Semalam di lantai 2 Hotel Bhumikarsa, Jakarta telah dilangsungkan acara serah
terima kepengurusan PP IAGI dari pak Ahmad Luthfi kepada pak Lambok Hutasoit,
acara cukup ramai dan khidmat dihadiri banyak sesepuh, cerita selengkapnya oleh
Mas Ipul.....Selain itu juga dilangsungkan rapat mendadak dan kilat "IAGI
Pengda DKI" yang dipimpin Pak Amril Adnan, hasilnya adalah :Pasal 16, Anggaran
Dasar – IAGI :
“Pengurus Daerah dipimpin oleh seorang Ketua Daerah yang dipilih melalui Rapat
Anggota di suatu wilayah propinsi/setingkat yang diadakan setiap 3 (tiga) tahun
sekali serta dihadiri oleh minimal seorang anggota PP selaku saksi yang membawa
surat mandat khusus untuk itu”
Dengan beralaskan bahwa :
- Kita memiliki semangat untuk tidak mempersulit diri sendiri yang
diakibatkan oleh aturan main, sepanjang hal yang dilakukan secara maknawi
bermanfaat. dan
- Telah lebih dari 12 tahun IAGI Pengda DKI yang setingkat propinsi telah
lama “mati suri”, tak ada kepengurusan tak ada kegiatan-vacuum, sehingga secara
organisasi tidak bisa membuat Rapat Anggota seperti yang diinginkan oleh AD
pasal 16 diatas.
- Kehadiran pimpinan PP IAGI serta penunjukkan langsung oleh Ketua Umum
IAGI sudah memenuhi persyaratan yang dimintakan oleh AD pasal 16.
Maka dengan ini Saya, atas nama PP-IAGI menunjuk saudara Ariadi Subandrio
anggota IAGI untuk menjadi Ketua IAGI Pengda Jakarta.
Jakarta 13 Oktober 2008,
Lambok Hutasoit,
Ketua Umum IAGI periode 2008-2011.
Assalamualaikum Wr.Wb.
Saya Ariadi Subandrio anggota IAGI (2190) yang tidak pernah lupa untuk selalu
membayar Iuran tahunan organisasi dengan ini menerima amanah untuk menjalankan
organisasi IAGI pada kawasan DKI/Jabodetabek. Saya sadari bahwa pemilihan ketua
ini sedikit tidak pas, mendadak, spontan serta karena tidak melalui Rapat
Anggota yang selayaknya, namun perlu saya informasikan bahwa rapat reriungan
yang dihadiri oleh cukup banyak geolog-geolog Jakarta semalam dan secara
aklamasi telah menunjuk saya untuk memegang bendera Pataka IAGI kawasan
propinsi ini : saya terima amanah ini. Selain itu, dengan telah lamanya IAGI
Pengda ini yang “mati suri”, langkah yang dilakukan kawan-kawan
Jakarta/Jabodetabek bersama pimpinan PP untuk melakukan terobosan perlu
disambut dengan positif.
Jelas IAGI Pengda Jakarta/Jabodetabek bukan menjadi saingan PP-IAGI, namun
sebaliknya kami akan saling bahu membahu, orientasi kegiatan Pengda adalah pada
“sektor riil” yang akan in-line dengan kebijakan IAGI secara nasional. Sifat
organisasi IAGI pengda sama dengan IAGI Pusat adalah organisasi yang tidak
berorientasi mencari keuntungan, organisasi ini adalah sebuah dedikasi para
geologists untuk Indonesia. Hidupkan Pengda DKI, pesan pak Lambok dengan
singkat.
Selain pemberitahuan diatas, rasanya tidak banyak lagi hal yang perlu saya
sampaikan kepada khalayak. Mudah-mudahan wadah ini bisa memberikan manfaat.
Masukan, dorongan, kritik, saran dan nasehat tentu kami harapkan dari
rekan-rekan ahli kebumian semuanya. Wasslamualaikum, wr.wb. Terimakasih.
Salam,
Ariadi Subandrio