Perlukah Indonesia keluar dari OPEC ?
Rovicky DP
http://rovicky.wordpress.com/2008/05/07/perlukah-indonesia-keluar-dari-opec/

Seorang kawan minta pandanganku tentang keanggotaan Indonesia di OPEC

    On Tue, May 6, 2008 at 8:06 PM, ratna gitasari wrote:
    Vicky, apa pendapatmu tentang rencana (yang sudah pasti) keluarnya
RI dari OPEC?
    bagi-bagi pengetahuan di sini… ya

OPEC sebenernya sebuah organisasi bergengsi ketika OPEC mampu
mengendalikan harga minyak dengan kuotanya, namun saat ini OPEC
sepertinya tidak banyak mempengaruhi harga minyak. Juga ketika
Indonesia sudah menjadi net importir, Indonesia masih tercatat sebagai
anggota OPEC. Tetapi sependek pengetahuanku, menjadi net exportir
bukanlah syarat keanggotaan OPEC. Jadi sepertinya asalkan anggotanya
masih mengeksport minyak maka bisa menjadi anggota. Indonesia saat
inipun sebenarnya juga masih mengeksport minyak namun juga mengimpor
minyak, baik dalam bentuk minyak mentah maupun BBM (refined).

Posisi sulit

Indonesia saat ini memang sedang kesulitan berat dalam pengelolaan
sumberdaya energi. Saat ini kebutuhan energi didalam negeri hampir 40%
masih didominasi oleh minyak bumi. Sedangkan sisa lainnya dipenuhi
dari batubara (yang mulai meningkat sejak 1980an), Gas lebih banyak
dijual karena biasanya gas itu dijual dengan sistem kontrak. Karena
sistem kontrak ini, maka harga gas tidak bisa serta-merta naik seperti
harga minyak.

Btw, harga minyak yang saat ini disekitar 120USD/barrel sakjane sudah
tidak realis. Karena harga minyak saat inipun sudah menggunakan
"future trading" atau sistem ngijon. Membeli untuk kebutuhan tigabulan
mendatang. Dan karena "ketakutan" tidak mendapat jatah di masa
mendatang inilah yang menyebabkan harga minyak menanjak. Demikian juga
dengan batubara yang ikutan melonjak. Tapi lagi-lagi gas yang menjadi
andalan eksport Indonesia tidak bisa menolong kenaikan harga energi
ini.

Perkembangan harga minyak bulan ini

Fluktuasi harga minyak saat ini banyak yang menduga akibat beberapa
faktor antara ain supply minyak yang terganggu akibat produksi Shell
di Nigeria, nilai US dollar yang melemah, serta kebutuhan (demand)
dimasa mendatang yang tidak pasti atau keraguan mendapatkan pasokan
energi primer.
Indonesia yang menderita

Indonesia itu menjadi net importir minyak sejak 2004. Jadi sejak 2004
Indonesia secara riil selalu nombokin belanja minyak di dalam negeri.
Produksi Indonesia hanya sekitar 800 000 barrel sehari, sedangkan
kebutuhannya diatas 900 000 barrel sehari.

    :( "Pakdhe, syapa sih yang haus dengan BBM ini. Makanya harga
minyak naik ya Indonesia "termehek-mehek"

Nah apakah saat ini memang sudah tepat kalau Indonesia keluar dari
OPEC? OPEC sendiri tidak meminta Indonesia keluar, karena dalam banyak
hal wakil Indonesia di OPEC sejak dulu selalu mendapat peran yang
penting (terutama Subroto). Jadi keanggotaan Indonesia di OPEC sangat
dinanti-nanti. Hal ini disebabkan Indonesia termasuk negara yang
"berpengalaman" dalam mengelola perminyakan. Lah wong sejak akhir 1890
sudah mulai memproduksi minyak kok. Sedangkan saudi ini baru sekitar
tahun 1930-1940-an, kalau ga salah. Indonesia memang berpengalaman
dalam mengelola tetapi bukan ahli memanfaatkan sumber energi ini untuk
kebutuhan dalam negeri, sehingga Indonesia saat ini malah sudah
"terlanjur" manja BBM. Dan belum bersiap-siap bergeser ke sumber
energi lain. Lah mau ngganti Geothermal saja terganjal adat di Bali,
mau bikin PLTN malah difatwa sama ulama lokal.

    :D "Lah yo itu yang bikin mumeth …"

    :( "hihihihih sampe-sampe Pak SBY puzink ya Pakdhe "

Kalau melihat gelagatnya harga minyak ga bakalan kurang dari 100$/bbl.
Jadi fluktuasinya akan berkisar diatas 100. Bahkan ada yang menduga
pada dua tahun kedepan akan berkisar 150, bahkan bisa-bisa mencapai
200$/bbl.
Finansial atau kebanggan sebagai bangsa

Keluar dari OPEC secara finansial mungkin menguntungkan karena tidak
harus membayar iuran keanggotaan sebesar 2 Juta Dollar setahun. Tetapi
harus diingat bahwa ada policy atau kebijakan luar negeri Indonesia
yang bebas aktif. yang artinya kalau Indonesia ini mau aktif dalam
politik dunia, ya mesti ikutan lah. Termasuk dulu aktif dalam kegiatan
PBB, Nonblok, Asean, G-15 dan organisasi lainnya.

Tidak hanya kebanggaan saja, mungkin dengan sesama anggota OPEC
Indonesia mampu mengundang negara-negara anggota lainnya itu untuk
menjadi investor, atau bahkan bersedia menjual minyaknya dibawah harga
normal. Tentusaja ini sangat dipengaruhi oleh siapa yang menjadi wakil
Indonesia di OPEC yang mampu melakukan loby-loby canggihnya.

Saya kira alasan Airlangga dan Alvin Lie di Komisi VII DPR hanyalah
alasan ekonomi semata. Mereka sama sekali tidak berpikir soal
kebanggaan serta titipan moral pendahulu Indonesia untuk berperan
aktif dalam politik luar negeri sesuai amanat UUD-45. Disisi lain
memang harus diakui bahwa saat ini Indonesia sedang dilanda krisi
kebanggaan sebagai warga negara. Peranan serta namanya di luar negeri
sedang merosot, bahkan dihadapan rakyatnya sendiri. Howgh !

    :( "Maksudnya, Pakde Airlangga ngga mikir kebanggaan negara gitu apa ?"
    :D "Mmmm anu, … gimana ya, nanti aku tanyain ke Pakde Langga ?"
 :( "tp ngomon-ngomong kalau indonesia keluar efeknya ke rakyat apa?
Jangan bikin blunder ah….."

 :D :Secara langsung Rakyat tidak akan merasakan bedanya. Tetapi
secara politis kenegaraan akan berarti beda. Nah sekarang bisa
dianalogikan begini saja "Kalau ada satu rumah yang ngga pernah ikutan
kerja bakti apa yang dirasakan anak-anaknya ? Selama anak-anak hanya
diem di dalam rumah ngga pernah belanja ke toko sebelah kagak terasa
ngaruh lah. Tapi kalau anda mau ke sekolah lewat sebelah rumah (Pak
eRTe) mungkin ada yang merasa sungkan P "


-- 
http://tempe.wordpress.com/
Telling the truth is important
Telling the positive is better !!!

--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke