Daripada berusaha mencoba menemukan metode serius untuk menghitung umur Bumi,
kaum kreasionis lebih tertarik untuk mengritik metode-metode geokronologi yang
dilakukan para ilmuwan mainstream. Padahal, metode radiometri itu telah
didasarkan kepada riset selama 50 tahun. Nah, apa yang dihasilkan para
kreasionis selama 50 tahun itu ? Sebagian besar hanya kritik dan kritik atas
metode radiometri, untuk menentukan bahwa umur Bumi 6000-10.000 tahun pun,
seperti yang mereka percayai, mereka tak punya metode serius untuk
mengukurnya.
Apa yang dikemukakan di dalam situs yang dikutip Sdr. Farid di bawah itu
sebenarnya berasal dari buku terkenal Henry Morris, bapak kreasionisme,
berjudul "Scientific Creationism" (1974). Morris mengemukakan bahwa K/Ar
dating untuk lava dari 1801 Hulalalei volcano lava flow berkisar umurnya dari
160 million years - 3 billion years old. Dengan pernyataannya itu, Morris
mencoba menjelaskan bahwa betapa buruknya metode radiometric dating itu,
masakan aliran lava yang keluar tahun 1801 dikatakan berumur 160 juta tahun
bahkan 3000 juta tahun. Dengan klaimnya itu, Morris mengatakan bahwa betapa
bodohnya ilmuwan yang mempercayai radiometric dating. Orang awam atau bahkan
geologist sekalipun yang malas mencari tahu lebih jauh akan terpedaya oleh
provokasi Morris ini. Hati-hati, selidikilah lebih jauh.
Morris menyembunyikan sesuatu, ia hanya mengambil apa-apa yang dirasakan
mendukung pendapatnya. Dalam buku itu, Morris sebenarnya mengutip sebuah studi
oleh Funkhouser dan Norton (1968) dalam Journal of Geophysics Research, vol.
73, hal. 4601 4607, "Radiogenic Helium and Argon in Ultramafic Inclusions
from Hawaii" . Morris tidak menuliskan bahwa studi yang dikutipnya itu adalah
studi tentang xenolith, bukan studi tentang lava. Xenolith di Hawaii itu adalah
fragmen batuan asing yang dibawa magma ketika melalui kerak Bumi. Karena
xenoliths ini tidak dileburkan secara sempurna oleh magma, maka xenoliths ini
jauh lebih tua daripada aliran lava.
Dengan dating K/Ar pada sebuah sampel, apa yang sebenarnya kita ukur adalah
seberapa lama sampel telah ada sejak sampel itu membeku dari keadaan leburnya.
Mengapa kita punya kisaran umur K/Ar yang sangat lebar pada sampel itu ? Studi
itu mengatakan bahwa umur xenoliths tak dapat diukur dengan semestinya oleh
metode K/Ar. Funkhouser dan Norton (1968) menulis di jurnal itu bahwa xenoliths
tersebut mengandung excess argon yang terperangkap dalam gelembung udara di
dalam batuan. Argon berlebih ini akan menyebabkan rasio K/Ar tak benar sehingga
perhitungan umurnya pun menjadi tak benar. Suatu radiometric dating akan
dilakukan setelah serangkaian screening atas sampel dilakukan untuk menghindari
kontaminasi, ini merupakan prosedur baku absolute dating.
Klaim atas asumsi-asumsi metode radiometri. Beberapa prasyarat digunakan
dalam metode radiometric dating. Ini umumnya meliputi : constancy of decay rate
dan kontaminasi (gain atau loss parent/ daughter isotope). Kaum kreasionis
seringkali menyerang prasyarat ini sebagai "unjustified assumptions".
Rates of radiometric decay didasarkan kepada sifat mendasar materi, seperti
probability per unit time suatu partikel keluar dari inti atom. Perubahan
signifikan rates of radiometric decay isotopes yang sering dipakai untuk
geological dating tak pernah teramati dalam kondisi apa pun. Lihat publikasi
Emery (1972 - "Perturbation of nuclear decay rates" - Annual Reviews of Nuclear
Science 22, hal. 165-202) yang merupakan survey komprehensif atas hasil-hasil
eksperimen dan batas-batas teoretis tentang variasi tingkat peluruhan (decay
rates). Di dalam paper itu Emery melaporkan bahwa perubahan-perubahan tingkat
peluruhan adalah sesuatu yang tidak relevant dan walaupun terjadi bisa
diabaikan. Kalau mau menerima umur Bumi begitu muda seperti yang dipercaya kaum
kreasionis, maka akan diperlukan perubahan tingkat peluruhan yang luar biasa,
yang tidak pernah terjadi, dan yang tidak logis berdasarkan batas-batas
teoretis (barangkali ingat prinsip-prinsip mekanika kuantum, "Fermi's
golden rule" pada peluruhan sinar alpha ?).
Secara ringkas, bisa dikatakan bahwa tak ada orang yang telah menemukan
bukti-bukti perubahan dalam fundamental constants, pada akurasi sekitar satu
bagian dalam 1011 per tahun. Baik bukti-bukti eksperimen maupun
perhitungan-perhitungan teoretis menunjukkan bahwa rates of radioactive decay
konstan, tak ada perubahan-perubahan signifikan. Sebaliknya, kalau kita mau
mengakui umur Bumi yang muda, maka harus telah terjadi accelerated decay 10-20
kali dibandingkan yang ada, dan itu tak ada.
Tentang kontaminasi. Kebanyakan metode radiometri punya check built in yang
akan mendeteksi kebanyakan bentuk-bentuk kontaminasi. Benar bahwa beberapa
metode dating ( K-Ar dan carbon-14) tidak punya built-in check untuk
kontaminasi, dan bila terjadi kontaminasi maka metode-metode ini akan
menghasilkan umur-umur yang tak berarti (lihat kasus xenoliths Hawaii di atas).
Bila itu terjadi, umur-umur yang dihasilkan tak usah diyakini. Tetapi bila tak
ada kontaminasi, umurnya boleh diyakini. Kekurangan built-in check pada kedua
metode ini sekarang bisa diupayakan dengan screening yang ketat sebelum
dilakukan pengukuran.
Tentang closed system assumption. Inti atom sebenarnya begitu terlindung dari
larger scale effects seperti tekanan dan temperatur tinggi. Meskipun demikian,
para ilmuwan geokronologi tak menganggap closed system ini berlaku. Buktinya,
mereka memasang built-in check for contamination di banyak metode pengukuran
radiometri. Mereka mengindahkan yang namanya kontaminasi, dan sebuah
kontaminasi tentu akan terjadi di open system. Maka, tuduhan para kaum
kreasionis tak punya alasan.
Umur Bumi memang sudah tua, perkiraan terbaru (Gradstein et al., 2004
Geologic Time Scale 2004, Cambridge) adalah 4560 juta tahun. Mineral tertua
yang terukur sampai sekarang (Wilde et al., 2001 Evidence from detrital
zircons for the existence of continental crust and oceans on the Earth 4.4 Gyr
ago Nature 409 (6817), hal. 175-178) adalah sebuah detrital zircon bernama
sampel W74, sebuah sampel metaconglomerate dari Jack Hills area, Australia
Barat, yang menghasilkan umur absolute (menggunakan metode isotop U-Pb) 4408
+/- 8 juta tahun.
Radiometric dating telah berkembang sejak awal abad ke-20. Penemuan berbagai
radioisotope berbagai unsur (seperti lead, carbon, zircon) yang terjadi di
dalam mineral, batuan, meteorit, dan fosil, bersama dengan pengukuran kecepatan
peluruhannya, telah memampukan pengukuran umur material2 ini. Dan, pengetahuan
bahwa Bumi berumur paling tidak 4550 juta tahun telah diketahui sejak 1956,
ketika Claire Patterson, ahli fisika Amerika yang terlibat dalam pembuatan bom
atom pertama dan ahli radioaktivitas, membandingkan pengukuran radiometri pada
meteorit dan mineral-mineral Bumi. Kritik kaum kreasionis pada metode
radiometri yang sudah berumur 100 tahun ini tak beralasan.
Bahwa Alam Semesta kita sudah begitu tua termasuk Bumi yang kita huni ini
juga terbukti melalui pengukuran-pengukuran dalam ilmu astronomi dan space
sciences lainnya. Melalui pengukuran presisi expansion rate Alam Semesta (Alam
Semesta mengembang terus sejak Big Bang) dihitung bahwa Alam Semesta terbentuk
13-14 milyar tahun yang lalu. Perhitungan ini terbukti benar pada tahun 2002
(lihat Astrophysical Journal Letters) ketika NASA's Hubble Space Telescope,
teleskop langit yang melayang di ruang hampa, berhasil menangkap data
bintang-bintang bajang putih (white dwarfs) di Galaksi Bima Sakti yang sedang
habis terbakar. Bintang2 pucat dan kabur ini tercatat paling tua dan telah
menjadi "clockwork stars" untuk mengetahui umur Alam Semesta. Ancient white
dwarf stars, yang dilihat Hubble ini, dihitung berumur 12 - 13 milyar tahun.
Karena berdasarkan pengamatan2 Hubble sebelumnya yang menunjukkan bahwa
bintang-bintang pertama terbentuk sekitar 1 milyar tahun setelah Alam Semesta
lahir dalam Big Bang, maka tepatlah umur Alam Semesta yang selama ini diyakini
oleh para ilmuwan, yaitu 13-14 milyar tahun, dan Bumi baru terbentuk sekitar 9
milyar tahun setelahnya atau 4,5 milyar tahun yang lalu.
Objek terukur paling jauh di Alam Semesta adalah Galaksi Abell 1835 IR 1916
(Guiness World Records, 2007) yang terukur oleh pengamatan European Southern
Observatorys Very Large Telescope (VLT) di Chile. Galaksi atau quasar (quasi
radio stellar) ini punya indeks redshift 10, yang ekivalen dengan jarak dari
Bumi sekitar 13,2 milyar tahun cahaya. Berapa jauh jaraknya dalam km bisa
diketahui dengan mengalikan jarak tahun cahaya oleh kecepatan cahaya selama
sedetik (300.000 km). Apa artinya ? Artinya adalah Cahaya dari galaksi/quasar
ini meninggalkan objek tersebut 13,2 milyar tahun yang lalu. Artinya lagi
adalah bahwa Alam Semesta kita memang sangat tua, termasuk Bumi kita di
dalamnya.
Demikian, sebaiknya berhati-hatilah membaca semua publikasi kaum kreasionis.
Mereka mungkin kaum fundamentalis agama yang baik (baik dari kalangan Kristen
maupun Islam), tetapi yang dikemukakannya kebanyakan adalah pseudo-sains.
Mengakui umur Alam Semesta dan Bumi yang tua, mengakui evolusi terjadi, tak
berarti bahwa kita tak beriman.
Profundum abyssi quis dimensus est ?
Salam,
awang
faridferdian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sepakat Kang Yoga, memang tampaknya klo ngebahas teori ttg asal
muasal kehidupan ga akan ada habisnya... krn terkait sekali
dengan "keyakin terdalam" kita akan keberadaan "the force" (minjem
istilah dari starwars).
Skalin saya ingin nanya ttg radiometric dating yg umum dipakai dalam
penentuan umur batuan. Di dalam website penganut mazhab "creation &
young earth theory" saya menemukan keraguan mereka akan penggunaan
metode radiometric dating. Mereka mengklaim beberapa kekurangan dari
penggunaan metode ini yg dapat menyebabkan eror yg sangat besar
dalam penentuan umur. Salah satunya metode ini sangat reaktif
terhadap pengaruh panas (heat contamination) sehingga menyebabkan
hasil umur yg didapat menjadi sangat jauh lebih tua dari yg
seharusnya. (Two well-documented examples of "heat contamination"
are the 1800 and 1801 eruptions from two Hawaiian volcanoes.
Although these eruptions were less than 200 years old, the
radiometric "dates" obtained from them were 140 million to 2.96
billion years for one, and from 0 to 29 million years for the other -
- depending upon the (ocean) depth at which the lava sample was
obtained.)
Berikut ini adalah kelemahan dari metode radiometric dating yg saya
kutip dari website tersebut (maaf karena lumayan panjang):
The only dating methods discussed (over and over again) by evolution-
believing scientists and the mass media are ones that
supposedly "prove" that the earth is billions of years old. One of
the most popular of these is known as radiometric dating. However,
not as well known is the fact that such methods have a number of
serious flaws which are usually glossed over, or ignored when
writing on, or discussing this subject in public.
With the exception of Carbon-14, radiometric dating is used to date
either igneous or metamorphic rocks that contain radioactive
elements such as uranium. And even though various radioactive
elements have been used to "date" these rocks, for the most part,
the methods are basically the same. They consist of measuring the
amount of radioactive (mother) element and comparing it to the
amount of stable (daughter) element. A discussion of the
Uranium/Lead method follows.
Uranium is radioactive, which means it is in the process of changing
from an unstable element into a stable one. The most common form is
uranium-238. It has a half-life of about 4.5 billion years. This
means that if you had some pure uranium-238 with no lead in it, 4.5
billion years later one half of it would have decayed into its
stable daughter product (lead-206). And after 9 billion years there
would be 75% lead and 25% uranium, and so on. Few people realize it
but all radiometric dating methods require making at least three
assumptions. These are:
1) The rate of decay has remained constant throughout the past.
2) The original amount of both mother and daughter elements is known.
3) The sample has remained in a closed system.
Constant Decay Rate:
For purposes of radiometric dating it must be assumed that the rate
of decay from mother element to daughter element has remained
constant throughout the past. Although there is no way to prove
whether or not this has been the case, scientists have attempted to
alter the rate of decay of radioactive materials and have found that
they are almost immune to change. Most creationists have few qualms
in accepting this first assumption.
Original Amounts Known:
The second assumption is much more speculative since there is no way
to verify whether or not some (or most) of the daughter element was
already present when the rock solidified. Therefore, a guess must be
made. However, in some cases, a few scientists are telling us that
they have solved this problem.
For example, with the uranium/lead method scientists have attempted
to estimate what the original ratio (of uranium-238 to lead-206) was
when the Earth formed. To do this they have selected a certain
meteorite, which contained various types of lead (including lead
204, 206, 207 and 208) but no uranium, and they have assumed that
this ratio is equivalent to the earth's original lead ratio. They
did this because it is almost certain that these lead isotopes were
all present in large quantities when the earth was created. This is
because "common" lead contains both radiogenic (lead 206, 207 and
208) and non-radiogenic lead (204) but it does not contain any
uranium. In fact, about 98% of "common" lead is "radiogenic"
(containing lead 206, 207,208) and only 2% non-radiogenic.
A Closed System:
The third assumption is that the sample has remained in a closed
system. This is necessary due to outside influences such as heat
and groundwater that can seriously alter the original material. And
since the earth is not a closed system, these last two assumptions
make radiometric dating highly subjective and questionable.
For example, if a rock sample was below the water table at any time,
leaching would take place. For Uranium/Lead dating this means that
some of the uranium that was initially present would be "leached"
out of the rock. Leaching can also cause uranium to be leached into
rocks that have little or no uranium in them. Therefore, in
virtually every case, scientists do not know what the original
condition of the rock was; and, even if they did know, they don't
any more due to heat contamination, mixing, and leaching.
Mohon tanggapannya, karena jujur saya, pengetahuan saya ttg
radiometric dating adalah nol besar...
Regards,
Farid
--- In [EMAIL PROTECTED], "Suryanegara, Yoga"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Pak Agung dan Rekan2 lainnya,
>
> Sepertinya diskusi ini tidak pernah akan ada titik temunya, karena
> masing2 penganutnya juga akan tetap mempertahankan pendapatnya
dengan
> berjuta alasan. Baik itu penganut teori evolusi, creation, maupun
> opurtunis.
> Kelihatannya kita akan sampai pada kesimpulan sepakat untuk tidak
> sepakat (kata halus dari keukeuh...he...,he...)
>
> Biar diskusinya bisa semakin menarik, mungkin sebaiknya kita ganti
> topiknya oke.....
>
> Regards,
> Yoga
>
> PS. Pak Agung, Insya Allah awal Juni saya ada waktu cuti, pengen
main
> nih ke Jatinangor lihat2 fakultas yang baru...
>
> ________________________________
>
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On
> Behalf Of Agung Mulyo
> Sent: Thursday, 15 May 2008 3:05 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Geo_unpad] Re: [iagi-net-l] si Tireksn
>
>
>
> Pokoknya teori apapun silakan berkembang, tapi jangan sampai
keluar dari
> koridor yang telah diberikan agama. Koridor yang diberikan agama
> hanyalah memberikan batas agar bila otak jelma melenceng tidak
terus
> kebablasan sehingga sia-sia. Contoh ... silakan saja setuju dengan
> konsep evolusi mahluk hidup ala Darwin, misalnya secara ilmiah
telah
> terbbukti bahwa gajah adalah berasal dari evolusi cucunguk, nenek
moyang
> munding adalah tokek, dan sebagainya. Tapi kalau sampai ada yang
> berteori bahwa jelma asalnya dari kunyuk, kita sudah harus
menolaknya.
> Kalau masih tetap ada yang ngotot membenarkan teori tsb., maka yah
> silakan saja ... sebab bagi yang merasa keturunnya, maka so pasti
akan
> mempertahankan teori tsb. Saya mah (juga den Yoga dan yang
lainnya)
> adalah asli katurunan Adam dan Hawa sebagaimana dinyatakan dalam
Qur'an.
> Tentang semua yang hidup asalnya dari yang mati,... yah.. memang
benar,
> seperti halnya yang tertuang dalam Qur'an. Tapi yang harus diingat
bahwa
> semua yang mati tsb. tidak ujug-ujug jadi hirup lantaran sejuta
proses
> kimia dan fisika, ... tapi menjadi hidup tersebut lantaran ADA YANG
> MENGHIDUPKAN. Percayalah ... percuma saja manusia mencari tahu
tentang
> penyebab lain mengapa sesuatu yang mati bisa menjadi hidup.
>
> Dulu ada seorang profesor ahli kimia yang selama hayatnya terus
> melakukan upaya untuk membuat emas dari bahan yang lain (emas
sintetis).
> Pada saat menjelang ujung hayatnya akhirnya dia berkesimpulan bahwa
> "emas hanya dapat dibuat dari emas". Apa yang telah dilakukan sang
> profesor tersebut sebenarnya dia hanya mencoba menentang teorinya
> sendiri. Apa jadinya bila manusia mencoba menentang teori /
ketetapan
> Allah ?
>
> Agung
>
>
> ----- Original Message ----
> From: "Suryanegara, Yoga" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, May 13, 2008 12:35:07 PM
> Subject: Re: [Geo_unpad] Re: [iagi-net-l] si Tireksn
>
>
>
> Mungkin kita sebagai mahluk beragama harus sudah mulai arif
menyikapi
> berbagai teori2 yg berhubungan dengan penciptaan mahluk hidup.
> Dilain sisi dgn modal teori evolusi ini banyak hal yg sudah
dihasilkan
> dan diperbuat oleh manusia, utamanya dibidang kedokteran, rekayasa
> genetik dan biologis.
> Tapi juga sangat disayangkan bahwa sebagian penganut teori ini
banyak yg
> terbutakan dan bahkan menjadi arogan dan merasa bahwa satu2nya
teori yg
> benar adalah dari si Mbah Darwin.
> Menurut saya, alangkah arifnya kita sebagai manusia beriman tetap
> memegang teguh adanya peran Sang Maha Kuasa didalam menyikapi
setiap
> hukum atau teori yg ada.
> Seperti yg P. Agung tuliskan terdahulu apa yg manusia capai saat
ini dlm
> ilmu pengetahuan adalah bukti dari keterbatasan kita sbg manusia,
bukan
> bukti bahwa itulah difinal stage of science achievment.
> Insya Allah dgn begitu kita tetep akan terpacu untuk terus
berkreasi,
> bukankah si Mbah Einstein pernah berkata, imagination more
important
> than knowledge?
> Salam
>
> ----- Original Message -----
> From: [EMAIL PROTECTED] ps.com <http://ps.com/>
<[EMAIL PROTECTED]
> ps.com <http://ps.com/> >
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com <http://ps.com/>
<[EMAIL PROTECTED]
> ps.com <http://ps.com/> >
> Sent: Mon May 12 21:40:11 2008
> Subject: [Geo_unpad] Re: [iagi-net-l] si Tireksn
>
> Salah satu syarat terjadinya teori evolusi adalah rentang waktu yg
> lama.... Dan itu tampaknya sejalan dengan adanya teori yg
mengatakan
> bahwa umur bumi adalah 4,5 miliar tahun (atau lebih tua) yg lalu...
> dan terutama sekali geologis dgn skala waktu geologinya.. . Tapi
ada
> sebuah teori lain yg menurut saya menarik (namun belum tentu benar)
> yakni teori bahwa umur bumi hanya berkisar 10.000 tahun. Dengan
> sendirinya apabila teori ini benar maka kebenaran teori evolusi itu
> dapat menjadi sangat diragukan.
>
> http://www.earthage .org/EarthOldorY oung/The_ Age_of_the_
Earth.htm
> <http://www.earthage.org/EarthOldorYoung/The_Age_of_the_Earth.htm>
> <http://www.earthage .org/EarthOldorY oung/The_ Age_of_the_
Earth.htm
> <http://www.earthage.org/EarthOldorYoung/The_Age_of_the_Earth.htm>
>
>
> Link diatas mungkin dapat lebih membuka wawasan kita ttg teori yg
> (bagi saya) baru ini. Dipaparkan beberapa bukti kelemahan2 dari
> metode yg digunakan dalam penentuan umur bumi yg lazim digunakan.
> Saya sendiri agak terkejut setelah membaca hal-hal yg dipaparkan,
> karena sedikit banyak sangat berkaitan dengan ilmu geologi.
>
> Diluar benar atau tidaknya teori evolusi, saya sendiri memandang
> teori evolusi adalah semacam pembuktian ilmiah atas hegemoni dan
> superioritas ras2 tertentu terhadap ras2 lainnya.
>
> Farid 2002
>
> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com <http://ps.com/>
<mailto:Geo_Unpad%
> 40yahoogroups. com <mailto:Geo_Unpad%40yahoogroups.com>
> , "Hadiansyah"
> <hadiansyah.taufik@ ...> wrote:
> >
> > Teori evolusi yang mana dulu nih pak? kalau teorinya si darwin
> jelas ditentang oleh agama, karena teorinya tuh bilang secara tidak
> sengaja materi benda mati berubah jadi sel hidup lalu berkembang
> biak bermacam2 jadi ikan, burung, sapi, monyet, manusia, etc, etc..
> >
> > Saya setuju sebagai orang yang beriman kita tidak bisa melupakan
> dalil naqli, yg salah satunya dari kitab suci umat islam, yaitu:
> > QS:2. 36. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu
> dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah
> kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada
> tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang
> ditentukan."
> >
> > nah trus misalnya ntar ditanya, 'beh, kata babeh kita keturunan
> nabi adam, tapi kok kata guru kita asalnya dari monyet, yang
> sebelumnya dari sel satu yg dari benda mati, yang bener yg mana nih
> beh?' , jawabannya mau yang mana??
> >
> > lagian, seingat saya dari belajar paleontologi, mikrofosil2 yg
> sudah ada jutaan tahun yg lalu, masih gampang diketemuin yang sama
> kok di pinggir2 pantai, paling beda2 dikit.. apalagi kalau baca
> atlas of creationnya harun yahya, ternyata fosil2 yg umurnya
ratusan
> juta tahun yg lalu, masih bisa diketemukan yg sama bentuknya
> sekarang..
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: EFFENDI RUSTAM, YUDISTIRA
> > To: [EMAIL PROTECTED] ps.com <http://ps.com/>
<mailto:Geo_Unpad%
> 40yahoogroups. com <mailto:Geo_Unpad%40yahoogroups.com> >
> > Sent: Monday, May 12, 2008 10:43 PM
> > Subject: RE: [Geo_unpad] Re: [iagi-net-l] si Tireksn
> >
> >
> >
> > Jangan-jangan yang dimaksud adalah ayat mengenai Evolusi?
> >
> >
> >
> > Sebab kalau dimisalkan dari Awal yg SATU---proses sampai menjadi
> batu (kejadian sebelum batu tidak usah dibahas)---lalu melapuk jadi
> tanah----lalu berubah menjadi makhluk bersel rendah---makhluk
bersel
> banyak----tumbuhan- ---binatang laut---binatang darat----manusia
> purba---manusia primitif---manusia beradab yg berpecah-pecah- --
> proses peperangan-- -manusia modern yg masih berpecah-pecah- proses
> globalisasi- -manusia modern yang bersatu---semuanya menjadi satu--
--
> kembali ke SATU.
> >
> > Jadi awal dan akhir sama yaitu SATU.
> >
> > Proses diatas melalui proses yg asalnya mati (batu) lalu
> DIHIDUPKAN dan DIMATIKAN berulang-ulang sesuai dengan ayat yang di
> kirim oleh pak Agung.
> >
> >
> >
> > Jadi jelas agama sama sekali tidak menentang teori Evolusi..Cuma
> kebenaran teori evolusi yang diungkapkan Darwin belum tentu benar
> mungkin saja perlu disempurnakan. Dan memang ilmu itu terus
> disempurnakan menuju kebenaran mutlak, mangkanya semakin kemari
ilmu
> yg satu dengan yg lain saling berhubungan yg tidak lain ujung2nya
> adalah SATU (kebenaran mutlak). Kita semua sedang menuju kesana,
> yaitu menuju yang satu. Mangkanya tidak heran era globalisasi akan
> terus berkembang dengan pesat di abad modern ini yah karena itu
> sudah fitrahnya mau bersatu.
> >
> >
> >
> > Sebenarnya kaum religius jangan takut dengan teori Evolusi,
> sebab tidak akan mengkufurkan seseorang menjadi atheis. Atau kalau
> memang takut dosa, proses pembentukan manusia modern tidak usah
> dimasukan kedalam theory, cukup sampai manusia purba.
> >
> >
> >
> >
> > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> -----------
> >
> > De: [EMAIL PROTECTED] ps.com <http://ps.com/>
<mailto:Geo_Unpad%
> 40yahoogroups. com <mailto:Geo_Unpad%40yahoogroups.com> >
> [mailto:Geo_Unpad@ yahoogroups. com
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> <mailto:Geo_Unpad% 40yahoogroups. com
> <mailto:Geo_Unpad%40yahoogroups.com> > ]
> En nombre de Agung Mulyo
> > Enviado el: domingo, 11 de mayo de 2008 11:07
> > Para: [EMAIL PROTECTED] ps.com <http://ps.com/>
<mailto:Geo_Unpad%
> 40yahoogroups. com <mailto:Geo_Unpad%40yahoogroups.com> >
> > Asunto: Re: [Geo_unpad] Re: [iagi-net-l] si Tireksn
> >
> > Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu
> Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya
> kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (Al-Baqarah 28)
> >
>
__._,_.___ Messages in this topic (24) Reply (via web post) | Start a new
topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
Moderators:
Budhi Setiawan '91 <[EMAIL PROTECTED]>
Edi Suwandi Utoro '92 <[EMAIL PROTECTED]>
Sandiaji '94 <[EMAIL PROTECTED]>
Wanasherpa '97 <[EMAIL PROTECTED]>
Satya '2000 <[EMAIL PROTECTED]>
Andri'2004 <[EMAIL PROTECTED]>
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Recent Activity
3
New Members
Visit Your Group
Yahoo! Groups
w/ John McEnroe
Join the All-Bran
Day 10 Club.
Move More
on Yahoo! Groups
This is your life
not a phys-ed class.
Cat Groups
on Yahoo! Groups
Share pictures &
stories about cats.
.
__,_._,___