Si "Tireks" Pak Budi Brahmantyo (40 tahun yang lalu barangkali ?) masih bisa 
juga menyulut perdebatan tentang evolusi di antara kita hari ini. Tidak 
mengherankan, teori evolusi yang secara sistematis dikemukakan Charles Darwin 
150 tahun lalu itu (tahun depan bukunya akan genap 150 tahun umurnya) memang 
terus diserang dengan gigih. Cobalah kita jalan-jalan ke toko buku besar, maka 
kita akan melihat banyak sekali buku dan CD terbitan Harun Yahya yang menyerang 
evolusi Darwin dengan gencar. 
   
  Harun Yahya  yang berlatar belakang iman Islam paling tidak baru sepuluh 
tahun terakhir saja buku-bukunya bisa kita temukan di Indonesia. Dari tahun 
1960-an sebenarnya buku-buku kaum fundamentalis Kristen yang menamakan dirinya 
kaum kreasionis telah menyerang evolusi dengan sama gencarnya (Henry Morris 
dkk.). Buku-buku Henry Morris memang tak beredar di toko buku, tetapi di 
beberapa perpustakaan di kota Bandung saya pernah membacanya tahun 1980-an. 
Saat sebuah perpustakaan itu bubar dan menjual murah koleksi bukunya; saya 
sempat membeli buku2 kaum kreasionis Amerika itu.
   
  Tahun 1971 Kanisius menerbitkan buku bagus tentang evolusi dan iman (Kristen) 
ditulis oleh seorang pastor bernama Franz Dahler dan rekannya penulis Indonesia 
Julius Chandra. Buku itu berjudul "Asal dan Tujuan Manusia".  Tahun 2000 buku 
ini direvisi total dan diterbitkan dengan judul baru "Pijar Peradaban Manusia" 
dengan penulis masih Franz Dahler dan rekannya Eka Budianta. Buku ini bagus 
sekali, sangat terlihat bahwa Franz Dahler mengikuti semua publikasi terakhir 
tentang evolusi dan sains. Dia pengagum Teilhard de Chardin, uskup Prancis 
terkenal sekaligus seorang paleontologist yang berpengaruh. Teilhard de 
Chardin- lah yang menentukan bagaima Roma Katolik akhirnya menerima teori 
evolusi pada tahun 1980-an melalui sebuah konsili di Vatikan oleh Paus Yohanes 
II.
   
  Awal tahun 1990-an sebuah buku kreasionis khas Indonesia muncul dari sebuah 
yayasan kreasionis di sebuah kota di Jawa Timur. Penulisnya adalah seorang 
dosen tamu (orang asing) teologi beraliran kreasionis. Saya membelinya dan geli 
membacanya karena tak ada nalar sains dalam menjelaskan gejala-gejala sains 
termasuk geologi dan biologi.
   
  Tahun 2005 para dosen biologi di Universitas Nasional berhasil menerjemahkan 
buku klasik Charles Darwin 1859 "The Origin of Species" dan dipublikasikan oleh 
Yayasan Obor. Sebuah usaha yang patut diacungi jempol sebab tak gampang 
menerjemahkan buku tua yang berbahasa Inggris gaya Victorian pertengahan tahun 
1800-an kepada bahasa Indonesia. Yayasan Obor juga patut diacungi jempol sebab 
mereka "berani" menerjemahkan buku yang pada awal-awal tahun terbitnya dibakar 
di mana-mana sebab katanya karya Setan . Franz Magnis Suseno, juga bagus sekali 
memberi komentar epilog pada buku itu.
   
  Dalam kalangan Islam, patut juga diperhatikan karya Prof Teucu Jacob (alm.), 
ahli antropologi ragawi dari UGM tentang hubungan Adam dan evolusi dalam sebuah 
buku berjudul "Tempat Nabi Adam dalam Evolusi" (1988). Kita tahu, 
sehari-harinya Pak Jacob ini erat bergelut dengan tulang-belulang hominid di 
Jawa, fosil-fosil penunjuk evolusi, maka bagaimana pendapatnya tentang iman dan 
evolusi tentu menarik.
   
  Nah, begitu sedikit tentang publikasi-publikasi masalah evolusi di Indonesia 
sepengamatan saya. Bila kita mau menilai sebuah teori, sebaiknya kita membaca 
dan mempelajarinya dari  sumber-sumber pertamanya; jangan sampai kita 
menilainya sebelum kita tahu dengan benar apa isi teori itu sebenarnya. Untuk 
itu, bagus dipelajari kelima karya Charles Darwin yang dikumpulkan dalam The 
Darwin Compendium (Barnes and Noble, 2005 - buku ini tebal sekitar 1800 
halaman), atau buku Stephen Jay Gould : The Structure of Evolution Theory.
   
  Barangkali kita tak pernah tahu bahwa 150 tahun yang lalu pun, Darwin 
menuliskan kalimat berikut di penutup bukunya (The Origin of Species, 1859) : 
   
  "There is grandeur in this view of life, with its several powers, having been 
originally breathed by the Creator into a few forms or into one; and that, 
whilst this planet has gone cycling on according to the fixed law of gravity, 
from so simple a beginning, endless forms most beautiful and most wonderful 
have been, and are being evolved."
   
  Perhatikan kata "Creator" di situ. Evolusi Darwin tak meniadakan Tuhan.
   
  Evolusi tidak sama dengan Ateisme atau Ketiadaan Tuhan. Justru evolusi bisa 
dipahami dengan benar bila melibatkan Tuhan sebab Tuhan adalah titik awal dan 
titik terakhir dari evolusi. Semua berasal daripada-Nya dan sedang mengarah 
kepada-Nya. Ia adalah Alpha dan Omega-nya evolusi. Bukan Tuhan yang berevolusi, 
tetapi Ia pemulai dan pengakhir evolusi. Begitulah mengartikan evolusi secara 
filosofi. Silakan dibaca karya2 Franz Dahler dan Teilhard de Chardin tentang 
memaknai filsafat evolusi.
   
  Tetapi, bukan filsafat evolusi yang Darwin kemukakan, ia mengemukakan evolusi 
dalam dunia biologi, dan bukti-bukti tentang ini lebih dari cukup. Kita sebagai 
geologist atau ahli kebumian tentu tahu memaknai sebenarnya bukti-bukti evolusi 
tersebut. Seorang ahli geologi akan lebih paham tentang evolusi daripada siapa 
pun, termasuk ahli biologi. Ahli biologi hanya berteori tentang evolusi sebab 
evolusi adalah masalah historis, tetapi ahli2 geologi menemukan buktinya di 
lapangan. Silakan dibuka buku Darwin di halaman pertamanya : ia mempersembahkan 
karya evolusinya buat seorang ahli geologi : Charles Lyell.
   
  salam,
  awang
   
  
Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Masih banyak pertanyaan soal evolusi yang belum terjawab. Yup tul Mas Fajri,
Masih banyak pertanyaan soal evolusi yang belum terjawab. Dan ketika
muncul satu jawaban akan muncul sepuluh pertanyaan baru. Dan itu tidak
hanya evolusi. Bahkan teori fisika dan kimia mengalami hal yang sama.
Namun tanpa disadari pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan itulah
yang akhirnya justru membuat teori evolusi sendiri juga berevolusi.
Saya baru menuliskan pendek tentang teori yang berevolusi ini, juga
mensitir gambar dari Berkeley ttg perkembangan tepri evolusi itu
sendiri. sila simak disini
http://rovicky.wordpress.com/2008/01/31/evolusi-dari-teori-evolusi/
Ternyata cukup menarik bahwa "serangan" ilmuwan yang "tidak suka"
dengan teori evolusi selalu menyerang Darwin. Bahkan menyebutkan
Darwinism dsb. Tapi teori evolusi bukan sekedar teorinya darwin looh.

Di dunia ini dahulu dipercaya tidak ada mahluk hidup, termasuk
agamapun juga mempercayainya bahwa awalnya di bumi tidak ada mahkluk.
Coba saja periksa ayat-ayat kitab suci apapun. Hampir semua mengatakan
adanya bumi yang tanpa makhluk sebelumnya. Artinya dari tiada kemudian
ada, dalam garis waktu.
Yang kita (manusia) ketahui kemudian, "ujug-ujug" kok manusia sadar
(enlight) bahwa ternyata di dunia ini ada makhluk hidup dengan segala
variasi dan jenis yang berragam. Pertanyaan lain muncul, bagaimana
muncul keberagaman ini. Teoripun muncul dan berkembang. Evolusi (yang
dikenalkan oleh sebelum Darwin, dan setelahnya) mungkin hanyalah salah
satu dari sekian proses mengapa terrjadi keberagaman makhluk hidup ini
ada.

Nah yang sering kali mengundang pertanyaan adalah, apakah kalau proses
ini diulang dari jaman NOL, apakah proses perkembangan mahkluk akan
sama ?
Ada yang mengatakan tidak, karena masih banyak "unknown" (tidak
diketahui), Tetapi paling tidak "proses evolusi" merupakan "salah
satu" dari berjuta-juta faktor yang "known" and yet still a growing
theory !

Salam

RDP

2008/5/6 Muhammad Walfajri :
> T-Rex berevolusi menjadi unggas modern...lalu juga ada penelitian teori
> evolusi yg katanya kuda berasal dari sejenis ikan lumba2...setelah tercipta
> produk evolusinya, berikutnya unggas dan kuda (serta hewan2 lainnya) akan
> berevolusi menjadi apa lagi? begitu juga manusia, mengapa tidak berlanjut
> lagi evolusinya sekarang ini? Masih banyak pertanyaan2 mendasar lainnya yang
> sebenarnya tidak bisa dijawab oleh para penganut teori evolusi itu sendiri.
> Sejatinya Teori Evolusi adalah sesuatu yang banyak mengandung unsur
> mengada-ada.
>
> Salam,
> Fajri
>
>
> On 5/6/08, Budi Brahmantyo wrote:
>>
>> Waktu kecil saya punya ayam yang bulunya pada rontok, terutama di kepala
>> dan lehernya ... waktu itu saya kasih nama si Tireks karena jadi mirip
>> dinosaurus kebanggaan anak-anak itu...eh rupanya memang T. Rex leluhur
>> para unggas :)
>>
>> Salam,
>> BB
>>
>> bisa baca di:
>>
>> http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/iptek-sains/unggas-modern-keturunan-t-rex.html
>>
>> atau di sini:
>>
>> Unggas Modern Keturunan T-Rex
>> Sunday, 04 May 2008
>> PARA ilmuwan sudah lama menduga bahwa unggas modern adalah keturunan
>> dinosaurus ganas Tyrannosaurus Rex (T-Rex) karena struktur tulang T-Rex
>> memiliki sejumlah kemiripan dengan unggas modern.
>>
>> Namun, dugaan-dugaan itu memicu perdebatan karena sebagian ilmuwan lain
>> masih meragukan kesimpulan itu. Ilmuwan Harvard University, Amerika
>> Serikat (AS), Chris Organ berusaha mencari jawaban perdebatan itu dengan
>> meneliti protein persendian T-Rex dan protein persendian unggas, termasuk
>> ayam dan burung unta.
>>
>> Hasilnya, T-Rex dan unggas memang memiliki banyak kemiripan. "Penemuan ini
>> mempertegas kesimpulan yang menilai bahwa unggas modern merupakan
>> keturunan T-Rex. Saat ini, kami berusaha meneliti rumpun keturunan lebih
>> luas dari T-Rex. Kami menduga T-Rex juga merupakan leluhur dari reptil
>> modern," tutur Organ.
>>
>> Organ mendapatkan protein T-Rex dari fosil T-Rex yang ditemukan ilmuwan AS
>> John Horner di Wyoming dan Montana pada 2003. Organ yakin protein T-Rex
>> tersebut masih asli, belum terkontaminasi protein spesies lain.
>>
>> Tugas Organ selanjutnya adalah meneliti kapan dan bagaimana T-Rex mulai
>> berevolusi dari sosok dinosaurus karnivora yang besar dan ganas menjadi
>> unggas-unggas kecil yang lemah. Persamaan paling mencolok antara T-Rex dan
>> unggas adalah kedua makhluk hidup itu berjalan dengan dua kaki. (AP/ahmad
>> fauzi)
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
>> * acara utama: 27-28 Agustus 2008
>> * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
>> * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
>> * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
>> * abstrak / makalah dikirimkan ke:
>> www.grdc.esdm.go.id/aplod
>> username: iagi2008
>> password: masukdanaplod
>>
>>
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
>> * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
>> * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
>> AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
>>
>>
>> -----------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
>> shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
>> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
>> use of any information posted on IAGI mailing list.
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>



-- 
http://tempe.wordpress.com/
Telling the truth is important
Telling the positive is better !!!

--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------



       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke