Berita dari radio El Shinta dan sms seorang kawan dari Mataram (Pak Heryadi 
Rachmat) melaporkan bahwa telah terjadi gempa pagi ini yang mengguncang wilayah 
Sumbawa utara dan sekitarnya. Data detail gempa adalah sbb. : 
 
waktu kejadian : 06.41 WITA (05.41 WITA)
magnitude 6.6 SR ( 5.7 Mw - regional moment magnitude)
lokasi episentrum : 8.146°S, 117.536°E (210 km TL Lombok)
kedalaman (sementara) : 10 km
 
Lokasi episentrum terjadi di pantai Pulau Moyo, sebuah pulau di utara Pulau 
Sumbawa, atau lokasi tersebut berjarak 40 km ke sebelah barat dari Gunung 
Tambora.
 
Dilaporkan oleh Pak Heryadi bahwa sekitar 50 rumah mengalami kerusakan. 
Wawancara radio El Shinta dengan seorang penduduk di sekitar lokasi kejadian 
mengatakan bahwa beberapa rumah di pantai roboh. Belum ada korban jiwa 
dilaporkan.
 
Gempa ini berhubungan dengan upblock Flores Thrust di sebelah utara 
Sumbawa-Flores. Di jalur sesar besar ini (megathrust) sebenarnya kerak samudera 
Laut Banda sebelah barat menyusup masuk ke bawah busur kepulauan Nusa Tenggara 
di sektor Sumbawa-Flores-Alor. Ini mirip dengan penunjaman kerak samudera 
Hindia di sebelah selatan di bawah Nusa Tenggara. Sehingga, pulau2 Sunda Kecil 
ini sesungguhnya duduk di atas dua penunjaman kerak samudera yang polaritasnya 
saling berlawanan. Statistik kejadian gempa dan tsunami menunjukkan bahwa 
Flores Thrust lebih aktif memicu bencana di wilayah ini daripada tunjaman kerak 
samudra Hindia. Tsunami besar di Larantuka, Flores tahun 1990-an adalah dipicu 
oleh Flores Thrust juga. 
 
Dua penunjaman kerak samudera di utara dan selatan Nusa Tenggara ini membangun 
evolusi geologi wilayah ini secara bergantian. Saat ini yang sedang aktif 
adalah sektor penunjaman sebelah utara atau Flores Thrust (saya pernah ulas di 
milis ini saat menulis  sejarah geologi Lombok).
 
Meskipun dipicu Flores Thrust, gempa Sumbawa pagi tadi mematahkan batuan di 
bawah Pulau Moyo secara mendatar berdasarkan body-wave moment tensor solution 
USGS. Pematahan mendatar berorientasi BD-TL dengan azimuth 37 NE dan kemiringan 
tegak 80 derajat. Tentu, gempa semacam ini tak akan menimbulkan tsunami sebab 
tak memenuhi syarat-syarat tsunami-genic earthquake.
 
Gempa-gempa susulan masih terjadi, penduduk sekitar dihimbau untuk sementara 
tinggal di luar rumah sebab gempa2 susulan dapat merontokkan rumah-rumah yang 
sudah rusak berat.
 
Semoga tak ada kerusakan rumah/gedung terlalu banyak dan korban jiwa. 
 
Nuhun Kang Heryadi, parantos ngintun sms.
 
salam,
awang
 
 

 


      

Kirim email ke