Pak Awang, Menarik sekali bahwa ternyata di daerah onshore Pertamina masih banyak potensi yang bisa dikembangkan. Apakah potensi potensi lapisan di bawah zona produktif yang sekarang diproduksi pertamina telah diselidiki lebih lanjut? Taruhlah misalnya Pertmamina telah memproduksi lapisan batugamping dari Formasi Baturaja di Sumbagsel, apakah potensi lapisan di bawahnya seperti Talang Akar, Lemat bahkan basement telah juga diproduksi?
Saya sempat berfikir bahwa Pertamina hanya konsentrasi di onshore karena masalah SDM dan efesiensi (cost), tapi ternyata karena masih banyak PR (baca Potensi) di onshore sendiri. Trims tuk penjelasannya. Shofi On 3/24/08, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Shofi, > > Pertamina kini tidak bermain hanya di wilayah offshore, mereka pemegang > saham di beberapa blok offshore di sekitar Makassar Strait, bahkan > lautdalam. Di blok-blok itu Pertamina memang bukan operatornya. Tetapi > sebagai operator, Pertamina telah beberapa kali mengebor sumur di offshore > (sekitar Bunyu) dan Sulawesi Timur. > > Perlu diingat bahwa lahan2 Pertamina adalah lahan2 tradisional yang > berakar dari sejarah industri migas di Indonesia yang dari 1885-1966 bermain > hanya di offshore, jadi sangat wajar mengapa Pertamina besar di on shore. > Untuk diketahui saja, masih besar lahan on shore Pertamina yang belum cukup > terksplorasi dengan baik (misalnya Jawa Barat selatan), dan kita pun baru > menyaksikan penemuan2 Pertamina bahwa di lahan2 tradisional pun masih > prospek, masih ada temuan2 baru yang menggembirakan (Sopa, Suban Baru, > Gunung Kemala, Karang Enggal, dll.). > > salam, > awang > > Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Just curious aja sih, kenapa selama ini Pertamina hanya bermain di wilayah > onshore saja. Apakah Pertamina menganggap masalah pengeboran dan > pengembangan oil and gas di lepas pantai merupakan hal yang mahal? apakah > merupakan kelangkaan SDM nya? Atau apakah onshore selalu jauh lebih > menjanjikan dibanding offshore? atau masalah yang laen? >

