INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN.
Saya kenal baik dengan Pak Barlian, dia orang pinter, sabar, produktif,
juga sering ketemu di LEMIGAS, dan juga sering salaman waktu saya di
MEDCO.
Saya atas nama Teman2 di ENI, juga ikut berdukacita yang sedalam-dalamnya,
semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa Almarhum serta diberi tempat yang
layak dialam barzah kelak.
Mudah-mudahan Allah memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga
yang ditinggalkan.
Wassalam,
US
Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
07/31/2008 11:38 AM
Please respond to iagi-net
To: IAGI <[email protected]>, Forum HAGI <[EMAIL PROTECTED]>
cc:
Subject: [iagi-net-l] Berita Duka : Barlian Yulihanto (29 Juli
2008)
Sebuah berita duka saya terima dari seorang kawan di Lemigas melalui sms
hampir tengah malam pada Selasa 29 Juli 2008 mengabarkan Pak Barlian
Yulihanto, ahli geologi dari Lemigas, baru saja meninggal karena sakit.
Pagi ini saya mengkonfirmasi ke Lemigas dan membenarkan berita itu. Pak
Barlian Yulihanto telah meninggalkan kita semua. Semoga amal ibadah
Almarhum semasa hidupnya diterima oleh Yang MahaKuasa dan ditempatkan di
tempat yang layak. Semoga keluarga dan kerabat yang ditinggalkan
mendapatkan ketabahan menghadapi berita duka ini.
Saya mengenang Pak Barlian sebagai seorang ahli geologi yang konsisten
mempelajari cekungan-cekungan frontier di Indonesia. Orang akan mengingat
publikasi-publikasinya tentang Cekungan2 Bengkulu, Mentawai, Simeulue,
Ombilin, Melawi-Ketungau dan Bone. Publikasi-publikasi Pak Barlian bersama
Almarhum Pak Bona Situmorang (senior Pak Barlian di Lemigas), tentang
pull-apart basin dan strike-slip fault di cekungan-cekungan Sumatra juga
akan mengabadikan kontribusi Pak Barlian. Evolusi tektonik dan struktur
dalam cekungan sedimen adalah keahlian Pak Barlian Yulihanto.
Dalam beberapa kali kesempatan bertemu dengan Pak Barlian di dalam sekitar
dua tahun ini (bertemu terakhir seminggu yang lalu) memang terlihat sekali
kondisi fisik Pak Barlian sangat menurun. Diabetes dan komplikasinya
merupakan sakit yang diderita Pak Barlian dalam tahun-tahun terakhir ini,
itu pula yang menyebabkan Pak Barlian meninggalkan kita.
Berhatilah-hatilah menjaga kondisi fisik dan mental kita.
salam duka,
awang