Emang teknologi Amerika yg menggunakan satelite utk mencari minyak itu
teknologi yg mana ya yg tidak memerlukan tenaga2 geologist lagi ?

Mungkin kalau ada yg "mengenal" mas Hariady bisa minta penjelasan langsung
dari ybs.

wass,
nyoto




2008/12/24 Amir Al Amin <[email protected]>

> Gemes lihat 'praktisi migas' ngomong ngasal , dikutip Kompas lagi.
> Mas Hariady iki sopo to?
>
> ----------------------------------
>
> http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/13/22524352/eksplorasi.migas.tersandung.gaptek
>
> Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek
>
>
> Sabtu, 13 Desember 2008 | 22:52 WIB
> *PALEMBANG, SABTU -* Masih minimnya eksplorasi minyak dan gas bumi (migas)
> di Indonesia karena teknologi yang dimiliki kontraktor atau perusahaan
> migas
> belum mampu secanggih perusahaan sejenis dari Amerika Serikat atau negara
> maju lain. Padahal, potensi bahan bakar tersebut sangat besar.
>
> Praktisi perminyakan dari UPN Veteran Yogyakarta, Hariady mengatakan hal
> itu, Sabtu (13/12) di Palembang, Sumatera Selatan. Menurutnya, terdapat 85
> cekungan minyak di Tanah Air. Tapi, baru 15 cekungan yang telah diproduksi.
> Sementara, produksi migas pun masih sekitar 60 persen. Sisanya, sama sekali
> belum dieksplorasi, katanya.
>
> Menurut Hariady, 15 cekungan minyak yang telah diproduksi tersebut telah
> berlangsung seratus tahun lebih. Sampai kini masih sekitar 40 persen yang
> belum dieksplorasi. "Keterbatasan teknologi menjadi salah satu kendala
> eksplorasi sehingga produksi pun masih terbatas," tambahnya.
>
> Ia mengatakan, sampai kini,  Indonesia belum menemukan teknologi yang
> sebanding dengan teknologi Amerika Serikat yang hanya menggunakan bantuan
> satelit sudah mampu mendeteksi keberadaan migas baik di darat maupun di
> perairan.
>
> Sedangkan, perusahaan di Indonesia, terang Hariady, masih mencari migas
> secara manual dengan memanfaatkan tenaga ahli geologi yang secara
> bergerilya
> mendatangi cekungan-cekungan yang telah dipetakan dan kemudian meneliti
> lantas memastikan ada tidaknya kandungan minyak yang dicari, katanya.
>
> Dia menambahkan, kondisi tersebut tentunya membutuhkan waktu lama yang bisa
> mencapai 10 tahun untuk sebuah proyek eksplorasi dan pengeboran baru
> memproduksi bahan bakar tersebut.
>
> Maka dari itulah, dengan kondisi tersebut  sudah sepatutnya bangsa ini
> menghemat energi karena bahan bakar tersebut sulit diproduksi karena
> teknologi belum mendukung, ujarnya.
> --
> ***********************************
> Amir Al Amin
> Operations/ Wellsite Geologist
> (62)811592902
> amir13120[at]yahoo.com
> amir.al.amin[at]gmail.com
> ************************************
>

Kirim email ke