Yang ditanyakan Pak Eka dan yang diulas Pak Herman sebenarnya masuk ke dalam
apa yang kita kenal sebagai Global Cyclostratigraphy. Pelopor ilmu ini banyak
di beberapa negara, seperti yang dikemukakan Pak Herman. Di Eropa, a.l. Prof
Djin S. Nio (kebetulan saya pernah berdiskusi dengannya saat bertemu di
konferensi EAGE Stavanger Norwegia Juni 2003). Di Amerika Serikat, Perlmutter
dan Matthews (Texaco) banyak mempublikasikan penelitiannya soal ini, kebetulan
juga saya pernah sebulan di Texaco Research Center (November 1992) dan suka
berdiskusi dengan mereka soal Global Cyclostratigraphy. Di Indonesia, Pak
Herman Moectar-lah ahlinya dan yang mengembangkannya.
Global stratigraphy adalah suatu ilmu yang melahirkan process-response model
yang memprediksi pola2 stratigrafi suatu cekungan dengan mengintegrasikan
sejarah klimatik dan tektonik dalam skala global, regional, dan basinal.
Perubahan iklim dan iklim global jangka panjang maupun jangka pendek,
topografi, batimetri, uplift rate, subsidence rate, provenance, muka laut, atau
muka danau, semuanya diintegrasikan untuk menghasilkan model basin-fill.
Stratigrafi umum untuk suatu cekungan dapat diramalkan dengan menentukan efek2
semua faktor ini pada sediment flux (yield) dan accommodation space.
Siklus2 stratigrafi dapat diprediksi dengan mengintegrasikan semua proses dan
kondisi lokal yang mengontrol sediment flux yang akan mengisi cekungan dan yang
mengontrol distribusi, pengendapan, serta preservasi sedimen di dalam cekungan.
Proses2 dan kondisi2 yang berhubungan dengan cekungan dipengaruhi oleh sistem2
geologi dan klimatik yang bekerja pada skala regional dan global pada berbagai
periode waktu. Sistem2 ini dikategorikan sebagai long-term (yang efek2nya dapat
diamati setelah > 1 juta tahun) dan short-term (yang efek2nya dapat diamati
ribuan-ratusan ribu tahun).
Long-term system yang mempengaruhi proses-proses pengendapan meliputi : (a)
iklim global keseluruhan untuk suatu periode geologi; (b) kondisi tektonik yang
mengontrol hanyutan benua, pemekaran dasar lautan, topografi, batimetri,
keberadaan sesar, uplift rate, subsidence rate, perubahan2 eustatic; (c)
petrologi wilayah provenance. Short-term system yang mempengaruhi sedimentasi
meliputi perubahan2 iklim yang disebabkan osilasi antara orbit Bumi dan poros
rotasi Bumi (siklus Milankovitch).
Dengan mengelompokkan semua faktor yang mengontrol pengendapan, long-term
system akan menjadi kerangka yang relatif stabil untuk menganalisis efek2
perubahan short-term system. Teknik melakukannya adalah sebagai berikut : (1)
menyusun long-term climatic framework, (2) mengisi framework itu dengan
short-term siklus Milankovitch. Siklus2 Milankovitch ini terjadi pada setiap
periode2 400.000 tahun dan 100.000 tahun (karena perubahan orbital
eccentricity -kelonjongan orbit Bumi mengelilingi Matahari), 40.000 tahun
(perubahan kemiringannya), dan 20.000 tahun (perubahan longitude of the
perihelion). Superimpose kedua long-term dan short-term ini, secara konstruktif
maupun destruktif, akan saling mempengaruhi, misalnya memaksa long-term base
climate bervariasi di antara batas-batas kondisi yang masih bisa diprediksi.
Siklus Milankovitch biasanya dimodelkan menggunakan fungsi-fungsi kosinus.
Iklim punya efek langsung kepada produksi dan transpor sedimen. Perubahan
dalam tekstur sedimen, mineralogi, dan suplai kepada cekungan dapat
diperkirakan dengan melibatkan variasi2 klimatik pada kerangka topografi dan
provenance di wilayah tertentu. Kejadian dan distribusi lingkungan pengendapan
dan potensi pengawetannya di suatu cekungan menjadi fungsi dari sediment flux
(dikontrol oleh short-term climate) dan accommodation space (fungsi long-term
tectonic processes).
Secara prinsip, faktor2 yang mengontrol basin-fills dapat kita golongkan
menjadi dua kelompok : (1) faktor2 yang mempengaruhi sediment yield : sediment
weathering dan transport, (2) faktor2 yang mempengaruhi accommodation space.
Kelompok faktor no. 1 terdiri atas : (a) provenance, tectonic : elevasi,
relief, basin orientation, faulting, rate of uplift, (b) klimatik : temperatur,
humidity, precipitation, evaporasi, runoff, lake level, sea level, wind,
sunlight, biota.
Kelompok faktor no. 2 terdiri atas : tectonic - basin size, basin shape,
faulting, subsidence rate, uplift rate, lake level, sea level.
Kedua kelompok faktor sediment yield dan accommodation space ini akan
menentukan depositional environments, lalu lithofacies, dan akhirnya
stratigraphy (basin fills).
Sederhananya, unsur2 iklim akan mempengaruhi tingkat pelapukan provenance,
erosi provenance, transpor sedimen, dan pengendapannya. Maka, stratigraphic
record suatu basin fills dapat diramalkan dengan mengintegrasikan sejarah
tektonik dan klimatik di mana cekungan itu berada.
Indonesia adalah wilayah yang bagus untuk menguji konsep2 dalam
cyclostratigraphy. Iklimnya tropis (sekarang), pelapukan dan erosinya tinggi,
sedimentasinya tinggi pula, dalam waktu Kuarter ini banyak pulau2 yang menyatu
dengan daratan utamanya. Bagaimana bila kita menguji paleoklimat Indonesia
misalnya pada saat Paleogen atau lebih tua lagi, Mesozoik, saat pulau2
Nusantara belum ke tempatnya sekarang, tentu akan menarik meskipun rumit sebab
akan melibatkan pula paleo-tektonik.
salam,
awang
Herman Moechtar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Eka,
Mengenai pemanasan global, itu rame-ramenya padfa akhir 1988 dan awal 1990an.
Itu politis sifatnya. Ketika itu, dinyatakan dari berbagai pertemuan pejabat
eksektif dunia yang dispopnsori oleh Amerika dan Eropa. Dinyatakan bahwa, dunia
saat itu menghadapi pemanasan global. Pada 1995 (?/ beritanya ada di Hr.
Kompas), salah seorang Prof (ahli Climate dari Den Haag/ Belanda) menyatakan
bahwa isu tersebut hanya ingin memojokkan negara berkembang saja. Sejak itu
suara Prof. tersebut sudah tidak terdengar lagi.Entahlah kita tidak tau
kebenaran yang pasti atas isu tersebut.
Saya, sejak 1988 mempelajari masalah iklim yang ketika itu di Eropa belum
populer dan masih dipertentangkan khususnya bagi pakar geologi. Pada tahun 1992
muncul Prof. De Boer (Co-promotor saya) dari Utrecht dan Prof. Smith (Cambridge
Univ.) sebagai ahli geologi yang mempopulerkan masalah iklim dalam aspek
geologi. Dan tepatnya pada tahun 1993, dinyatakan sebagai tahun Milankovitch
(itu tuh...... yang membahas mengenai siklus Milankovitch beraspekkan climatic
changes).
Perubahan iklim global yang bagaimana pak Eka ?
Sejak tahun 1994 hingga sekarang, saya mempelajari geoplogi Kuarter yang selalu
saya kaitkan dengan perubahan global. Beberapa kesimpulan dari beberapa tulisan
saya yang datanya baik dari daratan maupun dari laut dari P. Jawa, P. Sumatera,
Sulawesi, Kalimantan, dan Biak yaitu; (1)Perubahan iklim pada 18.000 terakhir
dapat direkam secara baikdalam studi astrostratigrafi, (2)Pada 2000 tahun
mendatang kita berada pada konmdisi iklim minimum menuju kering (warming).
Indonesia adalah surga bagi orang yang mempelajari perubahan iklim karena kita
termasuk daerah tropis. Berbeda dengan wilayah mulai dari subtropis, temprate,
hingga pola dimana perubahan iklim sulit terekam karena produknya tidak
lengkap. Kalu musim dingin sungai membeku, dsb.nya (non deposition) sehingga
tridak diketemukan sejak-jekanya prioduk dari perubahan iklim tersebut. Nah,
banyak cerita mengenai perubahan gl;obal iklim itu, tapi yang paling tepat
untuk iklim bukan perubahan global seperti halnya sea-level tapi perubahan
universal.
Jadi saya rasa, emang kesananya kita menghadapi pemanasan universal kok. Koko
jadi repot malahan manusia selalu dipersalahkan tapi tidak semuanya bukan.
Memang sirkulasi iklim mendatang demikian. Jadi perubahan iklim versus geologi
itu sangat indah, syaratnya harus memahami astrogeologi dan geologi Kuarter.
Ok, pak nanti kita sambung lagi
Wassalam,
Herman Moechtar
eka adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear rekan-rekan Geo Unpad
Akhir-akhir ini isu mengenai Global Climate Change semakin populer,
pada kesempatan ini apakah ada dari rekan-rekan yang bisa memberikan pencerahan
mengenai perubahan iklim ditinjau dari segi ilmu geologi (tektonik dan/atau
sedimentologi) ?
Bagaimana dampak perubahan iklim ini kemasa yang akan datang di bumi yang kita
pijak ini ?
Mungkinkah ada istilah The Present is Key to Future ....
Salam,
Sukahar Eka
__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
__._,_.___ Messages in this topic (19) Reply (via web post) | Start a new
topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
Moderators:
Budhi Setiawan '91 <[EMAIL PROTECTED]>
Edi Suwandi Utoro '92 <[EMAIL PROTECTED]>
Sandiaji '94 <[EMAIL PROTECTED]>
Wanasherpa '97 <[EMAIL PROTECTED]>
Satya '2000 <[EMAIL PROTECTED]>
Andri'2004 <[EMAIL PROTECTED]>
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Recent Activity
4
New Members
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart
Sign up today!
Reconnect with
college alumni.
Y! Messenger
Instant smiles
Share photos while
you IM friends.
Moderator Central
Yahoo! Groups
Join and receive
produce updates.
.
__,_._,___
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.