Pak Suherman,

Kekhawatiran Bapak sangat  beralasan mengingat kasus-kasus serupa yang sering 
kita jumpai selama ini. Dr. Tjipto ITB memberikan contoh gabbro / serpentinite 
di Komplek Karang Sambung Kebumen yang walaupun telah jelas-jelas dilindungi, 
tetapi masih tetap saja dijarah - - - rang-terangan - - - tak iyeh ! 

Tak kalah gawatnya adalah temuan yang diinisiasi KRCB Desember 2000 yaitu Situs 
Gua Pawon yang  dilindungi oleh UU No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. 
Selain tidak terurus, juga terancam hancur oleh eksploitasi batu kapur yang 
sudah semakin mendekat ke lokasi situs ( pakai bahan peledak lho ! ).

Namun demikian, apakah dengan kenyataan di atas lalu kita kemudian milih sepi 
ing pamrih, sepi ing gaweh ? Semoga tidak ! Untuk kasus Taman Jaspis 
Tasikmalaya misalnya, Dr. Yunus cs telah punya rencana yang sangat bagus . 
Dokumentasinya selama seminggu di Tasikmalaya Selatan sangat lengkap dan  siap 
untuk jadi senjata pamungkas, baik bagi stack holders dalam negeri ataupun  
luar negeri . Besok lusa, KRCB pun akan  kumpul di kantor sekretariat Bandung 
untuk membahas perkembangan Tasikmalaya dan langkah-langkah selanjutnya . Dan 
setiap perkembangan, selalu kami komunikasikan ke pers ( PR ).

Untuk kasus Situs Gua Pawon, Dr. Yunus cerita ke mang Okim kemaren  bahwa 
beliau akan bikin makalah lengkap bersama Ir. Lutfi Yondrie MSc dari Balai 
Arkeologi Bandung tentang situs tersebut dan akan mempretasikannya di forum 
internasional yang bergengsi. Harapan beliau, insyaallah akan ada uluran tangan 
dari luar negeri untuk rehabilitasi, pelestarian , dan penelitihan lanjutan 
Situs Gua Pawon tersebut   ( habis - - - - - nunggu apresiasi dari  bangsa 
sendiri tak kunjung tiba - - - tak iye ! ). KRCB pun insya Allah akan terus 
mengingatkan kepada siapa saja tentang Situs Gua Pawon ini . Sekedar informasi, 
 pohon-pohon mahoni yang ditanam KRCB  5  tahunan lalu sebagai sumbangan dari 
Alm. mantan Gubernur Mashudi, Pemkot Bandung, Pikiran Rakyat, dan Rotary  telah 
tumbuh subur, mencapai ketinggian lebih 4 meter .

Sebagai penutup,  mang Okim  mohon maaf karena balasan mang Okim keluar dari 
konteks. Walaupun demikian,  semoga bisa bermanfaat . Terima kasih atas 
perhatian Bapak,

Salam batumulia,
Mang Okim

----- Original Message ----- 
  From: Suherman Tisnawidjaja 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, July 15, 2008 11:08 AM
  Subject: RE: [iagi-net-l] TAMAN JASPIS TASIKMALAYA : MENDEKATI KENYATAAN !!!


  Mas Miko,

  Selamat berkat informasi dan usahanya, akhirnya batu merah S. Cimedang dan 
sekitarnya menjadi perhatian Pemda Tasikmalaya dengan PERDA nya.

  Tapi saya masih khawatir dengan adanya Perda tsb, masyarakat jadi sadar/tahu 
bahwa batu merah tsb punya nilai ekonomis yang sebelumnya di-cuekin.

  Umumnya masyarakat kita kalau sudah tahu ada yang bisa jadi "duit", akan 
nekat untuk merusak dan mencurinya.

  Contohnya hutan lidung dirusak berat oleh para pencuri dan oknum penjabat dan 
aparat, hanya demi "pulus"..taiyeu.

   

  Mudah2an Pemda Tasikmalaya bisa menjaga batu merah tsb dari jarahan orang2 
yang tidak bertanggung jawab dan tidak ada oknum Pemda yang ikut2an merusak 
demi "pulus" dan "ajimumpung". Amin.

   


------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke