Ini yg mnurutku menyedihkan Mas Ismail.
Kalau ada rekan yang salah kok malah dipake buat gojekan langsung
"dithuthuki". Lah nanti juga kalau ada yang nulis hal sepele seringkali juga
malah dikomentari, "ah gwe gitu aja juga tahu" :(
pripun niku ?

Btw, aku yakin banyak yang di mailist IAGI-net ini "mampu" untuk
meluruskannya, tapi "enggan" melakukannya. Tapi lujtuna ... nanti kalau ada
masyarakat yang keterusan salah persepsi kita sendiri juga yang kebakaran
jenggot, sambil misuh-misuh dewe ....

Koreksi sederhananya barangkali hanya menyatakan bahwa

"Salah satu teknologi satelit moderen saat ini sudah ada yang digunakan
dalam pencarian minyak bumi. Salah satu contohnya adalah dengan melihat
rembesan minyak yang ada di permukaan air laut, atau dikenal dengan nama
"slick". Teknologi ini sudah dikembangkan di Amerika Serikat (barangkali,
cmiiw). Di Indonesia teknik ini juga sudah dipergunakan. Namun karena arus
di Indonesia ini cukup deras karena dilewati oleh arlindo serta lalu lintas
kapal tangker, maka penerapannya masih sulit dipakai sebagai satu-satunya
metode dalam mencari minyak.
 (btw ini cuman misalnya aja looh, kali ada yang tahu kenapa teknik ini
tidak (belum) menunjukkan hasil yg positip)

dst
dst

Kalau hal sederhana bgini ngga perlu juga IAGI membuat press release, tetapi
salah satu dari rekan disini bisa meluruskannya dengan menuliskan di mailist
ini.
Nanti kan tinggal di upload ke GeoBLOGi :)

RDP

2008/12/24 <[email protected]>

> Yang jelas Masyarakat luas Tahunya yg dibaca di Media tsb
> kondisi permigasan kita apalagi disampaikan oleh Praktisi
> perminyakan tsb tidak melihat salah siapa atau benar
> siapa.selama tidak ada penjelasan atau tulisan lain di Media
> ISM
>
>
> > ..kemungkinan ketiga kombinasi 1 dan 2..ke empat
> > ilmu&pengalamannya enggak sama dgn kita..ketinggian..kali
> > salam geologi
> > sgm
> > --
> >
> >
> > --- On Wed, 24/12/08, [email protected]
> > <[email protected]> wrote:
> >
> > From: [email protected] <[email protected]>
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek
> > (???) To: [email protected]
> > Date: Wednesday, 24 December, 2008, 10:13 AM
> >
> > Mohon dimaklumi saja, mungkin yg bersangkutan memang tidak
> > paham dg ekplorasi migas sesungguhnya. Kemungkinan kedua,
> > wartawan salah kutip.
> >
> > Salam,
> > Syaiful
> >
> >
> > Mohammad Syaiful
> > * handphone: +62-812-9372808
> > * business: [email protected]
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "Amir Al Amin" <[email protected]>
> >
> > Date: Wed, 24 Dec 2008 09:37:36
> > To: <[email protected]>
> > Subject: [iagi-net-l] Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek
> > (???)
> >
> > Gemes lihat 'praktisi migas' ngomong ngasal , dikutip Kompas
> > lagi. Mas Hariady iki sopo to?
> >
> > ----------------------------------
> >
> http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/13/22524352/eksplorasi.migas.tersandung.gaptek
> >
> > Eksplorasi Migas Tersandung Gaptek
> >
> >
> > Sabtu, 13 Desember 2008 | 22:52 WIB
> > *PALEMBANG, SABTU -* Masih minimnya eksplorasi minyak dan
> > gas bumi (migas) di Indonesia karena teknologi yang dimiliki
> > kontraktor atau perusahaan migas belum mampu secanggih
> > perusahaan sejenis dari Amerika Serikat atau negara maju
> > lain. Padahal, potensi bahan bakar tersebut sangat besar.
> >
> > Praktisi perminyakan dari UPN Veteran Yogyakarta, Hariady
> > mengatakan hal itu, Sabtu (13/12) di Palembang, Sumatera
> > Selatan. Menurutnya, terdapat 85 cekungan minyak di Tanah
> > Air. Tapi, baru 15 cekungan yang telah diproduksi.
> > Sementara, produksi migas pun masih sekitar 60 persen.
> > Sisanya, sama sekali belum dieksplorasi, katanya.
> >
> > Menurut Hariady, 15 cekungan minyak yang telah diproduksi
> > tersebut telah berlangsung seratus tahun lebih. Sampai kini
> > masih sekitar 40 persen yang belum dieksplorasi.
> > "Keterbatasan teknologi menjadi salah satu kendala
> > eksplorasi sehingga produksi pun masih terbatas," tambahnya.
> >
> > Ia mengatakan, sampai kini,  Indonesia belum menemukan
> > teknologi yang sebanding dengan teknologi Amerika Serikat
> > yang hanya menggunakan bantuan satelit sudah mampu
> > mendeteksi keberadaan migas baik di darat maupun di
> > perairan.
> >
> > Sedangkan, perusahaan di Indonesia, terang Hariady, masih
> > mencari migas secara manual dengan memanfaatkan tenaga ahli
> > geologi yang secara bergerilya mendatangi cekungan-cekungan
> > yang telah dipetakan dan kemudian meneliti lantas memastikan
> > ada tidaknya kandungan minyak yang dicari, katanya.
> >
> > Dia menambahkan, kondisi tersebut tentunya membutuhkan waktu
> > lama yang bisa mencapai 10 tahun untuk sebuah proyek
> > eksplorasi dan pengeboran baru memproduksi bahan bakar
> > tersebut.
> >
> > Maka dari itulah, dengan kondisi tersebut  sudah sepatutnya
> > bangsa ini menghemat energi karena bahan bakar tersebut
> > sulit diproduksi karena teknologi belum mendukung, ujarnya.
> > --
> > ***********************************
> > Amir Al Amin
> > Operations/ Wellsite Geologist
> > (62)811592902
> > amir13120[at]yahoo.com
> > amir.al.amin[at]gmail.com
> > ************************************
> >
> >
> >
> >
> >      Get your preferred Email name!
> > Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
> > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
>
>
>
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> * mungkin di semarang
> * mungkin pula di solo
> * mungkin juga join dg HAGI dll.
>
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net>Archive 
> 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


-- 
Dongeng baru :
-
http://rovicky.wordpress.com/2008/12/23/prediksi-harga-minyak-perlu-tahu-walaupun-selalu-salah/
-
http://rovicky.wordpress.com/2008/12/23/hanya-dengan-pengetahuan-kita-dapat-merubah-palak-menjadi-pajak/
-
http://rovicky.wordpress.com/2008/12/21/kreatif-itu-bakat-atau-bisa-dipelajari-creative-mindset/

Kirim email ke