Sebuah gempa besar berkekuatan 7,9 Mw (7,0 SR) menggoyang kawasan Sichuan, Cina 
kemarin siang 12 Mei 2008 pukul 14.28 waktu setempat (13.28 WIB). Gempa ini 
paling sedikit menewaskan 8500 penduduk, termasuk ratusan anak sekolah yang 
ditimpa reruntuhan bangunan…
   
  Gempa berlokasi pada 31.021°N, 103.367°E, atau  1545 km di sebelah baratdaya 
Beijing dengan kedalaman hiposentrum sementara 10 km. Gempa dirasakan sampai ke 
Taiwan dan Thailand.
   
  Berdasarkan USGS centroid moment tensor solution dan Global CMT Project 
moment tensor solution, gempa terjadi pada pematahan naik dengan jurus UTL-SBD 
dan kemiringan sekitar 40 deg. 
   
  Secara tektonik, gempa ini berlokasi di sesar naik besar Longmenshan dengan 
arah jurus yang sama dengan pematahan gempa. Sesar ini merupakan batas timur 
Plato Tibet dan sakaligus membatasi bagian barat Cekungan Sichuan. Plato Tibet 
terangkat dan terdeformasi oleh benturan sub-kontinen India kepada batas 
selatan Eurasia yang telah terjadi sejak mid-Eosen (sejak 50-45 Ma). Gempa ini 
terjadi karena tectonic stress akibat konvergensi segmen kerak Bumi dalam 
benturan ini. Meskipun telah terjadi sejak Eosen Tengah, sub-kontinen India 
terus menekan Eurasia di Plato Tibet dengan kecepatan 50 mm/tahun. Gempa ini 
sekaligus membuktikan bahwa gerakan segmen kerak Bumi di wilayah ini masih 
terus terjadi.
   
  Berkali-berkali Sesar Longmenshan ini telah menjadi tempat gempa berasal. 
Gempa sebelumnya yang destruktif terjadi di dekat episentrum gempa sekarang, 
yaitu gempa 7,5 Mw yang terjadi pada 25 Agustus 1933 dan menewaskan 9300 orang. 
   
  Gempa di wilayah jalur-jalur collision merupakan bukti bahwa gempa bisa 
terjadi di tengah benua, tetapi selalu di wilayah jalur lemah di tengah benua, 
misalnya jalur-jalur post -collision escape tectonics, atau jalur-jalur suture 
terranes.
   
  Plato Tibet baik di pinggirnya yang berupa tinggian-tinggian kompresi seperti 
Tien Shan, Indus Suture, Longmenshan, maupun di bagian tengahnya seperti 
jalur-jalur sesar mendatar besar Altyn Tagh dan Nan Shan, adalah tempat 
bersarangnya episentrum-episentrum gempa besar. Pola-pola kompresi dan ekstensi 
ini merupakan konsekuensi collision dan post-collision. Sebuah collision akan 
menimbulkan thrusting besar di bagian frontal dan semua wilayah tepi 
hinterland-nya, tetapi di pinggir-pinggir dari wilayah frontal ini terjadi 
strike-slip faulting dan sesar ekstensi/ rifting besar yang merupakan 
post-collision escape tectonics dan menjauhi wilayah collision. Sesar naik 
Longmenshan yang membentuk compressive uplift dan depresi Sichuan Basin adalah 
dua contoh langsung tentang dua kontras deformasi dalam sistem collision.
   
  Dalam skala kecil, kasus collision India kepada Eurasia terjadi pada sistem 
collision Banggai Sula kepada Lengan Sulawesi Timur. Wilayah ini pun aktif 
secara seismisitas karena mengakomodasi gerak Lempeng Pasifik ke arah barat 
melalui North Sula dan South Sula Fault (kontinuasi Sorong Fault). Semua 
deformasi yang berhubungan dengan collision maupun post-collision escape 
tectonics secara ideal bisa ditemukan di wilayah ini. 
   
  Diskusi lebih lanjut tentang collision di Eurasia dan Indonesia bisa dilihat 
di : 
   
  Satyana, A.H., 2006, Docking and Post-Docking Tectonic Escapes of Eastern 
Sulawesi : Collisional Convergence and Their lmplications to Petroleum Habitat, 
Jakarta 2006 International Geosciences Conference and Exhibition, Jakarta, 
August 14-16, 2006.    Satyana, A.H., 2006, Post-Collisional Tectonic Escapes 
in Indonesia : Fashioning the Cenozoic History, 35th Annual Convention, 
Indonesian Association of Geologists (IAGI), Pekanbaru, 21-22 November 2006.  
Satyana, A.H., Tarigan, R.L., and Armandita, C., 2007, Collisional Orogens in 
Indonesia : Origin, Anatomy, and Nature of Deformation, Proceedings Joint 
Convention Bali 2007- HAGI, IAGI, and IATMI, 14-16 November 2007.    Satyana, 
A.H., Armandita, C., and Tarigan, R., 2008, Collision and Post-Collision 
Tectonics in Indonesia : Roles for Basin Formation and Petroleum Systems, 
Proceedings Indonesian Petroleum Association (IPA), 32stnd annu. conv.,  
Jakarta, 27-29 May 2008.  salam dari Bali,  awang 
(sedang mengajar kursus "petroleum geology of Indonesia : current knowledge")
       

Kirim email ke