Pak Awang dan Para IAGI Netters YTH.,

Mengevaluasi potensi Hydrocarbon di NE Kalimantan, dalam hal ini di Greater 
Tarakan Basin, saya ingin menanyakan beberapa hal :

1. Greater Tarakan Basin (batas selatan di Maratua sinistral strike slip fault 
zone extend to Palu Koro fault zone, batas Utara di Semporna Fault zone) 
terdiri dari Tarakan sub-basin, Tidung sub-basin, Berau sub-basin, Muara 
sub-basin; dalam Indonesian Basin type (Pertamina 1982, and Beicip 1985), kalo 
tidak salah...., Tarakan, Tidung, dan Berau sub-basin diklasifikasikan sebagai 
aborted rift basin, sedangkan Muara sub-basin diklasifikasikan sebagai back-arc 
basin, 

...kemudian dalam peta usulan basin tahun 2008, semua sub-basin2 tersebut 
diklasifikasikan sebagai intra-arc basin; sebenarnya apa yang mendasari 
pengklasifikasian ini, mengingat bahwa antar sub-basin2 tersebut tidak terlalu 
ada batas yang significant..., ataukah karena ada perbedaan dalam mekanisme 
tektonik nya, yang mana diketahui ada 4 phase yaitu Early syn-rift (Middle 
Eocene)-Late syn-rift (Late Eocene)-Early Post-rift (Oligocene-Early 
Miocene)-Post rift (Middle Miocene-Quarternary) --> (dalam Petroleum System of 
Indonesia, Ron Noble and Harry Doust)..., atau karena juga ada perbedaan dalam 
facies saat sub-basin2 tersebut terbentuk...?

2. Secara Petroleum system, untuk Muara sub-basin, source rock adalah probably 
dari Eocene Malio (Sujau) terrestrial-transisi shale FM, namun untuk Tarakan 
sub-basin apakah dari source yang sama, atau dari layer yang lebih muda, 
probably dari Early Miocene Naintupo shale, atau Middle Miocene Meliat 
(prodelta to marine environment) FM...?

3. Untuk Reservoir sendiri, di Tarakan sub-basin oil and gas banyak ditemukan 
di deltaic Middle Miocene Tabul FM, Late Miocene Santul FM, Pliocene Tarakan 
FM, dan Bunyu Pleistocene FM,...namun rupa nya menuju ke selatan ke Muara 
sub-basin ataupun di Berau sub-basin, reservoir2 ini kurang berkembang ya pak, 
dan objective reservoir nya lebih pada Early-Middle Miocene Tabalar 
limestone..., padahal kalo melihat peta Middle Miocene NE Kalimantan, di 
sekitar Berau sub-basin menuju ke Muara sub-basin, di umur tersebut juga ada 
Latih Delta namun sepertinya belum ada HC discovery juga...

4. Beberapa sumur yang dibor di Muara sub-basin kurang mendapatkan hasil yang 
menggembirakan, kira2 penyebab nya apakah memang source rock problem, reservoir 
problem, atau apa ya pak...?

5. Tipe2 trap nya sendiri juga agak berlainan antara Tarakan sub-basin (Four 
way dip associated dengan roll-over anticline, roll-over against fault, against 
fault, locally block against fault, unconformity truncated against fault; dalam 
IPA paper 1996, Elan Biantoro, M. Indra Kusuma, Linda R.) dengan yang di Berau 
dan Muara sub-basin, sepertinya ke arah sub-basin2 ini lebih ke arah reef 
build-up...., apakah ada potensi2 trap seperti di Tarakan sub-basin untuk bisa 
ditemukan di Berau dan Muara sub-basin...

6. Untuk potensi2 deepwater play, di sebelah timur Tarakan sub-basin sudah ada 
Vanda-1, dan Aster -1 kalo gak salah, apakah potensi yang sama bisa ditemukan 
di sebelah Timur dari Muara sub-basin...?

Mohon pencerahan nya pak...

Terimakasih


Best Regards
Sigit Ari Prabowo



      

Kirim email ke