perlu diingat juga, pada saat menyalakan mesin, jumlah BBM yang dibakar lebih banyak daripada saat mesin berjalan stasioner. kalau terlalu sering mati-hidup mesin, lumayan juga ekstra BBM yang dibakar ketika mesin start-up.
ide lain utk total saving cost, sebisa mungkin car pooling. kalau melihat mobil2 yang berjalan sebelum jam 7, banyak juga yang cuma sendirian dalam 1 mobil. kalau saja bisa car pooling 1 orang (jadi paling sedikit 2 orang dalam 1 mobil), ini akan banyak mengurangi jumlah mobil yang beredar di jalanan. soal macet, menurut saya, seringkali terjadi karena satu kendaraan menghalangi jalannya kendaraan lain, terutama di persimpangan (blocking the intersection), baik oleh mobil, motor, kopaja dan malah bus. kalau saja orang sadar utk tidak blocking intersection, ini bisa mengurangi kemacetan. antrian panjang sih mungkin tetap ada tapi setidaknya tidak ada cerita jalanan macet karena terhalang oleh kendaraan lain. --pta 2008/4/30 Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]>: > Dengan harga crude-oil merangkak ke angka 120 USD/bbl saat ini, harga BBM > suangat terancam untuk naik. Penghematan merupakan salah satu cara yang > paling baik. Di Jepang katanya sudah banyak yang mematikan mesin sewaktu di > lampu merah. Namun hal ini tentunya juga akan berpengaruh pada waktu > start-up. Saya yakin dengan mematikan mesin akan menghemat bahan bakar, > tetapi bagaimana dengan proses start-upnya, apakah proses mati-hidup > berulang ulang akan mempengaruhi kenerja mesin ? *Usia dynamo* keseringan > start-up, *energy *sewaktu start-up, serta pengaruh oil *cooler *perlu > dievaluasi. > Dan khusus di Jakarta adalah perlu dilihat aspek *keselamatan *(security). > > Buat kawan-kawan mechanic engineer ... Any idea ? > > Juga dari sisi *transportasi*, bagaimana seandainya dibuat waktu > paling *efisien > *untuk memerahkan lampu, tanpa memerahkan raut muka karena sebel dan > kepanasan tanpa AC. Juga perlu waktu paling efisien (misal 3 menit merah, 1 > menit hijau) sehingga *tidak macet *sewaktu mulai lampu hijau berjalan. > * > Lets think about total saving cost, not just fuel cost.* -------------------------------------------------------------------------------- PIT IAGI KE-37 (BANDUNG) * acara utama: 27-28 Agustus 2008 * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008 * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008 * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008 * abstrak / makalah dikirimkan ke: www.grdc.esdm.go.id/aplod username: iagi2008 password: masukdanaplod -------------------------------------------------------------------------------- PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011: * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008 * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!! ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

