Saya pernah melihat dengan mata sendiri, bagaimana kepercayaan diri
seorang anak hancur karena deraan opini lingkungan di sekitarnya yang
menganggap dia bodoh dan malas. Akhirnya dia sendiri percaya bahwa dia
anak yang bodoh, sehingga selalu berpikir apa yang akan dia lakukan
pasti akan gagal. Ujung-ujungnya enggak mau mencoba melakukan hal
baru. Mudah-mudahan nanti saya tidak mendidik anak dengan cara
demikian.

Beralih ke kisah mengenai IPTN, setelah mendengarkan wawancara Pak
Habibie beberapa waktu lalu, saya baru sadar dan tahu mengapa dulu
kita nekad membangun industri pesawat terbang. Sekarang saya menyesal
karena dulu ikut-ikutan mencibir IPTN gara-gara terlalu banyak baca
suratkabar dan percaya saja. Seandainya sekarang IPTN berkembang lebih
besar lagi, apa kita enggak bangga akan prestasi sebagai negara yang
dianggap terbelakang dan negara dunia ketiga tapi mampu bikin pesawat?
Ini adalah salah satu contoh image tentang sesuatu dibentuk oleh opini
orang lain yang kita baca, lihat dan dengar, tanpa kita sendiri
memiliki kesadaran untuk memikirkan alternatif lain.

Ada sesuatu yang enggak beres jika kita suka menghina diri sendiri.
Kepengen menerapkan sikap low profile dan merendahkan hati sih sah-sah
saja. Demikian pula jika mengkritik diri sendiri agar kita bisa maju.
Tapi kalau sampe mendera diri sendiri secara psikologis yah sakit
namanya. Perlu diobati.

Salam
Minarwan

On 7/10/08, noor syarifuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Apakah betul karena fakta sekitar...? apa bukan karena opini sekitar...?
> Ini mirip dengan psikologi mendidik anak, kalau si ortu selalu mengatakan 
> anak-nya bego, malas dll...maka akhirnya di anak merasa bahwa dia adalah anak 
> yang bodoh dan malas....
> Jadi menurut saya mari kita mencoba melihat sesuatu dari sisi 
> terangnya....jangan selalu dari sisi negatifnya..
> Dulu waktu N250 terbang, orang cuman melihat bahwa itu cuman peswat rakitan 
> saja, orang indonesia itu sebenarnya belum mampu bikin pesawat dst.... 
> kemudian waktu CN235 dibarter dengan beras ketan, maka para pengkritik seakan 
> mendapatkan BBM untuk lebih mengobarkan sentimen negatif karya anak 
> bangsa......
> (padahal yang namanya Sukhoi aja dibarter sama minyak sawit oleh malaysia...)
> Sekarang begitu IPTN sekarat, kita "makin yakin" bahwa memang bangsa 
> indonesia itu tidak bisa bikin pesawat..... dan akhirnya para pegawai IPTN 
> lari ke Boeing dan Airbus untuk kerja di sana...dan kemudian akan muncul di 
> artikel bahwa ternyata ada orang Indonesia yang bisa bikin pesawat di pabrik 
> Boeing atau airbus.........
> salam,
>


-- 
Minarwan
-When one teaches, two learn-
GeoTUTOR: http://www.geotutor.tk
Blog: http://desaguadero.blogspot.com

--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke