Rekan-rekan IAGI dan Gem-Lovers yang budiman,
Angin kelabu bertiup dari Tasikmalaya Selatan. Kemaren siang mang Okim
menerima panggilan telpon dari Cikatomas yang mengabarkan bahwa 60 Truk
batu
merah alias jasper yang sebelumnya terhampar dengan indahnya di S.
Cimedang,
Desa Buni Asih , telah dikirim ke Sukabumi / Bogor. Jumlah ini mungkin
untuk
memenuhi pesanan 300 Ton batu merah yang pernah mang Okim posting di
milis
IAGI ini dan telah pula disinyalkan di artikel yang mang Okim tulis di
koran
Pikiran Rakyat 5 Juli 2008 : SELAMATKAN TAMAN JASPER TASIKMALAYA ! Perlu
mang Okim informasikan bahwa yang menelpon mang Okim adalah pemilik
beberapa
back-hoe dan juga truk yang biasanya dipakai untuk mengangkut jasper
tersebut.
Untuk mengecek kebenaran berita di atas, mang Okim langsung menelpon ke
contact person yang tinggal di dekat S. Cimedang. Jawabannya positip, 60
truk telah diangkut dan masih tersisa 13-an truk yang pengangkutannya
menunggu hujan reda ( sejak dua hari sebelumnya hujan turun tiada
henti ).
Mang Okim bahkan ditawari kalau mau ambil juga batu merah . Ketika mang
Okim
singgung tentang PAPAN LARANGAN MENAMBANG yang telah ditancapkan oleh
Kepala
Dinas Pertambangan dan Energi Tasikmalaya bulan Juli lalu, jawabannya
ringan
saja : LARANGAN ITU KAN UNTUK PENAMBANGAN BATU MANGAAN !!!!! Selanjutnya
dia menambahkan bahwa orang yang mengangkut 60 truk tersebut telah
kembali
lagi untuk membeli lagi. Katanya, yang 60 truk telah habis diekspor
mentah
ke Jepang !!!!
Mendengar jawaban yang begitu ketus dan polos di atas, mang Okim tak bisa
lagi memberikan komentar . Perasaan mang Okim mendadak sedih. Kalimat
tauhid
subhanallah yang terucap ketika pertama kali mang Okim melihat hamparan
jasper di S. Cimedang yang begitu mempesona tiba-tiba harus berubah
menjadi kalimat astaghfirullah, mohon ampunan kepada Allah , karena upaya
mang Okim dalam merintis pengembangan Geopark / Taman Jasper berkelas
dunia
di Tasikmalaya tersebut tidak maksimal sehingga keindahan alam ciptaan
Tuhan
yang dicoba dilestarikan demi kesejahteraan masyarakat sekitar menjadi
praktis musnah. Mang Okim berkesimpulan bahwa ketika para pejabat
Distamben
Tasikmalaya mengadakan sidak dan menancapkan papan pengumuman larangan
menambang, mereka tidak melakukan apa-apa lagi, seolah papan pengumuman
tersebut malaekat yang dapat menjaga kelestarian bongkahan
jasper. Sosialisasi ke para pejabat di kecamatan , desa , dan lain-lain
tampaknya tidak dilakukan. Sebetulnya tindakan preventif sangat mudah
direalisasikan seandainya Pak Bupati diberitahukan permasalahannya dan
dilibatkan !
Calon investor telah siap mengembangkan Geopark Jasper Tasikmalaya
Untuk merealisasikan pengembangan Geopark Jasper Tasikmalaya ini
beberapa
upaya sebetulnya telah dilakukan. Museum Geologi Bandung telah langsung
melakukan penelitian, inventarisasi, dan dokumentasi seluruh kawasan
jasper. TekMira telah pula menurunkan team Quick Response nya ke lapangan
dan telah mengatur audiensi dengan Bappeda / Bupati Tasikmalaya yang
rencananya akan dilaksanakan sehabis lebaran. Berkat surat MBI dan
tulisan
di koran Pikiran Rakyat, Distamben Tasikmalaya langsung juga melakukan
sidak
ke lapangan dan menancapkan papan pengumuman larangan menambang.
Selain upaya tersebut di atas, mang Okim sebetulnya telah berhasil
meyakinkan Prof. James E. Kutz Ph.D. dari Washington DC ( International
Business Development ) yang memang tertarik untuk mengembangkan Geopark.
Beberapa hari yang lalu, beliau bahkan sempat dipertemukan dengan H.
Nanang
Ma'soem, bos perusahaan terkemuka di Jabar yaitu Al Ma'soem, yang
kemudian
memberikan sinyal akan ikut dalam pengembangan Geopark Jasper tersebut.
Beliau berdua rencananya akan ikut meninjau ke Tasikmalaya bersama team
Museum Geologi, TekMira, KRCB, beberapa wartawan media cetak, TVRI, dan
lain-lain.
Kini mang Okim sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Prof. James Kutz
telah mengetuk hati teman-temannya di Amerika dengan gambar-gambar
menarik
yang mang Okim supply. Beberapa dari mereka sangat antusias dan
menyatakan
mau ikut bergabung. Prof James Kutz telah pula membuat business plan yang
cukup detail dan telah mempresentasikannya di hadapan para ahli kebumian
dari beberapa instansi ( di Museum Gelogi Bandung , 15 September 2008 ).
Mang Okim masih berpikir apakah rencana audiensi dengan Bappeda / Bupati
Tasikmalaya usai lebaran ini masih akan dilakukan, demikian juga
peninjauan
ke lapangan.
Semoga untuk langkah selanjutnya , Tuhan YMK memberikan petunjuk dan
jalan
terbaik kepada kami dan rekan-rekan yang sangat concern dengan
pengembangan
Geopark Jasper Tasikmalaya ini. Amiiin
Selamat Iedul Fitri 1429 H, Mohon maaf lahir dan bathin.
Salam prihatin ,
Mang Okim
Keterangan gambar
Staff Distamben Tasikmalaya difoto seusai memancangkan papan pengumuman
larangan menambang. Di tangannya terlihat batu merah / jasper yang
sengaja
ditunjukkan untuk menekankan arti pengumuman tersebut. Karena tidak ada
sosialisasi, maka penambang mengira bahwa larangan tersebut hanya untuk
komoditas mangaan saja sehingga batu merahnya dengan bebas terus digali
dari
S. Cimedang ( 60 truk telah diangkut + 13 truk siap diangkut !!! ).