--- On Wed, 6/11/08, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Geo_unpad] The Darwin Compendium
To: "Geo Unpad" <[EMAIL PROTECTED]>, "Forum HAGI" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Eksplorasi BPMIGAS" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, June 11, 2008, 1:20 PM
Charles Darwin (1809-1882) tak hanya menulis “The Origin of Species” (1859).
Ada empat buku lainnya yang berhubungan yang tak terlalu banyak dibicarakan
orang tetapi sangat penting kalau mau mempelajari teori evolusi Darwin secara
utuh. Untuk menemukan kelima buku Darwin itu tidak mudah, tetapi penerbit
Amerika Barnes and Noble mengumpulkannya ke dalam satu buku yang diberi judul
“The Darwin Compendium”. Setiap orang yang mau mendebat teori evolusi atau
mendukungnya, sebaiknya membaca dulu buku ini agar debat atau dukungannya punya
dasar, tidak hanya ikut-ikutan.
“The Darwin Compendium” adalah buku yang berat dan tebal (1874 halaman)
terbitan tahun 2005. Buku ini saya beli pada Desember 2005 saat sedang
mengunjungi Unocal di Sugarland , Texas . Perlu waktu lama membaca buku
ini, selain butuh konsistensi, butuh spirit untuk melawan kejenuhan dan
menyerah, tak mudah pula memahami bahasa Inggris Victorian zaman pertengahan-
akhir abad ke-19 yang menjadi bahasa buku ini.
Buku ini membantu memahami apa yang sesungguhnya Darwin pikirkan dan
pertahankan tentang evolusi. Perasaan Darwin pun bisa kita baca di salah satu
karyanya yaitu otobiografinya. Semua penganut dan pengritik teori evolusi yang
dikembangkan Darwin sebaiknya membaca buku ini sebelum mempercayai atau menolak
teori evolusi. Karena the Darwin Compendium mengumpulkan lima karya utama
Darwin sejak sebelum ia mengumumkan teori evolusi, mempertahankannya, dan
menceritakan apa yang ia rasakan berhubungan dengan teorinya yang kontroversial
pada zamannya itu; maka kita akan mendapatkan gambaran yang utuh tentang
Charles Darwin dan teori evolusi.
Kelima buku utama Darwin yang dikumpulkan dalam The Darwin Compendium adalah
seperti berikut.
”Voyage of the Beagle” (Darwin, 1839) berisi catatan Darwin sebagai naturalis
dalam kapal Beagle yang berlayar ke pulau-pulau selatan termasuk Kepulauan
Galapagos di lepas pantai sebelah barat Amerika Selatan. Di kepulauan ini
Darwin mengamati keberagaman burung finch (sejenis kutilang) dan iguana yang
menjadi salah satu dasar hipotesisnya bahwa makhluk hidup berubah dengan
berjalannya waktu.
”The Origin of Species” (Darwin, 1859), buku Darwin paling terkenal dan yang
paling banyak diserang, mengatakan bahwa seleksi alam – teori survival of the
fittest (yang paling cocok dengan alam yang akan terus hidup) – menghasilkan
begitu banyak varietas kehidupan di Bumi.
”The Descent of Man” (Darwin, 1871), berargumentasi bahwa begitu banyak bukti
yang menunjukkan bahwa manusia adalah bagian kerajaan hewan dan telah dibentuk
mengikuti hukum alam yang sama yang menghasilkan semua kehidupan lain di Bumi.
”The Expression of Emotions in Man and Animals” (Darwin, 1872), buku ini
meneliti lebih lanjut tesis bahwa manusia adalah bagian dunia alam. Di dalam
buku ini Darwin berargumentasi bahwa ekspresi wajah pada manusia merupakan
bentuk kompleks komunikasi yang dilakukan oleh sistem perototan yang begitu
rumit yang merupakan hasil proses evolusi.
Setelah bertahun-tahun mengalami masa-masa penghinaan, penyerangan, maupun
penghargaan karena teori-teorinya, Charles Darwin menceritakan perasaan dan
hidupnya dalam sebuah otobiografi berjudul, ”Autobiography of Charles Darwin”
(Darwin, 1876).
Ada banyak kontroversi seputar Darwin, kadang-kadang disebut idea-ideanya
berbahaya. Ketika mengingat Darwin orang mengingat gambar monyet yang berubah
menjadi manusia, alam semesta yang tak memerlukan tangan Mahakuasa, dan
pandangan kehidupan yang selalu berubah. Ada juga mitos-mitos yang ditujukan
kepada Darwin : bahwa dia menemukan evolusi, dia membenci Tuhan, dia
meninggalkan Kekristenan, dia mengatakan bahwa manusia keturunan monyet, dan
saat-saat menjelang ajal dia katanya meninggalkan kepercayaannya akan evolusi.
Darwin disalahkan untuk sesuatu yang disebut social Darwinism – idea bahwa yang
kuat harus mengungguli yang lemah. Dengan membaca kelima karya utama Darwin
yang dikumpulkan dalam The Darwin Compendium barangkali kita akan berpendapat
bahwa semua kontroversi dan mitos itu adalah salah.
Buku ”Voyage of the Beagle” (Darwin, 1839) mengabadikan apa yang dilihat,
dialami dan dipikirkan Darwin saat dia bekerja sebagai naturalis di kapal
Beagle dalam pelayaran selama lima tahun (1831-1836). Dalam perjalanan ini
Darwin mengumpulkan banyak spesimen tumbuhan, hewan, juga fosil. Darwin juga
dalam perjalanan ini melihat sisi buruk kekerasan manusia berupa perbudakan dan
kekerasan dalam nama agama. Semua penglihatan ini baik alam maupun sosial
mempengaruhi Darwin bagaimana memandang dunia. Kepulauan Galapagos punya arti
khusus buat Darwin dalam perjalanan ini. Di kepulauan ini, setiap pulau punya
jenis burung finch yang berbeda tetapi saling berkerabat. Di sini juga ada
kura-kura dan iguana yang sedikit berbeda di setiap pulau. Darwin bertanya
mengapa begitu banyak varietas yang berbeda untuk burung-burung dan iguana yang
sama, apa maksud keanekaragaman ini ? Kondisi di Galapagos bersama data lainnya
mulai membentuk idea sekaligus membentuk
keraguan dalam diri Darwin akan penjelasan teologis zaman itu tentang asal dan
keberagaman kehidupan. Buku geologi tulisan Charles Lyell (1797-1875) ”The
Principles of Geology” (1830) yang dibawa Darwin ke mana-mana sangat besar
pengaruhnya membentuk idea Darwin bahwa kehidupan itu telah tua dan berubah
secara perlahan, seperti halnya Bumi yang diajarkan Lyell bahwa Bumi berubah
perlahan, secara seragam sepanjang waktu yang lama. Di bukunya Lyell
mengajarkan bahwa umur Bumi jauh lebih tua daripada 6000-10.000 tahun seperti
yang dipercayai saat itu. Lyell mengajarkan juga bahwa Bumi berubah secara
gradual, bukan mendadak atau melalui katastrofisme. Pulang dari perjalanannya
itu, Darwin segera membukukan catatan-catatan pengamatannya dan bukunya ini
mendapatkan sambutan luas. Setelah itu Darwin mempelajari dengan hati-hati
semua spesimennya dan ia makin yakin dengan yang ia percayai : makhluk
hidup berubah seiring waktu.
Di samping buku geologi Lyell, Charles Darwin juga membaca buku Thomas Malthus
(1766-1834) berjudul ”Essays on the Principle of Population” (1798). Malthus
berargumen bahwa jumlah populasi selalu lebih besar daripada jumlah makanan
yang tersedia. Maka, terjadilah perjuangan untuk tetap hidup (struggle for
survival). Idea gradualisme Lyell, idea struggle for survival Malthus, dan
penelitian Darwin selama pelayarannya dengan Beagle, telah membentuk konsep
seleksi alam yang dikembangkan Darwin. Ia berpendapat bahwa setiap generasi
menghasilkan keturunan yang agak berbeda daripada orang tuanya. Perbedaan ini
kadang-kadang menjadi penting untuk supaya dapat lestari dan berkembang lagi.
Kelompok organisme yang dapat beradaptasi terhadap lingkungan meningkatkan
peluangnya untuk menghasilkan generasi berikutnya. Perbedaan genetik
dikombinasi dengan perubahan lingkungan dalam waktu yang lama akan
mengakibatkan spesiasi. Spesiasi-spesiasi ini telah menyebabkan
keanekaragaman makhluk hidup di Bumi. Idea ini dijelaskan Darwin dalam bukunya
yang paling terkenal ”The Origin of Species” (1859). Sejak buku ini, orang
mengenal Darwin dengan adagium ”manusia berasal dari monyet” Padahal, di
bukunya itu Darwin tak pernah mengatakan hal tersebut. Hubungan monyet
dengan manusia muncul di buku Thomas Huxley, seorang pembela garis keras
Darwin, yang menulis buku ”Evidence for Man’s Place in Nature” (1863). Huxley
di bukunya itu menyatakan bahwa anatomi primata dan manusia sangat mirip dan
itu merupakan bukti bahwa mereka berhubungan. Manusia adalah bagian dari dunia
binatang, tidak terpisah daripadanya. Manusia adalah hasil seleksi alam dan
evolusi. Manusia dan primata punya nenek moyang yang sama. Maka, kiranya yang
kita kenal dengan keberatan terhadap evolusi pada saat ini sebenarnya berasal
dari idea Huxley bukan Darwin.
Terinspirasi oleh Huxley, Darwin kemudian menulis buku yang khusus membahas
evolusi manusia ”The Descent of Man” (1871). Di buku ini Darwin
berargumen bahwa banyak bukti yang menunjukkan bahwa manusia adalah bagian dari
dunia binatang dan diciptakan menurut hukum-hukum alam yang sama yang
mengatur makhluk hidup lainnya. Kalau Huxley mencari bukti kesamaan anatomi,
Darwin mencari bukti kesamaan tingkah laku antara binatang dan manusia. Menurut
Darwin, tingkah laku adalah hasil seleksi alam. Moralitas pun adalah produk
evolusi. Kepercayaan kepada Tuhan pun adalah hasil perkembangan intelektual dan
nalar. Begitu menurut Darwin.
Untuk lebih menguatkan tesisnya bahwa manusia adalah bagian alam, Darwin
menulis buku yang lain, “The Expresion of Emotions in Man and Animals” (1872).
Di bukunya ini Darwin mengemukakan bahwa ekspresi wajah adalah bentuk kompleks
komunikasi oleh sistem perototan yang rumit yang merupakan hasil proses
evolusi. Emosi yang ditunjukkan oleh ekspresi wajah juga merupakan akibat
seleksi alam. Darwin menganalisis bahwa semua emosi dan ekspresi wajah sama
saja untuk segala bangsa, bagaimana kalau mereka senang,marah, ketakutan, dan
lain-lain. Menurut Darwin, ekspresi wajah binatang dan manusia menunjukkan
banyak kesamaan.
Terakhir, Darwin menulis Autobiography of Charles Darwin (1876) yang sebenarnya
bukan ditulis untuk umum, tetapi untuk keluarganya agar anak-anaknya bisa
memahami apa yang menjadi kepercayaan bapaknya (evolusi). Tetapi kemudian
Francis Darwin, salah seorang anaknya, menerbitkannya pada tahun 1887 dengan
menghilangkan sebagian manuskrip yang dirasakan akan kontroversial. Tahun 1958,
cucu Charles Darwin, Nora Barlow menerbitkannya lagi secara utuh berjudul
Autobiography of Charles Darwin.
Karya-karya Darwin selalu kontroversial sejak diterbitkan untuk pertama kalinya
sampai sekarang sebab Darwin menyentuh langsung hal-hal yang sangat mendasar
(falsafi) tentang kehidupan. Karya2-nya mengeksplorasi hal2 ini : dari
mana kehidupan berasal, bagaimana ia bisa sampai ke sini, realitas Yang
Mahakuasa. Pemikiran-pemikiran yang dicetuskannya pun mengalami evolusi.
Menjelang abad kedua puluh, kemajuan-kemajuan dalam genetika, biologi
molekuler, dan biokimia telah memberikan kita pandangan-pandangan yang lebih
mendalam dibandingkan pada masa Darwin. Síntesis antara seleksi alam klasik dan
ilmu-ilmu moderen in telah melahirkan neo-Darwinisme. Walaupun ilmu-ilmu baru
ini banyak memberikan dukungan untuk teori evolusi Darwin, kontroversi terus
saja berlangsung. Selama akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 ini kita melihat
orang-orang berdebat soal evolusi, termasuk sampai ke pengadilan, seperti di
beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Kansas
khususnya) dan Australia. Perdebatan ini adalah di sekitar pertanyaan mana
yang harus diajarkan di sekolah-sekolah umum, apakah evolusi atau lawannya
(kreasionisme) . Orang-orang fundamental menganggap Darwin sebagai terkutuk dan
teori evolusinya tak punya bukti apa pun. Sebaliknya, para ilmuwan fundamental
beranggapan bahwa bila ingin memahami alam yang tanpa campur tangan adikodrati,
maka orang harus menerima Darwin dan teorinya.
Sebenarnya perdebatan tentang evolusi banyak berasal dari kesalahpahaman
tentang teori evolusi itu sendiri. Tidak banyak para pendebat evolusi yang
membaca karya-karya asli Darwin. Mereka umumnya membaca literatur-literatur
yang ditulis oleh para penyerang Darwin. Ini berakibat bahwa pemahaman mereka
tentang evolusi Darwin akan semakin jauh dari yang sebenarnya.
Setiap orang yang mau mendebat sebuah teori harusnya dalam posisi “well
informed” dengan teori aslinya agar yang didebatnya tepat sasaran dan
substantial. Dalam hal teori evolusi yang dikembangkan dan dipublikasikan
Darwin, buku “The Darwin Compendium” ini merupakan buku yang baik untuk
memulai. Lima karya asli Darwin ada di situ.
Kutipan paragraf terakhir di buku paling terkenal Darwin :
“There is grandeur in this view of life, with its several powers, having been
originally breathed into a few forms or into one; and that, whilst this planet
has gone cycling on according to the fixed law of gravity, from so simple a
beginning endless forms most beautiful and most wonderful have been, and are
being, evolved.” (Charles Robert Darwin, “The Origin of Species” – 1859)
Tak ada yang sempurna. Teori evolusi juga ada kesalahan dan kesulitannya
sendiri, Darwin juga menyadari hal itu dan menuliskan bab khusus tentang hal
tersebut di dalam bukunya tahun 1859 itu. Darwin tak semuanya benar, tetapi
juga tak semuanya salah. Semua berubah, ilmu pengetahuan pun berubah atau lebih
tepat berkembang, yang tetap hanya perubahan itu sendiri.
Salam,
awang
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
Moderators:
Budhi Setiawan '91 <[EMAIL PROTECTED]>
Edi Suwandi Utoro '92 <[EMAIL PROTECTED]>
Sandiaji '94 <[EMAIL PROTECTED]>
Wanasherpa '97 <[EMAIL PROTECTED]>
Satya '2000 <[EMAIL PROTECTED]>
Andri'2004 <[EMAIL PROTECTED]>
MARKETPLACE
You rock! Blockbuster wants to give you a complimentary trial of Blockbuster
Total Access.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Recent Activity
5
New MembersVisit Your Group
Y! Messenger
PC-to-PC calls
Call your friends
worldwide - free!
Moderator Central
Yahoo! Groups
Get the latest news
from the team.
Yahoo! Groups
Stay healthy
and discover other
people who can help.
.
__,_._,___