Masih cerita tentang Afrika Selatan, kali ini tentang kawah benturan (impact 
crater) asteroid/komet (impact structure) yang terbesar dan tertua di Bumi : 
Kubah Vredevort, Afrika Selatan. Tentu akan ada keasyikan tersendiri bila dapat 
mengunjunginya. Lokasinya ada di bagian timurlaut Afrika Selatan di wilayah 
Kaapval Craton- inti benua penyusun Afrika bagian selatan yang berumur 
Archaean. 
 
Karena hanya beberapa hari di Capetown, saya tak punya waktu mengunjungi tempat 
penting ini; tetapi lumayanlah, saya dapat mengumpulkan beberapa buku tentang 
kawah benturan ini dari sumber terpercaya : Geological Society of South Africa 
(GSSA). Sebuah di antaranya adalah buku yang sangat bagus, berjudul, “Meteorite 
Impact ! : The Danger from Space and South Africa’s Mega-Impact – The Vredofort 
Structure”. Buku ini ditulis oleh Reimold dan Gibson (2005) diterbitkan oleh 
Council for Geoscience, Pretoria, bekerja sama dengan GSSA, beberapa perusahaan 
tambang termasuk perusahaan tambang intan terbesar di dunia De Beers, penerbit 
buku Chris van Rensburg, dan University of Witwatersrand. Tebal buku 319 
halaman, penuh warna, harganya 200 Rand (sekitar Rp 225.000), setelah dipotong 
karena jilidnya sedikit sobek (geologist tua di GSSA enggan menjual buku ini 
tadinya karena jilidnya sobek, tetapi saya meyakinkannya bahwa yang penting 
isinya bukan jilidnya,
 lalu dia menjualnya dan dipotong 50 Rand, lumayan. Kalau masuk ke Indonesia, 
saya yakin harga buku ini bisa dua kalinya.
 
Kedua penulis utama buku ini kelihatannya dua orang yang memang punya otoritas 
tertinggi di dunia untuk Vredefort impact crater. Prof. Wolf Uwe Reimold adalah 
kepala Impact Cratering Research Group dan gurubesar mineralogy di School of 
Geosciences,University of Witwatersrand, Johannesburg. Prof. Reimold pernah 
meneliti mineralogi, geokimia,dan kronologi kawah-kawah benturan di Eropa, 
Amerika Utara, Afrika, dan Australia. Sekitar 180 paper pernah ditulisnya, 
terutama tentang impact-cratering research. Prof. Roger L. Gibson berasal dari 
institusi yang sama dengan Reimold. Keahliannya adalah geologi struktur dan 
petrologi metamorf dan telah menulis sekitar 60 paper terutama tentang kawah 
benturan Vredefort.
 
Buku lain yang memuat dengan detail impact crater Vredefort adalah tulisan 
McCarthy dan Rubidge (2005, The Story of Earth and Life : A Southern African 
Perspective on a 4.6 Billion-Year Journey). Baik McCarthy maupun Rubidge adalah 
professor dari University of Witwatersrand, kolega Reimold dan Gibson. 
Spesialisasi Prof. McCarthy adalah mineral geochemistry, sedangkan Prof.Rubidge 
adalah paleontologi. Buku McCarthy dan Rubidge tak kalah menarik, penuh warna, 
tebal 333 halaman, harganya sama : 200 Rand (kalau dibeli di GSSA, saya lihat 
harganya 250 R di toko buku umum di Central Market Capetown).
 
Berikut sedikit cerita tentang kawah meteorit terbesar dan tertua di Bumi : 
Kubah Vredefort, saya sarikan dari beberapa buku, terutama dari Reimold dan 
Gibson (2005) serta McCarthy dan Rubidge (2005). 
 
Benturan large extraterrestrial bolides (asteroid dan komet) dengan Bumi adalah 
peristiwa yang selamanya akan membahayakan kehidupan. Sungguhpun demikian, 
manusia belum lama ini mengenalnya. Sampai saat ini, ada sekitar 175 kawah 
benturan yang telah teridentifikasi di seluruh dunia. Dari jumlah ini, ada tiga 
yang terbesar : Chicxulub di Meksiko, Sudbury di Kanada, dan Vredefort di 
Afrika Selatan. Dari tiga besar ini, Kawah Vredefort adalah yang terbesar dan 
tertua, diameternya sekitar 300 km, hampir dua kali ukuran Chicxulub. Kalau 
asteroid /komet/meteor Chicxulub (sebut saja begitu) menghantam Bumi 65 juta 
tahun yang lalu, maka asteroid/komet/meteor Vredefort menghantan Bumi 2000 juta 
tahun yang lalu.
 
Benturan benda langit ukuran besar selalu mengubah lingkungan global dan secara 
drastis dapat mengubah kehidupan di planet Bumi. Benturan Chicxulub terkenal 
telah memunahkan sekitar 75 % spesies kehidupan terutama kaum dinosaurus di 
ujung Kapur dan awal Tersier (K-T boundary). Bagaimana dengan benturan benda 
langir Vredefort yang ukurannya 2x Chicxulub ? Tentu lebih dahsyat mengubah 
lingkungan global pada 2 Ga (milyar tahun yang lalu).
 
Lebih dari 2000 juta tahun yang lalu sejak pembentukannya, semua agen pelapukan 
seperti air, angin, dan es secara perlahan-lahan telah mengerosi kawah awal 
Vredefort, maka tersingkaplah akar kawah ini sebagai rangkaian batuan yang 
unik. Singkapan yang terdapat di sekitar kota kecil Vredefort (asal nama kawah 
ini) dan Parys disebut sebagai Kubah Vredefort, banyak menunjukkan sisa-sisa 
benturan katastrofik. 
 
Para ahli geologi Afrika Selatan telah mengetahui keunikan konfigurasi batuan 
sekitar Vredefort lebih dari seabad, tetapi penyebab sebenarnya keunikan 
konfigurasi tersebut baru dikonfirmasi pada tahun 1990-an. Pola konfigurasi 
yang paling terlihat, dapat diamati dari pesawat terbang, bahkan dari ruang 
angkasa,adalah rangkaian pegunungan yang hampir sempurna berbentuk 
semi-sirkular atau busur. Busur pegunungan ini dinamai Pegunungan Vredefort. 
Pegunungan ini tersusun oleh perselingan batuan metasedimen Witwatersrand 
Supergroup dan Transvaal Supergroup (3000-2100 juta tahun). Pemetaan geologi 
dan penelitian geofisika menunjukkan bahwa busur pegunungan di satu sisi ini 
sebenarnya punya pasangannya di sebelahnya sehingga membentuk pegunungan 
lingkaran sempurna, hanya yang bagian selatan tertutup sedimen yang lebih muda. 
Lapisan-lapisan pembentuk pegunungan ini teratur bertambah muda ke arah luar 
lingkaran. Lingkaran pegunungan ini mengelilingi sebuah inti
 berupa Archaean granit dan greenstone berumur 3400-3200 juta tahun. 
Konfigurasi batuan tua di tengah kemudian makin muda ke batuan sekelilingnya 
secara melingkar adalah struktur kubah, maka umum disebut Kubah Vredefort.
 
Bagaimana mengetahui bahwa Kubah Vredefort adalah kawah benturan akibat 
komet/asteroid/meteorit dan bukan kubah struktur kompresif (antiklin, diapir, 
dsb.) ? Lapisan-lapisan batuan pembentuk pegunungan ini, juga inti granitnya 
semuanya mengalami retakan dan kekar yang intensif. Retakannya khas, yang umum 
disebut sebagai shatter cones yang konsentrik. Retakan semacam ini dihasilkan 
oleh efek gelombang kejut skala masif atas massa batuan. Banyak retakan ini 
diisi oleh fragmen batuan yang mengambang dalam matriks halus berwarna gelap 
dan glassy, litologi semacam ini biasa disebut breksi. Breksi ini ada dua tipe 
: pseudotachylite (volcanic glass) – disebut pseudo karena Vredefort bukan 
wilayah volkanik dan granophyre (berupa dike yang bisa mencapai panjang 
beberapa km dan lebarl beberapa meter). Dari kedua jenis breksi ini, matriksnya 
berasal dari peleburan serentak batuan yang kemudian segera diikuti 
pendinginan. 
 
Di samping hadirnya peretakan dan breksiasi skala besar, secara mikroskopik 
mineral-mineral di Vredefort mengalami kerusakan yang parah. Kerusakan ini 
berasal dari runtuhnya struktur kisi-kisi kristal akibat energi gelombang kejut 
yang dialami batuan. Di beberapa tempat, tekanan akibat gelombang kejut ini 
begitu besarnya sehingga mineral kuarsa yang umum telah terkompresi menjadi 
bentuk-bentuk ultrapadat bernama coesite dan stishovite. Untuk bisa terbentuk 
dengan stabil, stishovite butuh tekanan superbesar yang sama dengan kolom 
batuan paling sedikit setebal 300 km. Kerak kontinen yang paling tebal pun 
hanya sekitar 1/5 tinggi kolom tersebut. Maka, tak mungkin stishovite akan 
terbentuk di kerak Bumi. Kalau ia ada, seperti di Vredefort, pasti dihasilkan 
oleh proses yang luar biasa (katastrofik). Dating radioisotope pada breksi 
pseudotachylite dan granophyre menghasilkan umur 2023 juta tahun yang lalu. 
Analisis kimia menunjukkan kandungan beberapa material
 extraterrestrial.
 
Ciri-ciri di atas menunjukkan bahwa Vredefort bukan kubah biasa, ini adalah 
tempat dengan major damage atas batuan-batuannya. Gross structure-nya 
mengindikasi bahwa inti granit telah naik secara cepat dari bawah dan menerobos 
lapisan-lapisan batuan di atasnya dan membalikkan posisinya membentuk lingkaran 
yang makin muda umurnya ke arah luar.  Gerakan naik ini kelihatannya 
berasosiasi dengan suatu ledakan luar biasa yang gelombang kejutnya menekan dan 
menghantam batuan di sekitarnya, menyebabkan peleburan setempat menghasilkan 
pseudotachylite dan shatter cones.
 
Konsep tektonik lempeng tak dapat menerangkan kejadian semacam di atas yang 
terjadi di Vredefort. Kuncinya memang bukan di Bumi, tetapi justru di Bulan. 
Struktur seperti Vredefort banyak terjadi di Bulan, yaitu kawah-kawah benturan 
asteroid/komet/meteorit. Kawah-kawah semacam ini dicirikan oleh : slumped rim, 
flat crater floor, dan uplifted central cone yang dikenal sebagai central 
uplift. Konfigurasi ini mirip struktur Vredefort, busur pegunungan di tepi 
struktur adalah bagian menonjol dari suatu slumped structures. Maka, 
berdasarkan pemelajaran geologi dan geofisika, serta analogi dengan struktur 
yang mirip di Bulan, diyakini bahwa Kubah Vredefort adalah Impact Crater.
 
Tahapan pembentukan kawah benturan adalah : (1) benturan benda langit terjadi 
atas suatu wilayah, zone kompresi menyebar ke luar dari titik benturan sebagai 
gelombang kejut, (2) semakin zone kompresi menyebar, batuan di belakang zone 
ini mengembang secara cepat, lalu meledak dan meletuskan material ke atas 
membuat lubang kawah, (3) lantai lubang kawah akan melenting ke atas sebagai 
kompensasi, membentuk central uplift membawa batuan basement, dan dinding 
sekeliling kawah akan runtuh, mendangkalkan kawah yang kemudian tertutupi oleh 
material ledakan yang jatuh kembali dan oleh leburan karena benturan –impact 
melt.
 
Bagaimana dahsyatnya benturan yang menghasilkan kawah Vredefort ? McCarthy dan 
Rubidge (2005) menyajikan perhitungan yang menarik. Dengan diameter kawah 300 
km dan dalam 5 km, maka volume yang terlemparkan adalah 70.000 km3, energinya 
setara dengan 100 juta megaton (1 megaton = 1 juta ton TNT), diameter benda 
langit penghantamnya 10-15 km, periode hantaman 4 menit, magnitude gempa akibat 
benturan ini 14 M (100.000 kali lebih kuat dari gempa Tangshan Cina tahun 1976 
yang menewaskan 800.000 jiwa).
 
Maka, pantaslah kalau kita menyebut impact crater terbesar ini Vredefort 
Catastrophe. Bagaimana halnya kalau katastrofi yang sama terjadi tidak pada 
saat Bumi hanya dihuni stromatolit cyanobacteria seperti saat Vredefort, tetapi 
saat Bumi dihuni enam milyar manusia ?! Semua gerak benda langit ada dalam 
pengaturan-Nya, semoga kita dijauhkan dari tabrakan kosmik semacam Vredefort 
catastrophe.
 
salam,
awang


      

Kirim email ke