Sebuah berita duka saya terima dari seorang kawan di Lemigas melalui sms hampir tengah malam pada Selasa 29 Juli 2008 mengabarkan Pak Barlian Yulihanto, ahli geologi dari Lemigas, baru saja meninggal karena sakit. Pagi ini saya mengkonfirmasi ke Lemigas dan membenarkan berita itu. Pak Barlian Yulihanto telah meninggalkan kita semua. Semoga amal ibadah Almarhum semasa hidupnya diterima oleh Yang MahaKuasa dan ditempatkan di tempat yang layak. Semoga keluarga dan kerabat yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan menghadapi berita duka ini. Saya mengenang Pak Barlian sebagai seorang ahli geologi yang konsisten mempelajari cekungan-cekungan frontier di Indonesia. Orang akan mengingat publikasi-publikasinya tentang Cekungan2 Bengkulu, Mentawai, Simeulue, Ombilin, Melawi-Ketungau dan Bone. Publikasi-publikasi Pak Barlian bersama Almarhum Pak Bona Situmorang (senior Pak Barlian di Lemigas), tentang pull-apart basin dan strike-slip fault di cekungan-cekungan Sumatra juga akan mengabadikan kontribusi Pak Barlian. Evolusi tektonik dan struktur dalam cekungan sedimen adalah keahlian Pak Barlian Yulihanto. Dalam beberapa kali kesempatan bertemu dengan Pak Barlian di dalam sekitar dua tahun ini (bertemu terakhir seminggu yang lalu) memang terlihat sekali kondisi fisik Pak Barlian sangat menurun. Diabetes dan komplikasinya merupakan sakit yang diderita Pak Barlian dalam tahun-tahun terakhir ini, itu pula yang menyebabkan Pak Barlian meninggalkan kita. Berhatilah-hatilah menjaga kondisi fisik dan mental kita. salam duka, awang

