Saya rasa titik pangkalnya adalah apakah pantas,  wajib atau bahkan haram bila 
negara memberikan subsidi kepada rakyatnya sehingga memberatkan kondisi 
keuangannya sendiri.
   
  Ibarat satu keluarga, apa yang harus dilakukakan orang tua apabila seorang 
anak  merengek minta uang untuk naik bis patas dan menolak naik sepeda ontel 
yang gratisan sedangkan uang jatah bis mestinya bisa dipakai buat 
menambah-nambah tahu tempe dimeja makan. Keputusan memaksa anak naik sepeda 
ontel jelas saat ini terasa pahit buat si anak yang biasa naik bis, tapi in the 
long run mestinya sih akan membawa manfaat . Masalahnya, bagaimana si anak bisa 
nggenjot lha wong sepedanya ternyata gak pakai ban.....
   
  Salam
  Oki
  

iagi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Saya setuju industri migas RI meningkatkan produksinya. Tapi saya tetap
berpendapat memakai minyak tanah untuk rumah tangga sebagai suatu
kezaliman. Baca khotbah saya dengan judul "Zalim" yang di ulas oleh bp
S. Zuhdi Pane di Majalah Petrominer Januari 2008. Menurut saya
pemerintah dan industri harus memberi kesempatan yang seluas-luasnya
untuk menggunakan gas (LPG) atau briket batubara untuk rumah tangga. Mau
pakai minyak tanah boleh saja, tapi tidak bersubsidi.
Sofyadi Roezin di Sek IAGI.

       
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.

Kirim email ke