Untuk yang pertama kalinya, craton atau inti/perisai benua bisa dilihat atau 
lebih tepatnya diinterpretasikan secara keseluruhan dari bawah diskontinuitas 
Mohorovicic sampai bagian atasnya yang tersingkap. Ini dapat terwujud berkat 
analisis dan sintesis multidisiplin geologi-geofisika-geokimia. 
 
Penelitian ini beraplikasi kepada eksplorasi intan pada pipa kimberlit yang 
menembus craton, dan keberadaan intra-cratonic basin yang bisa menjadi habitat 
hidrokarbon organik dan anorganik.
 
Artikel terbaru tulisan Dante Canil (University of Victoria, British Columbia, 
Canada) yang risetnya dalam 15 tahun terakhir berhubungan dengan mantle 
listosphere, dalam ”GSA Today” vol. 18, no. 6, June 2008, hal. 4-10, melaporkan 
kemajuan terbaru tentang pengetahuan ini.
 
Dalam artikel berjudul, “Canada’s craton : A bottoms-up view, Canil menulis 
tentang bagian craton Canada di Archean Slave Province, Mackay Lake,  yang 
disusun polymetamorphic gneiss berumur sekitar 3300 juta tahun. Craton ini 
diintrusi banyak sekali pipa kimberlit yang membawa intan. Pipa kimberlit ini 
membawa xenolith peridotit dan sedikit eklogit berasal dari akar craton di 
wilayah mantel.
 
Craton didefinisikan sebagai bagian stabil lempeng benua yang tidak lagi 
mengalami deformasi tektonik dalam waktu yang lama (milyaran tahun) (Bleeker, 
2003, the late Archean record : puzzle in ca. 35 pieces, Lithos v. 71, 
p.99-134). Saat ini telah diidentifikasi sebanyak 35 segmen/provinsi kerak Bumi 
berumur Archean (> 2500 juta tahun, berdasarkan skala waktu geologi terbaru 
dari Gradstein et al., 2004) yang diidentifikasi sebagai craton. 
 
Bagian massa litosfer terbesar dari suatu craton adalah bagian litosfer yang 
terletak di bawah diskontinuitas M (Mohorovicic) yang lazim disebut litosfer 
mantel. Kekuatan dan stabilitas jangka panjang suatu craton bergantung kepada 
sifat litosfer mantelnya. Begitu berpengaruhnya, sehingga sifat litosfer mantel 
ini akan menentukan asal benua. Dalam hal ini, patut diperhatikan perbedaan 
definisi antara berapa tebal kerak benua, posisi diskontinuitas M, tebal 
litosfer, dan tebal astenosfer (agar tak membingungkan, pengertian dasar 
pembagian kerak-mantel-inti harus dibedakan dengan 
litosfer-astenosfer-mesosfer-inti).
 
Artikel Canil (2008) memberikan ringkasan tentang faktor-faktor termal, 
petrologi, dan geologi untuk pehamaman evolusi cratonic lithosphere (meliputi 
kerak benua maupun mantle lithosphere) berdasarkan xenoliths yang dibawa pipa 
kimberlit yang mengintrusi craton. 
 
Canada berpusat di suatu craton yang besar dan bagian tersingkapnya merupakan 
singkapan kerak Archean terluas di dunia. Kayanya pipa-pipa kimberlit yang 
membawa intan ke permukaan menjadikan wilayah ini sebagai fokus utama riset 
eksplorasi intan selama 15 tahun terakhir. 
 
Survey geofisika dalam proyek-proyek bernama DeepProbe, Kaapvaal, dan 
sebagainya selama beberapa tahun terakhir dilakukan di atas craton Canada. 
Tujuan survey ini adalah untuk mendapatkan geophysical imaging litosfer di 
bawah craton. Penelitian geologi dan geokimia atas singkapan batuan-batuan 
mantel berupa xenoliths yang dibawa kimberlit  seolah bagai jendela untuk masuk 
ke dalam mantel. Gambaran craton dan litosfer mantel di bawahnya yang diperoleh 
dari geophysical imaging dan sifat komposisi serta ciri termal bagian bawah 
craton berdasarkan xenoliths, bila digabungkan akan memberikan gambaran lebih 
utuh tentang craton dan evolusinya. 
Xenoliths ini umumnya berupa peridotit. Maka disimpulkan bahwa mantle 
lithosphere adalah residu leburan peridotit. Pada tekanan di bawah 3 Gpa (giga 
pascal) sistem ini akan menghasilkan olivin.
 
Berdasarkan pemelajaran termal, diketahui bahwa struktur termal bagian craton 
Canada di Slave Province mantle tak berubah secara signifikan selama 500 juta 
tahun terakhir. Struktur termal yang tetap ini kontras dengan struktur 
petrologinya yang bervariasi baik secara lateral maupun vertikal diikuti dengan 
tingkat depletion-nya yang berbeda-beda berdasarkan bukti garnet geochemistry. 
Variasi ini juga sejajar dengan kejadian seismic anisotropy. Thermal 
steady-state ini tidak diketahui apakah begitu juga untuk periode yang lebih 
tua, misalnya pada ujung Archean (2500 juta tahun) saat Slave Province mulai 
stabil. Indikasi dari paleogeothermal masih sulit untuk diduga-duga.
 
Untuk mengetahui umur cratonic mantle “roots” digunakan isotop Re-Os 
(Renium-Osmium) dan isotop 187Osmium-188Osmium pada peridotit yang dibawa pipa 
kimberlit dari mantle lithosphere. Hasilnya bervariasi dari 3500 juta tahun 
sampai 500 juta tahun. Disimpulkan bahwa mantle lithosphere telah berperan 
dalam pembentukan craton pertama (3,5 Ga) juga “pengakaran”-nya (cratonic 
mantle “rooting”) kembali pada periode berikutnya (0,5 Ga).
 
Geophysical imaging menunjukkan bahwa di bawah craton Archean ini ada  tumpukan 
mantle lithosphere yang membentuk sistem “perakaran” bagi craton.  Berdasarkan 
bukti-bukti geologi dan geokronologi, diketahui bahwa pembentukan tahap akhir 
dan amalgamasi mantle root ini terjadi 500-1000 juta tahun lebih kemudian 
daripada umur litosfer Archean yang membentuk craton.
 
Demikian sedikit catatan dari artikel Canil (2008). Craton Canada adalah craton 
yang paling banyak dipelajari di dunia. Banyak riset tentang craton yang 
dilakukan di sini menjadi model untuk craton lain di seluruh dunia (seperti 
craton-craton di Australia, Afrika, Asia, Amerika). 
 
Pengetahuan ini tidak hanya untuk kepentingan ilmu pengetahuan geologi, tetapi 
juga telah bermanfaat untuk eksplorasi intan. Geophysical imaging-nya dapat 
dimanfaatkan untuk eksplorasi migas di intra-crattonic basin, dan struktur 
termalnya dapat dimanfaatkan dalam hal pengkajian pembentukan migas secara 
anorganik.
 
Salam,
awang


      

Kirim email ke