Kangmas Shofi,

Sewaktu kita tinggal di KL saya merasa tidak tega untuk membandingkan
transportasi M'sia dengan RI tercinta.

Tapi ketika melihat Bangkok yang situasinya tidak jauh berbeda dengan JKT,
kok jadi gatal untuk membandingkannya. Padahal - kata koran lokal sini -
studi transportasi disini juga dilakukan oleh universitas lokal:
Chulalongkorn, AIT, Radjamangala, dll. Tapi barangkali kita memang masih
tertinggal dari segi implementasinya.

Saya sempat juga mengintip piranti lunak yang dipakai untuk pengaturan
transportasi di KL ataupun BKK, ternyata amat-sangat mirip!, bahkan untuk
kelengkapan data dan fasilitas piranti nya masih kalah, lebih lengkap yang
buatan ITB-UI-ITS belasan tahun lalu.... (kecuali untuk moda baru yang
berbasis hi-tech Mass Rapid Tranport seperti kereta api (skyway/subway)

Bangunlah Jiwanya, Bangun Raganya.
Hiduplah Indonesia Raya....!

YKA


2008/4/11 Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]>:

> Hidup buat kang Yosep yang masih bisa teriak Hidup Indonesia Raya.
> Apa karena sudah di Bangkok ya?
> Pemerintah boleh bobrok, tapi kecintaan terhadap tanah air tetap ada
>
> Hidup Indonesia raya juga.
>
> Shofi
>
>
>
> On 4/10/08, Yosef Khairil Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Berbicara tentang transportasi di Jakarta memang sangat menarik karena
> > permasalahannya cukup rumit, sementara penanganannya oleh pihak
> berwenang
> > sampai sekarang ini terlihat masih belum serius dan terpadu. Padahal
> kalau
> > dilihat sudah banyak studi khusus oleh berbagai pihak yang sangat
> > berkompeten mengenai cara mengurai ruwetnya benang-kusut transportasi
> ini.
> >
> > Pada tahun 1995-1996, pernah ada proyek khusus dari Departemen
> Perhubungan
> > (saat itu MenHub-nya adalah Pak Haryanto Dhanutirto)
> > yang dananya bermilyar rupiah yang melibatkan 3 perguruan tinggi: ITB,
> UI,
> > ITS. Saya kebetulan terlibat di dalamnya.
> >
> > Proyek tersebut tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran jelas
> tentang
> > semua moda transportasi di Indonesia (dari kota besar di ibukota
> propinsi
> > sampai ibukota kecamatan): angkutan darat, laut, udara, sungai dan
> danau.
> >
> > Semua data akan ditampilkan dalam format GIS sehingga bisa sangat
> > interaktif
> > dan mudah digunakan, apalagi konsumen akhirnya adalah para pengambil
> > kebijakan/keputusan di kalangan dinas yang terkait dengan transportasi:
> > DepHub, DLLAJR, Polri, DPR, para kepala daerah dst. Untuk itu ketiga
> > perguruan tinggi di atas membangun mega-database dan merancang sendiri
> > piranti lunaknya dengan multi sistem operasi (DOS, Ms-Windows, Linux
> versi
> > awal), sehingga para pemakainya hanya tinggal klik beberapa kali tombol
> > tetikus, maka akan diperoleh beragam data transportasi yang diinginkan
> > untuk
> > suatu lokasi di saat tertentu di semua wilayah RI. Untuk saat itu
> > kelihatannya hasilnya sudah cukup luar biasa.
> >
> > Piranti lunak itu juga memiliki kemampuan untuk membuat Simulasi
> kepadatan
> > arus lalu-lintas dan penanganannya, juga pemodelan sensitivitas arus
> > lalu-lintas disaat peak hour (jam pergi/pulang kantor) atau peak season
> > (hari raya keagamaan).
> >
> > Dengan data-data masukan dari berbagai pihak dan jenis; mulai dari
> dealer
> > kendaraan (jumlah mobil baru terjual), importir mobil, panjang ruas
> jalan,
> > kondisi jalan, situasi geografi jalan, Samsat (jumlah ranmor yang
> > terdaftar), dlsb., maka piranti lunak buatan ITB-UI-ITS ini memiliki
> > kemampuan untuk melakukan validasi mulai dari data yang dimasukkan
> sampai
> > dengan Model dan simulasi yang dihasilkan, juga bisa membaca format
> > database
> > dari dinas transportasi negara-negara yang sudah maju transportasinya
> > (Jepang, Korea Selatan, dlsb).
> >
> > Untuk mendapatkan data akurat dikerahkan tenaga mahasiswa dari
> > Sabang-Merauke untuk melakukan survey lapangan.
> >
> > Setelah dipresentasikan di depan jajaran MenHub dan komisi DPR yang
> > membidangi masalah transportasi, dan proyeknya dinyatakan sukses dari
> sisi
> > waktu dan dana.....maka nasibnya sekarang tak ada yang tahu.... sayang
> > sekali!
> >
> > Hiduplah Indonesia Raya!
> >
> > Wassalaam,
> > YKA
>

Kirim email ke