Sabtu, 04/10/2008 10:39 WIB
Kisah Krisis Finansial AS
*Nurul Qomariyah* <http://motormio.blogdetik.com/> - detikFinance
**
*Washington* - Krisis finansial AS 'diakhiri' dengan keluarnya UU
Penyelamatan Ekonomi Darurat melalui *bailout *senilai US$ 700 miliar. *Bailout
*yang menyerupai Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di era 1997 itu
diharapkan bisa menyelamatkan ekonomi AS dari jurang resesi.

Namun perekonomian AS diperkirakan tidak akan segera pulih, setelah UU
tersebut ditandatangani. Perlu beberapa saat sebelum ekonomi AS bisa pulih
seperti sediakala. Tapi setidaknya, pasar finansial diharapkan bisa stabil
setelah adanya UU ini.

"(UU) Ini akan kita terapkan sebisa mungkin, namun tidak dapat berfungsi
secara sempurna dalam satu malam. Perlu waktu beberapa saat untuk mendesain
program yang efektif untuk mencapai tujuan dan tidak membuang-buang dolar
milik pembayar pajak," ujar presiden George Walker Bush seperti dikutip dari
*AFP*, Sabtu (4/10/2008).

Rencana tersebut memang tidak serta merta mendapat sambutan positif.
Saham-saham dan dolar AS justru bergerak melemah. Pada perdagangan Jumat
(3/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot
156,51 poin (1,49%) ke level 10.326,34. Nasdaq juga melemah 29,33 poin
(1,48%) ke level 1.947,39 dan S&P 500 turun 14,85 poin (1,33%) ke level
1.099,43.

Berikut kronologi krisis finansial AS, seperti dikutip detikFinance dari *
AFP:*

*16 Maret:*

Bank investasi, Bear Stearns diobral kepada JP Morgan Chase hanya US$ 236
juta. Akuisisi itu dimotori oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve).
*
7 September:*

Depkeu AS mengambil alih 2 perusahaan pembiayaan rumah terbesar AS: Fannie
Mae dan Freddie Mac, sekaligus memberikan jaminan atas utang masing-masing
institusi sebesar US4 100 miliar.

*15 September:*

Bank investasi raksasa Wall Street, Lehman Brothers mendaftarkan
perlindungan kebangkrutan, setelah gagal mendapatkan investor, termasuk
pemerintah AS yang tak mau memberikan bailout.

Di hari yang sama, Merrill Lynch mengumumkan kesepakatan untuk diakuisisi
oleh Bank of America dengan nilai transaksi US$ 50 miliar.

Lembaga pemeringkat menurunkan peringkat utang American International Group
(AIG). Saham perusahaan asuransi ini juga merosot hingga 60,8%.

Bank Sentral AS menyuntikkan US$ 70 miliar ke pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot hingga 504 poin atau 4,42%. Ini
adalah kemerosotan terbesar sejak September 2001. Bursa-bursa Eropa pun ikut
bertumbangan.
*
16 September:*

Pemerintah AS akhirnya menyelamatkan AIG melalui suntikan modal hingga US$
85 miliar, dengan imbalan 79,9% saham perusahaan asuransi raksasa itu. The
Fed kembali menyuntik pasar hingga US4 50 miliar.

*17 September:*

Saham-saham kembali berjatuhan karena ketidakpastian ekonomi. Indeks Dow
Jones merosot hingga 449 poin (4,06%). Bapapem AS juga mengeluarkan larangan
untuk sejumlah transaksi short-selling.
*
18 September:*

The Fed dan Bank Sentral global menyuntikkan US$ 300 miliar ke psar kredit.
Saham-saham kembali menguat setelah diumumkannya rencana bailout.

Menkeu AS Henry Paulson dan Gubernur The Fed Ben Bernanke memulai
pembicaraan untuk paket penyelamatan ekonomi melalui pembelian aset-aset
beracun dari lembaga keuangan. Indeks Dow Jones sempat menguat hingga 410
poin.
*
19 September:*

Pemerintah AS meminta kongres untuk segera menyetujui rencana penyelamatan
US$ 700 miliar, yang merupakan rencana penyelamatan ala 'BLBI' yang terbesar
dalam sejarah.

Fed kembali memompakan US$ 20 miliar ke pasar kredit. Saham-saham global
kembali menguat.
*
21 September:*

The Fed mengumumkan Goldman Sachs dan Morgan Stanley ---2 bank investasi
yang masih tersisa di Wall Street --- akhirnya menanggalkan status bank
investasi dan menjadi perusahaan holding bank.

*24 September:*

Presiden Bush secara nasional memberikan pidato yang menyatakan bahwa
perekonomian AS berada dalam bahaya jika kongres tidak memberikan
persetujuan atas rencana bailout tersebut. Bush juga mengundang 2 capres:
Barrack Obama dan John McCain untuk ikut pertemuan di White House membahas
krisis tersebut.
*
25 September:*

Kongres mengumumkan kesepakatan fundamental atas prinsip-prinsip dari
rencana penyelamatan tersebut, meski akhirnya pembicaraan mengalami
deadlock.
*
26 September:*

Washington Mutual (WAMU), bank terbesar di AS kolaps. JPMorgan Chase
selanjutnya membeli sebagian aset WAMU senilai US$ 1,9 miliar.

*29 September:*

DPR AS menolak rencana *bailout* melalui voting 228-205, dengan Republik
paling banyak menolak rencana tersebut. Indeks Dow Jones pun merosot hingga
778 poin, atau terbesar dalam sejarah.

*1 Oktober:*

Senat menyetujui paket penyelamatan ekonomi darurat, yang termasuk
didalamnya adalah pengurangan pajak dan kenaikan penjaminan untuk simpanan
bank dari US$ 100.000 menjadi US4 250.000.
*
3 Oktober:*

DPR AS menyetujui UU Penyelamatan Ekonomi melalui *bailout* dalam voting
263-171. Presiden Bush selanjutnya menandatangani UU tersebut, sementara
Menkeu Henry Paulson diminta segera bergerak cepat membeli aset-aset beracun
dari sektor finansial.

*(qom/qom)*
=========================================

Jadi kita lihat saja realisasi dari masalah ini.
Kelihatan krisis ekonomi bisa menyerang negara manapun
termasuk negara super power seperti Amerika Serikat.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kasus ini.

TAM


2008/10/4 Hening Sugiatno <[EMAIL PROTECTED]>

> Dear all,
>
> Kalau kita mendengar berita di TV dan membaca surat kabar tentang berita
> ekonomi akhir-akhir ini, dimulai dengan krisis Subprime Mortgage dimana
> diperkirakan bahwa financial institution & bank kehilangan sekitar USD 435
> billion per 17 Juli 2007 dan diteruskan lagi dengan berita hancurnya
> lembaga
> keuangan di US seperti Lehman Brothers, Goldman Sach Wachovia, Freddie Mac,
> dll serta beberapa negara Eropa yg masuk dalam OECD, sehingga US perlu
> merencanakan bailout sekitar USD 700 billion (seperti BLBI-nya Indonesia)
> dan Inggris mengucurkan dana sekitar USD 40 billion, belum lagi Jerman &
> Perancis untuk menahan lajunya krisis tsb dimana indeks bursa turun sangat
> drastis dalam seminggu ini (indeks Dow Jones turun hingga 10,500) , maka
> dapat diperkirakan bahwa negara maju akan mengalami "resesi" bahkan
> beberapa
> analis menyebutnya sebagai "great world economic depression".
>
> Mungkin analisa tsb diatas sangat Amerika-Sentris, karena memang Amerika
> Serikat memainkan peranan penting dan dominan dalam perdagangan dunia.
> Boleh
> dikata kalau US sedang "Masuk Angin" maka negara-negara lainnya sudah sakit
> "Batuk", bahkan beberapa perlu "diinfus"..... Apalagi kalau US sendiri
> perlu
> "infus", bagaimana dgn negara lainnya? Beberapa pakar tidak percaya dengan
> anggapan tersebut diatas karena melihat Jepang, China dan Eropa akan cukup
> kuat menahan lajunya krisi keuangan dunia.
>
> Tetapi sepotong fakta menunjukkan bahwa Jepang merupakan "lender" yg cukup
> besar untuk Lehman Brothers (sekitar USD 35 billion) sehingga Jepang akan
> terpengaruh juga, Bank of England telah mengucurkan dana sekitar USD 40
> billion dari sekitar USD 2.3 trillion yang berportensi bermasalah dan
> Jerman
> bersiap siap untuk melakukan hal yg sama. Uni eropa masih dalam perdebatan
> apakah akan melakukan pencadangan dana untuk bailout sekitar USD 400
> billion. Sedangkan di China sendiri dengan cash reserves sekitar USD 1.8
> trillion akan lebih ketat dalam pengelolan uangnya setelah sejak tahun lalu
> sudah banyak pabrik disekitar pantai selatan yg tutup, terutama yg
> berhubungan dengan expor ke US. Bagaimana dgn posisi ekonomi negara2x
> middle
> east & Arab? Saya tidak tahu persis angka-angkanya, tetapi mungkin Arab
> lagi
> yg akan bantu negara US sebagai sekutunya.....?
>
> Fakta berdasarkan Federal Reserves, di US sendiri terdapat lebih dari 1475
> bank dengan asset sekitar USD 3.6 trillion yang terancam likwiditasnya
> untuk
> menanggung "non-performing mortgage", "interest" dan "derivativnya" total
> sekitar USD 180 trillion. Sehingga bailout sekitar USD 700 billion yg
> sedang
> di perdebatkan di parlemen US tidak ada artinya apa-apa dibandingkan dengan
> potensi krisis dalam negeri itu sendiri. Krisis tsb diakui oleh beberapa
> pelaku dikarenakan "greedy" nya para pelaku bisnis dimana banyak financial
> institution melakukan kebohongan publik dengan memberikan informasi future
> portfolio yg "menina-bobokkan" para investor.
>
> Bagaimana dengan Indonesia......... yg dengan dana talangan BLBI official
> sekitar Rp. 23 trilliun (sekitar Rp. 144 trilliun yg diaudit oleh BPKP)
> saja
> sudah bikin keok....? Saya berharap tidak akan terjadi "deep economic
> pressure" terhadap Indonesia, tetapi melihat besaran krisis tersebut
> beralasan untuk memprediksi efeknya terhadap Indonesia dan memperkirakan
> faktor2x positif apa saja yang membuat Indonesia tetap bisa bertahan?
>
> Pada kenyataannya dengan menyebut beberapa contoh, bunga KPR sudah naik
> dari
> 7% awal tahun lalu menjadi sekitar 12.5-13.5% dalam bulan September 2008,
> bunga pinjaman lainnya akan menyusul naik juga, dan surat berharga bank
> serta danareksa tidak cukup laku dijual serta turunnya indeks bursa saham
> karena sudah "too over priced"? Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia akan
> menurun dari 6% menjadi sekitar 3-4% setahun? Sementara harga minyak akan
> mengalami "balancing" tergantung pertumbuhan ekonomi yg diprediksi oleh
> Merryl Lynch akan melambat sehingga minyak akan jatuh pada harga sekitar
> USD
> 50/barrel.  Dengan demikian diprediksi penerimaan negara Indonesia dari
> sektor minyak & gas juga akan menurun.  Analis dari Mitsubishi Corp,
> Anthony
> Nunan, mengatakan bahwa keputusan investasi di industri minyak akan sangat
> terpengaruh akibat dari koreksi harga dan keadaan ekonomi global.  Saat ini
> hampir semua harga saham perusahaan minyak papan tengah mengalami penurunan
> yg sangat drastis, sebagai gambaran harga saham Hess pernah mencapai USD
> 134
> sekarang sekitar USD 77., saham Salamander  sekarang jatuh ke sekitar 170
> pound setelah pernah mengalami peak pada angka 356 pound di sekitar bulan
> Mei-Juni 2008, Medco pernah mencapai sekitar Rp 6100 di Nov 2007, Rp 4800
> di
> Januari 2008 dan sekarang sekitar Rp. 3600.- (silahkan cek untuk harga
> saham
> perusahaan lainnya).
>
> Sampai kapan krisis ini akan berakhir, no body knows.........be optimistic
> ..... but the fact is sometimes hurtful.  Semoga keadaan bisa membaik.
>  Buat
> teman-teman ahli/pakar ekonomi, busines, dll , tolong pencerahannya......
>
> hening
>

Kirim email ke