Batupasir Gabus (latest Oligocene) dan Arang (early-middle Miocene) yang di West Natuna Basin produktif tentu patut diperhatikan pula bagaimana kondisinya di East Natuna Basin. Tetapi, sayang sekali kedua formasi ini di East Natuna Basin bisa dikatakan under-explored, sehingga potensi sesungguhnya sukar kita ukur. Memperhatikan publikasi-publikasi yang ada pun (sedikit sekali dibandingkan publikasi untuk West Natuna Basin), sukar kita menarik kesimpulan umum sebab beberapa publikasi tentang Gabus di East Natuna Basin sayangnya saling berlawanan. Contohnya saja, laporan interpretasi seismik Fainstein dan Meyer (1998 –Natuna Seismic Survey Interpretation Report, PT Schlumberger Geco-Prakla Indonesia Non-exclusive Proprietary Seismic Report), di situ ada satu penampang East Natuna Basin yang pasti akan membuat kita tertarik dengan Gabus dan Arang di cekungan ini sebab begitu prospektif. Misalnya yang ada di bawah L structure. Tetapi, coba kita lihat publikasi Dunn et al. (1996 : Application of Geoscience Technology in a Geologic Study of the Natuna Gas Field, Natuna Sea, Offshore Indonesia, Proc. IPA, pp. 117–130); lapisan Gabus dan Arang di bawah L structure justru sangat tipis atau absent, hanya ada tinggian basement. Memang, Gabus di West Natuna Basin dengan yang di East Natuna Basin tidak sama dalam dimensi dan geometri. Ini disebabkan sejarah rifting mereka berlainan. Gabus, sebagai formasi yang diendapkan sebagai syn-rift sediments tentu akan terpengaruh pola rifting ini. Publikasi dari Wongsosantiko dan Wirojudo (1984 : Tertiary Tectonic Evolution and Related Hydrocarbon Potential in the Natuna Area, Proc. IPA, pp. 161-183) menerangkan hal ini. Rifting di West Natuna Basin dimulai sejak Oligosen Awal (sebagian publikasi bahkan menyebut sejak Eosen Tengah) sehingga pre-Gabus dan Gabusnya tebal. East Natuna Basin tak begitu, ia baru mengalami rifting pada Oligosen Akhir. Tambahan pula, kualitas Gabus di West Natuna Basin selain penyebarannya luas dan tebal, kualitasnya pun bagus sebab sebagian batupasirnya (terutama Gabus bagian atas) merupakan recycled older sediments yang terangkat pada Miosen Awal (lihat publikasi White dan Wing, 1978 : Structural development of the SCS with particular reference to Indonesia, Proc IPA, pp. 159-177). Sayangnya, uplift bahkan compression bukan recurrent tectonic styles untuk East Natuna Basin (di sini pun tak dikenal yang namanya mid-inversion Miocene yang di West Natuna Basin sangat ideal dan bagus sekali). Kemudian, Gabus di East Natuna Basin tak semuanya sama di setiap grabennya (Komodo, Sokang, Bunguran). Kita tak tahu banyak soal Gabus di Sokang Graben karena sumur terdalamnya (Sokang-1, TD 2359 m) hanya menyentuh bagian atas Gabus (late Early Miocene-Middle Miocene). Di Komodo Graben, lebih baik informasinya sebab sumur Komodo-1 menembus batuan sedimen sampai Oligosen Akhir, Gabus tertembus semua. Dari data ini diketahui bahwa Gabus merupakan deposit alluvial plain-delta plain berumur latest Oligocene-earlymost Miocene (bagian bawah Gabus) dan merupakan endapan synrift karena dari data seismic menebal menuju bounding fault Komodo Graben. Kualitas reservoir buruk-sedang. Di East Natuna Basin, Gabus sands dan Barat shales ditemukan sebagai sediment yang onlaps terhadap basement high. Umurnya latest Oligocene-earlymost Miocene (ini kelihatannya membentuk semacam condensed section melihat rentang umurnya yang pendek untuk dua formasi sekaligus, tak terjadi hal yang sama di West Natuna Basin). Kondisi ini hanya ditemukan di bagian utara basin, sedangkan graben2 selatan (misal Sokang) di atas basement-nya sediment yang onlap adalah sekuen yang lebih muda. Sumur-sumur AS-1X, AN-1X, AP-1X, AY-1X, Panda-1, Komodo-1, Bursa-1X, Macan-1X menemukan Gabus sands. Dari data yang ada bisa diringkas bahwa Formasi Gabus, dalam perkembangan penuhnya, terdiri atas deposit alluvial dan delta plains yang progradational di bagian bawah, ke atas menjadi deposit delta front yang transgresif. Bagian bawah tersebar di dalam graben (main syn-rift) sedangkan bagian atasnya late syn-rift sebab sudah mulai oversteps ke tinggian-tinggian basement di sekitarnya. Tebal umum 130-150 meter, tetapi bisa sampai 300 meter di sumur AN-1X. Individual sandstone tebalnya 15 meter. Stringers konglomerat kadang-kadang ditemukan, juga tuffaceous shales (?) seperti di Komodo-1. Walaupun Gabus menjadi reservoir produktif utama di West Natuna Basin, porositas 27-34 % di Belut), Formasi Gabus di East Natuna Basin belum terbukti baik sebagai reservoir yang mengandung hidrokarbon. Dari Gabus yang paling tebal di cekungan ini (sumur AN-1X) ditemukan porositas Gabus sampai 18 % dengan permeabilitas 33 mD (cukup baik sebenarnya meskipun kualitasnya kalah dibandingkan dengan Gabus di West Natuna Basin. Serpih Gabus (dan Arang) dan beberapa sisipan batubara di East Natuna Basin diendapkan di lingkungan delta dan paralik sehingga punya potensi batuan induk minyak dan gas dengan kualitas sedang sampai baik. Sisipan batubara di dalam Gabus Formation West Natuna Basin kadang-kadang mengandung sampai 25 % waxy sapropels, ini jelas merupakan oil source kerogen. Kondisi yang sama bisa ditemukan di East Natuna Basin. Gabus matang di East Natuna Basin terdapat di bagian timur dan tenggara, tepatnya di area antara 3-6 deg N sebab di situ cekungan mendalam dan GG bertambah. Di luar itu, sumur-sumur yang menembus Gabus umumnya manunjukkan level immature-early mature. Dua sumur di East Natuna Basin yang menemukan minyak (di Terumbu limestone), yaitu Bursa-1X (tested 3100 BOPD) dan AP-1X (tested 215 BOPD) minyaknya berasal dari Gabus di kitchen ini yang sudah masuk ke level middle-late maturity untuk generasi minyak. Perangkap di level Gabus di East Natuna Basin bisa berupa stratigraphic trap yang berhubungan dengan deltaic sand bodies di dalam sand/shale facies, misalnya bar sands, tidal channel. Perangkap struktur bisa berupa rollover sistem growth fault, terutama di bagian timur cekungan. Compressional folds yang berhubungan dengan strike-slip fault, atau inversion yang produktif di West Natuna Basin tak berkembang di East Natuna Basin, begitu juga dengan unconformity trap. Akumulasi minyak dan gas di Gabus sandstones East Natuna Basin belum terbukti. Gabus sands di Komodo-1 (Komodo Graben) menunjukkan oil shows. Ada dua sumur menemukan gas di Arang sandstones East Natuna Basin, yaitu Teri-1 (Conoco, 1975) menemukan gas di bagian atas Arang (Late Miocene) dengan hasil tes 16,7 MMCFGPD tetapi CO2-nya 60-70 %. Sumur Sokang-1 (Conoco,1973) menemukan gas di Arang (mid-Miocene) dengan hasil tes 34,3 MMCFGPD (CO2 5-88 %). Akhirnya, boleh disimpulkan bahwa prospektivitas Gabus di East Natuna Basin kalah jauh daripada Gabus di West Natuna Basin dalam banyak hal. Sumur-sumur yang menembus Gabus di East Natuna Basin tak berhasil menemukan akumulasi migas di dalamnya bisa karena beberapa hal : (1) Gabus bukan objektif utama di East Natuna, sehingga sumur-sumur yang menembusnya belum tentu berposisi di puncak struktur, (2) sumur berposisi jauh dari kitchen yang terbukti matang, (3) kualitas batupasir Gabus kurang mendukung. Kitchen terbukti matang ada di sebelah timur, sayang Gabus di situ kebanyakan sudah shale out. Harus dipelajari lagi dengan lebih detail dengan tambahan data untuk mengerjakan Gabus di East Natuna Basin. salam, awang
--- On Fri, 7/18/08, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [iagi-net-l] Formasi Gabus di East Natuna To: "[email protected]" <[email protected]> Date: Friday, July 18, 2008, 3:47 PM Selama ini yang sering dikejar yang ada di West Natuna. Gabus berada dibawah Carbonates (Terumbu) tentunya cukup "challenging". Adakah yang bisa cerita bagaimana kualitas reservoirnya, potential source dan trap-nya . Aku hanya mikir jangan sampai karbonatenya dipakai sebagai C02 disposal tanpa mengetahui potensial Formasi Gabus dibawahnya. Adakah yang tahu referensi tentang play type (reservoir quality) dari Formasi Gabus yang di East Natuna ? RDP -- http://tempe.wordpress.com/ Telling the truth is important Telling the positive is better !!! -------------------------------------------------------------------------------- PIT IAGI KE-37 (BANDUNG) * acara utama: 27-28 Agustus 2008 * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008 * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008 * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008 * abstrak / makalah dikirimkan ke: www.grdc.esdm.go.id/aplod username: iagi2008 password: masukdanaplod -------------------------------------------------------------------------------- PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011: * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008 * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!! ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

