Samson,
Kalau Allah berkehendak, tidak sulit untuk Allah yang Mahakuasa menciptakan 
Alam Semesta dengan segala isinya hanya dalam enam hari selama panjang hari 
yang kita definisikan, yaitu 24 jam. Tetapi, apakah benar Allah menciptakan 
Alam Semesta dan segala isinya hanya dalam enam hari atau 144 jam ? Jawabannya 
: kita tidak tahu dan tidak akan pernah tahu. 
 
Yang kita tahu adalah sains mengungkapkan bahwa umur Alam Semesta ini sudah 
sangat tua, bermula sebagai Big Bang yang terjadi sekitar 13-14 milyar tahun 
yang lalu (tahun dalam hitungan Bumi), 2 milyar tahun kemudian lahirlah Bima 
Sakti, 6 milyar tahun kemudian lahirlah Matahari, dan 500 juta tahun kemudian 
lahirlah Bumi, lalu 1 milyar tahun kemudian mulai muncul bentuk-bentuk 
kehidupan primitif, 3 milyar tahun kemudian berkembang invertebrata di lautan 
di Bumi, 250 juta tahun kemudian muncul para reptil raksasa di Bumi, dan 300 
juta tahun kemudian baru muncul manusia atau 10.000 tahun yang lalu. Umur-umur 
di atas didasarkan pada kemajuan-kemajuan terbaru dalam ilmu astronomi, 
geologi, dan arkeologi.
 
Mana yang benar, Alam Semesta tercipta hanya dalam enam hari atau 144 jam, atau 
belasan milyar tahun seperti penemuan-penemuan ilmu pengetahuan ?
 
Kaum kreasionis yang fundamentalis jelas mendukung Alkitab dan percaya bahwa 
Allah menciptakan Alam Semesta hanya dalam enam hari. Bahkan dari hitungan 
kisah-kisah di Alkitab mereka bisa menentukan bahwa umur Alam Semesta hanya 
sekitar 6000 tahun, atau tepatnya dicipakan Tuhan pada tahun 4004 sebelum 
Kristus lahir (atau BC atau SM)  pada pukul 10.00 pagi. 
 
Kaum ilmuwan yang fundamentalis jelas lebih percaya kepada hasil-hasil ilmu 
pengetahuan yang mengatakan bahwa umur Alam Semesta 13 atau 14 milyar tahun dan 
menganggap bahwa kisah penciptaan di Alkitab hanya dongeng.
 
Bagaimana kita bersikap sebagai seorang geologist yang percaya kepada ilmu 
pengetahuan tetapi juga sebagai seorang yang beriman yang percaya kepada Tuhan 
? Apakah kita perlu mendua ? Bagaimana jawaban kita ketika pertanyaan tentang 
masalah ini ditujukan kepada kita ?
 
Kalau saya, saya akan menjawab bahwa Alkitab bukan teks sains yang menjelaskan 
hal Alam Semesta sedetail ilmu pengetahuan. Jadi, saya tak akan menghitung umur 
Alam Semesta dengan menghitung kisah-kisah di Alkitab. Tetapi, kisah-kisah 
penciptaan Alam Semesta di Kitab Kejadian pun bukan hanya dongeng yang ditulis 
Nabi Musa dalam kitab pertama Taurat itu. Siapa yang memberitahu kepada Nabi 
Musa untuk menuliskan kisah-kisah penciptaan di sebuah kitab yang kemudian 
dinamai Kejadian kalau bukan Tuhan. Apakah Tuhan sekedar mendongeng kepada Musa 
tentang kejadian Alam Semesta dan bukan berdasarkan fakta ? Tentu kita tidak 
akan pernah tahu bagaimana dan kapan Tuhan menciptakan Alam Semesta.
 
Sekarang mari kita lihat saja apa yang kita punya, yang tercatat di Alkitab 
sendiri sebab kita tidak akan pernah bisa memahami pikiran Tuhan.
 
Pokok persoalannya adalah HARI. Apakah hari di Kitab Kejadian 1 itu bercerita 
tentang periode waktu seperti yang kita kenal sekarang yaitu selama 24 jam. 
Tidak sesederhana itu.
 
Mari kita gali dari bahasa asli Alkitab (bahasa Aram, suatu versi bahasa 
Ibrani). Kata hari pertama dipakai dalam Kejadian 1 : 5 (Alkitab terjemahan 
dalam bahasa Indonesia), ”Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu 
malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.” Ayat ini dalam 
bahasa aslinya yang ditransliterasi dan dialihsuarakan ke dalam huruf Latin 
adalah : ” Wayiqraa' 'Elohiym laa'owr yowmwlachoshek qaaraa' laaylaah wayhiy- 
`ereb wayhiy- boqer yowm'echaad.” Perhatikan kata YOWM (yom), itu adalah kata 
Aram yang diterjemahkan sebagai day atau hari. 
 
Kata ”yom” dalam bahasa Ibrani dipakai dalam Alkitab untuk mengartikan empat 
hal : (1) 24 jam periode rotasi Bumi (lihat bagian akhir Kejadian 1 : 14), (2) 
waktu di antara Matahari terbit dan terbenam, misalnya pada awal ayat Kejadian 
1 : 14, (3) waktu yang dikhususkan untuk maksud tertentu (lihat kitab Imamat 23 
: 27), (4) suatu masa, bisa panjang atau pendek, untuk pelaksanaan suatu maksud 
Allah (misalnya lihat kitab Zefanya 1 dan 2). Kemudian, kalau kita membaca 
Mazmur 90 : 4 di situ tertulis, ”Sebab di mataMu seribu tahun sama seperti hari 
kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.” 
Atau, kalau kita membaca II Petrus 3 : 8, ”...bahwa di hadapan Tuhan satu hari 
sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.”
 
Perhatikan juga kata Ibrani : ” wayhiy- `ereb wayhiy- boqer” (jadilah petang 
dan jadilah pagi). Dalam bahasa Ibrani ereb (petang) dan boqer (pagi) dipakai 
juga untuk mengartikan masing-masing sebagai ”akhir” dan ”mula”. Maka pagi dan 
petang di dalam Kejadian jangan selalu diartikan bagian dari hari.
 
Mempertimbangkan hal di atas, maka saya tidak akan menganggap bahwa hari-hari 
di Kejadian 1 belum tentu berarti 24 jam, tetapi mereka bisa berarti sebagai 
suatu masa panjang dengan suatu permulaan dan suatu akhir (lihat arti ”yom” 
yang ke-4 di atas). Suatu masa panjang dalam penciptaan atau pembentukan Alam 
Semesta juga disaksikan oleh ilmu pengetahuan.
 
Sekarang kita perhatikan urutan penciptaan di Kejadian 1 khususnya tentang 
penciptaan hari keempat. ”Berfirmanlah Allah : ”Jadilah benda-benda penerang 
pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam.Biarlah benda-benda penerang 
itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan 
tahun-tahun...” (Kejadian 1 : 14). 
 
Benarkah Matahari, Bulan, dan Bintang-Bintang lainnya diciptakan pada hari 
keempat, padahal pada hari ketiga segala jenis tumbuhan di Bumi sudah memenuhi 
tanah Bumi dan pada hari pertama sudah ada terang ? Apakah tumbuhan tak perlu 
fosintesis Matahari dan terang di Bumi tidak berasal dari Matahari ? Hati-hati 
menafsirkan Kejadian 1. Matahari, Bulan, dan Bintang-Bintang tentu telah 
diciptakan sejak awal. Pada hari pertama sinarnya telah menembus kabut pertama 
yang menutupi Bumi (Kejadian 1 : 3), tetapi benda-bendanya sendiri belum 
terlihat dari Bumi sebab kabut masih tebal menutupi Bumi. Tetapi dengan makin 
mendinginnya Bumi, densitas awan kabut makin berkurang, dan akhirnya 
benda-benda penerang itu tampak pada ”hari” keempat.
 
Karena Matahari, Bulan, dan Bintang mulai terlihat dari Bumi pada hari ke-4 dan 
disebutkan bahwa rotasinya bisa dipakai untuk tanda penghitung waktu; maka yang 
dimaksud sebagai ”hari” pada penciptaan hari ke-1 sampai hari ke-3 tidak bisa 
diartikan mengacu kepada hari rotasi Bumi atau Bulan seperti yang kita kenal 
sekarang sebab Bumi dan Bulan pada hari ke-1 sampai ke-3 belum nampak. Jadi 
berdasarkan apa ? Kita tidak tahu, tetapi di Alam Semesta ini ada 10 pangkat 26 
benda langit yang bisa dijadikan Allah sebagai patokan hari dan sebuah galaksi 
spiral di Alam Semesta punya periode rotasi ratusan juta tahun untuk 
menyelesaikan ”satu hari rotasinya”
Secara ringkas, ingin saya katakan tak ada pertentangan antara isi Alkitab 
dalam Kejadian 1 dengan hasil-hasil ilmu pengetahuan. Hasil-hasil ilmu 
pengetahuan justru menyaksikan dan mendetailkan apa yang sudah diceritakan di 
dalam Alkitab baik secara simbolis maupun secara harafiah. 
 
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan astronomi membuktikannya. Lempeng yang 
saling bergerak, dasar lautan yang mekar telah tertulis sejak ribuan tahun lalu 
di Alkitab, dan geologi membuktikannya 40 tahun lalu. Sodom dan Gommorah 
ditunggangbalikkan Allah sekitar 4000 tahun yang lalu melalui gempa dan erupsi 
lumpur, garam, gas, serta belerang berapi, periksalah geologi wilayah Palestina 
dan sekitarnya - hanya erupsi gununglumpur di wilayah kaya minyak yang bisa 
melakukan kiamat di Sodom dan Gommorah. Tidak ada hasil ilmu pengetahuan yang 
bertolak belakang dengan Firman Tuhan, cermatilah.”Ada sebuah tatanan sentral 
bagi Alam Semesta, sebuah tatanan yang dapat langsung dikenali oleh jiwa yang 
barada dalam kesatuan adikodrati” (Albert Einstein)
 
Salam,
awang 

----- Original Message ----
From: sams_6eounpad_06 <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, June 16, 2008 2:36:58 PM
Subject: [Geo_unpad] Re: Daratan dan Lautan Pertama : Kejadian 1


syaloom pak awang....
senang sekali bisa berdiskusi dengan pak awang. saya tertarik dengan tulisan 
bapak tentang 
daratan pertama yang diceritakan di alkitab dan bagaimana geologi 
menjelaskannya. 
menanggapi tulisan kemarin saya tiba-tiba membahas dan manggali lagi isi 
alkitab yang 
menceritakan bumi dan segala ciptaannya. saya bingung pak, dalam alkitab 
menjelaskan 
bahwa Tuhan mencipatakan segalanya dalam 6 hari.....
tapi dalam hukum geologi kita atau prinsip yang kita pakai sesuai hukum 
Uniformitarianism 
bahwa segala pembentukan fenomena geologi terjadi dalam waktu yang sangat lama.
apalagi kalo kita lihat segala keterjadian dalam segala waktu geologi tu 
memakai jutaan 
tahun yang lalu.....? kalau menurut pak awang bagaimana?.. .....

salam..

SAMSON 06

__._,_.___ 
Messages in this topic (4) Reply (via web post) | Start a new topic 
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 
Moderators:
Budhi Setiawan '91 <[EMAIL PROTECTED]>
Edi Suwandi Utoro '92 <[EMAIL PROTECTED]>
Sandiaji '94 <[EMAIL PROTECTED]>
Wanasherpa '97 <[EMAIL PROTECTED]>
Satya '2000 <[EMAIL PROTECTED]>
Andri'2004 <[EMAIL PROTECTED]> 
MARKETPLACE

________________________________
You rock! Blockbuster wants to give you a complimentary trial of - Blockbuster 
Total Access. 
 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 
Recent Activity
        *  3
New MembersVisit Your Group 
Y! Messenger
Instant hello
Chat in real-time
with your friends.
Yahoo! Groups
How-To Zone
Do-It-Yourselfers
Connect & share.
10 Day Club
on Yahoo! Groups
Share the benefits
of a high fiber diet.
. 
__,_._,___ 


      

Kirim email ke