu penting, karena fungsi ini akan melekat pada
sebuah state company.
Masing-masing NOC tidak sama dalam menyikapi perubahan peran NOC dalam
global energy market shift. Disini terlihat bahwa untuk Indonesia,
Pertamina tidak lagi bertanggung jawab dalam energy security
(ketananan energi nasional). Bahkan menurut studinya Rice University
ini, kebanyakan kebijakan Pertamina merupakan kebijakan politik.
Pertamina seolah menjadi banci (maaf) karena gaya atau policy
ekonominyapun juga tidak dominan.
Tapi jangan buru-buru sewot, ini kan pandangan orang luar terhadap
pertamina. Hanya orang dalam yang mungkin lebih pas memberikan
keterangan. Dalam sebuah acara BUMN Executive Breakfast Meeting di
Pertamina tanggal 10 May 2007 diadakan pembicaraan bertopik : "Menuju
Ketahanan Energi Nasional" yang tentusaja dihadiri oleh Menteri ESDM,
dll. MESDM sangat konsen dengan peran Pertamina dalam energy security
ini. Tapi sebaiknya untuk khususnya Pertamina ditulis terpisah saja
ya. Kita bicara NOC di negara-negara lain.
:( "Jangan lupa lo, Pakdhe. Pan aku pingin tahu bagaimana
Pertamina dipandang oleh orang lain juga"
Efisiensi penggunaan tenaga profesi
Cirikhas perusahaan negara adalah memiliki jumlah pekerja yang sangat
buanyak. Hal ini tentusaja menjadi tolok ukur efisiensi dibanding
jumlah minyak yang dihasilkan. Sekali lagi salah satu tujuan
dibentuknya NOC adalah menampung tenaga kerja lokal. Petrochina
merupakan perusahaan yg memiliki cirikhas ini, memiliki pekerja sangat
banyak tetapi output/produksinya sedikit. Tetapi China juga memiliki
NOC lain yaitu CNOOC yang lebih efisien dalam menggunakan tenaga
profesionalnya.
Aramco juga terlihat efisien, tetapi harus dimengerti bahwa
lapangan-lapangan minyak Aramco sangat buagus, dan "mudah"
dioperasikan. Produksinya yang suangat banyak ini akhirnya "menipu"
(mis lead) .
Dari ilustrasi grafis diatas memperlihatkan bahwa IOC besar
menggunakan tenaga kerjanya cukup efisien. Hanya dengan memerlukan
19-27 tenaga professional mampu memproduksi setiap juta minyaknya.
Jumlah produksi di dalam negeri
NOC ini tentusaja juga beroperasi di negerinya, namun juga ada
perusahaan lain yang juga beroperasi sebagai produsen. Shingga tidak
seluruh produksi sebuah negara itu dapat diklaim sebagai produksi dari
NOC-nya. CNOOC kecil produksi dalam negerinya, tetapi Pterochina cukup
besar, sehingga total NOC china memiliki produksi cukup besar di dalam
negerinya sendiri.
Petronas memiliki operasi (daerah explorasi dan produksi) di negerinya
sendiri, dan cukup kuat karena hampir semua blok selalu ada sahamnya
Petronas Carigali sebagai local partner. Bahkan produksinya dapat
mencapai 60% dari total produksi negeri itu. Hal ini disebabkan
Petronas dapat mengeklaim produksi total negaranya. Untuk Pertamina,
tunggu tulisan berikutnya ya :P
Produksi dan aktifitas di negara lain
Tidak semua perusahaan NOC ini melakukan kegiatan eksplorasi di luar
negerinya (go international). Mungkin karena perusahaan NOCnya tidak
hanya satu, sehingga ada pembagian tugas bagi NOC ini, atau cadangan
serta pekerjaan rumahnya masih banyak yg belum selesai. Petronas
merupakan perusahaan NOC yang paling aktif di luar negerinya, hal ini
sangat mungkin disebabkan sudah merasa cukup puas dengan pekerjaan
rumahnya, dan memiliki kemampuan berkiprah dan bersaing dengan IOC.
Selain itu jumlah cekungan di Malaysia hanya 3 yang utama dan tidak
sekompleks diversitynya dibandingkan dengan Indonesia yang memiliki
Cekungan sedimen lebih dari 60.
Malaysia justru tidak memberikan kesempatan perusahaan migas bermodal
swastanya untuk bereksplorasi di negerinya sendiri. Misalnya Genting
oil, yang justru melakukan kegiatan eksplorasi di Indonesia.
Perolehan dari minyak yang dihasilkan perbarrel
Data tahun 2004 ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan itu
mengelola resourcesnya. Terlihat bahwa kebanyakan NOC tidak mampu
mengalahkan efisiensi dari perusahaan migas IOC. Ya tentusaja, kalau
dilihat diatas jumlah pekerja professionalnya saja sangat banyak di
NOC ini. Statoil dari Norwegia ini merupakan contoh paling bagus dari
perolehan perbarrel minyaknya. Bahkan mampu mengalahkan perusahaan IOC
lainnya.
Statoil ini saat ini sudah menggandeng Pertamina untuk mengekspolrasi
daerah deepwater (laut dalam) di Indonesia. Bahkan Statoil ini sudah
membuka kantor di Jakarta. Apakah Statoil akan eksplorasi saja,
tentusaja tidak. Stat oil ingin belajar tentang LNG dari Indonesia.
Jangan lupa Indonesia merupakan negara pioneer dalam pengembangan LNG
di dunia ini, looh :) .
Resource Replacement Ratio
Dalam studinya Baker Institute-Rice University juga disebutkan bahwa
penemuan migas selama ini lebih banyak dilakukan oleh IOC, karena
perusahaan ini lebih aggresive dalam melakukan eksplorasi. Namun juga
perusahaan ini jugalah yang juga aggresif memproduksi. Sehingga
Resource replacement atau penemuan cadangan pengganti di perusahaan
IOC sangat buruk. Kalau hal ini berlangsung terus, maka cadangan migas
global akan lebih cepat habis sebelum mendapatkan pengganti.
Disebelah ini grafis cadangan minyak di negara-negara terbesar
kandungan minyaknya, dan sisa waktu apabila diproduksi dengan laju
konstant. (sumber data : Wikipedia)
Secara global perilaku ini akan membahayakan ketersediaan minyak dimasa depan.
Beban sosial NOC
Selain memiliki tugas untuk menjaga kontinuitas pasokan energi untuk
negaranya, NOC juga sering dibebani dengan tugas sosial, antara lain
dengan menyediakan BBM bagi warga negaranya. Disebelah ini grafis yang
memperlihatkan bagaimana perbandingan harga BBM di negara-negara di
dunia yang memiliki NOC. Memang tidak mudah mengelola NOC tetapi
itulah tugas NOC.
Di China harga BBM cukup mahal, namun kalau dilihat dalam chart
socio-economic diatas terlihat bahwa ada pembagian tugas di beberapa
NOC yang dimiliki China. Sinopec merupakan NOC China yang bertanggung
jawab terhadap welfare rakyatnya, namun pertimbangannya tetap bukan
politik tetapi pertimbangan ekonomi. Sedangkan NOC-China lainnya
(CNOOC) merupakan perusahaan NOC yang tugasnya mirip IOC, yaitu profit
oriented.
Bagaimana dengan Indonesia ? Indonesia memiliki Pertamina yang
memiliki peran strategis dalam menentukan ketahanan energi nasional.
Tapi pertamina ini unik dan khusus, sebaiknya didongengkan terpisah,
ya ? :)
Apa yang bisa dipelajari ?
:( "Wah ini cirikhas Pakdhe, belum apa-apa udah disuruh
dipelajari. Kapan main D-3nya Pakdhe ?" :P
Ada beberapa hal yang patut kita pelajari tentang kiprah NOC-NOC selama ini.
* Peran NOC menjadi strategis untuk negara-negara yang energi
primernya masih mengandalkan migas (seperti Indonesia).
* Peran kebijakan sisio-politics sebuah NOC sangat menentukan
kinerja perusahaan yang bersangkutan.
* Tidak ada kesamaan antar satu NOC dengan NOC yang lain.
Masing-masing memiliki cirikhas yang disesuaikan dengan kebutuhan
negaranya masing-masing.
* Satu negara dapat memiliki beberapa NOC untuk memberikan pembagian tugas.
* Tidak semua NOC berevolusi atau bercita-cita menjadi seperti IOC.
* Peran NOC yang kuat sangat diperlukan di Indonesia, …. Pertamina
…. hmmm (tunggu tulisan selanjutnya)
Sumber referensi :
- The Changing Role of National Oil Companies in International Energy
Markets, Rice University, April 2007
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------