Kita pasti sering mendengar istilah "Laurasia", tetapi belum tentu "Laurussia". Istilah yang kedua kembali teringatkan ketika saya membaca sebuah artikel tentang rekonstruksi paleotektonik Paleozoikum di edisi terbaru GSA Today (Desember 2008), berjudul "The Rheic Ocean : Origin, Evolution, and Significance" (Nance dan Linnemann, 2008). Laurasia, kita pasti tahu, yaitu pasangan Gondwana dalam menyusun superkontinen Pangaea, suatu superkontinen yang pernah hadir di Bumi pada Perem-Yura. "Laurussia" bukanlah "saudara kembar" Laurasia, atau nama lainnya, tetapi ia bisa disebut sebagai "ayah" Laurasia sebab ia ada sebelum Laurasia ada, di satu wilayah. Memang kita jarang mendengar atau menemukan istilah Laurussia. Tidak mengherankan sebab semakin tua umur geologi semakin sedikit didiskusikan orang baik dalam perbincangan maupun dalam literatur. Mengapa sedikit didiskusikan ? Sebab sulit, datanya tidak mudah diperoleh, dan umumnya telah tertutup oleh peristiwa geologi berikutnya. Tetapi, jelas, bahwa zaman yang lebih muda ada karena adanya zaman yang lebih tua. Maka, "hormatilah yang lebih tua, jangan hanya mengenal anaknya, kenali juga ayah ibunya atau yang lebih dahulu ada daripada itu "(begitu kira-kira kalau di dunia pergaulan manusia). Laurussia adalah sebuah superkontinen pendahulu Laurasia yang terbentuk pada Paleozoikum Tengah (tepatnya : Devon) oleh benturan antara dua kontinen berumur Kambrium, yaitu Larentia (saat ini kebanyakan bekas areanya menjadi benua Amerika Utara) dan Baltika (saat ini kebanyakan bekas areanya menjadi wilayah Eropa bagian barat). Bila ditarik lebih jauh lagi, Laurentia dan Baltika masing-masing adalah pecahan-pecahan superkontinen pra-Kambrium yang lebih tua lagi (Pannotia, Rodinia) yang hanyut ke arah equator. Laurussia adalah sebuah superkontinen yang berlokasi di Equator. Endapan terkenal yang berkembang di superbenua ini pada Karbon Bawah (Mississippian) adalah "red sandstone" yang saat ini bisa ditemukan dengan mudah di Amerika Utara dan Inggris. Laurussia pada Karbon Atas (Pensylvanian) wilayahnya antara 30 S - 30 U. Maka, kalau sekarang ditemukan endapan2 batubara berumur Karbon di Amerika Utara dan Eropa Barat, yang mengindikasi wilayah tropis, kita tak perlu heran sebab wilayah-wilayah itu pada Zaman Karbon pernah berada di wilayah tropika. Umur Laurussia sebentar saja, pada ujung Karbon superkontinen ini berbenturan dengan Siberia dan jadilah Laurasia (Laurussia + Asia = Laurasia). Laurasia kemudian pada Perem berbenturan dengan superkontinen di wilayah selatan Bumi, Gondwana, membentuk superkontinen lain : Pangaea. Pada Yura, Pangaea retak di bagian tengah, kembali memisahkan Laurasia dan Gondwana. Pada Kapur Laurasia lenyap sebab ia terpisah menjadi Amerika Utara dan Eurasia. Tetapi perpecahan terakhir ini (terakhir relatif atas zaman manusia) sebenarnya perulangan Masa Paleozoikum sebab Amerika Utara tetap memegang inti benua (craton) Laurentia, dan Eurasia tetap memegang inti benua Baltika. Kelak sejarah yang sama akan berulang seperti sebuah siklus, memang siklus adalah mekanisme peristiwa-peristiwa Bumi. salam, awang

