dari interpretasi sementara pak ukat didukung dari biostratnya morley diwell 
tersebut pak

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, January 29, 2009 10:56 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Potensi Hydrocarbon di Greater Tarakan Basin

Dasarnya apa yah weathered tuff dan agglomerate di interpretasikan sebagai
turbidite?






Helby Ellen <[email protected]>
01/29/2009 10:05 AM
Please respond to iagi-net


        To:     "[email protected]" <[email protected]>
        cc:     Geo Unpad <[email protected]>, Forum HAGI 
<[email protected]>,
Eksplorasi BPMIGAS <[email protected]>
        Subject:        RE: [iagi-net-l] Potensi Hydrocarbon di Greater Tarakan 
Basin


Ok Pak awang
Memang diwaktu awal kami baca report dari well sebuku-1 agak aneh karena
untuk hitungan umur di TDnya mereka menemukan argilitic/quarzitic dengan
umur late cretaceous akan tetapi direport tersebut tidak dijelaskan dengan
dasar apa penentuan umur tersebut nah mungkin dari hal tersebut sehingga
tarakan basin dicurigai mungkin sebagai intra arc dengan menghubungkan
volcanic outcrop yang yang terdiri dari andesite & diorite umurnya late
cretaceous dengan pelamparan nya cukup luas di map geologi bengara
sehingga basin ini dimungkinkan berada pada volcanic arc tersebut. sekedar
untuk informasi di paper kami sebelumnya IPA 2008 dari hasil kompilasi
stratigraphy beberapa strata vulkanik muncul disembakung muncul,kemudian
berdampingan dengan Tempilan muncul yang disebut Formasi Jelai dan diatas
muncul yang disebut Formasi Sijin yang berdampingan dengan santul
akan tetapi Kami curigai bahwa report dari sebuku menjadi agak kurang
confident ditambah dari hasil analisis biostrat terbaru 2007/2008 ternyata
didapatkan umur Eocene dan diatasnya weathered tuff dan agglomerate di
interpretasikan sebagai turbidite. Dari hal tersebut memang tidak bisa
disebut sebagai intra arc basin.
Kalau dilihat dari seismic mapping ternyata sebuku-1 itu terletak di salah
satu transform zone yang berada disebelah utara dari bengara dan
simenggaris
Dan mungkin argilitic yang sebelumnya direport tersebut disebutkan
possibly as basement, disini mungkin merupakan shale terubah pada shear
zone. Ok pak semoga nantinya bisa lebih conclusive berhubung studynya
masih on going...
terimakasih


-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, January 28, 2009 3:53 PM
To: [email protected]
Cc: Geo Unpad; Forum HAGI; Eksplorasi BPMIGAS
Subject: Re: [iagi-net-l] Potensi Hydrocarbon di Greater Tarakan Basin

Helby,

Weathered tuff dan volcanic agglomerate dari Sebuku-1 dan Daino-1 tentu
tak bisa dengan segera menjadikan kedua lokasi ini berposisi di intra-arc
basin. Sumur2 di Sumatra Selatan dan Jawa Barat banyak yang mengandung
impurities volcanic materials, tetapi tak membuat basin di mana mereka
berposisi sebagai intra-arc basin. Memang ada beberapa singkapan
volkaniklastik di sekitar Samporna dan sekitar Tawau, beberapa di area
Tidung sub-basin Bengara -I dan Simenggaris. Hanya itu tak membuat arc.

Sedangkan suatu intra-arc basin, the basin should occur on the volcanic
arc itself (Hutchison, 1989), begitu juga back-arc basin - they occur
behind the volcanic arc, bukan spotted volcanic outcrop seperti di onshore
Tarakan Basin.

Apakah spotted volcanic outcrop di Tarakan mencerminkan subsurface
volcanic sub-crop ? Tidak. Buktinya, tak ada dominasi volcanic strata pada
stratigrafi Tarakan Basin (Eosen-Kuarter). Formasi Danau, Sujau,
Sembakung, Seilor, Mangkabua, Tempilan, Tabalar, Mesaloi, Naintupo,
Meliat, Tabul, Santul, Tarakan, Bunyu : tak ada strata yang dominan
volkanik, interbeds yang signifikan volkanik pun tak ada. Kalau Tarakan
pernah sebagai intra-arc basin, maka stratanya harus dominan terestrial
dan volkanik pada masa itu (refer Brani-Sawah Tambang Fms, dan Ranau
volcanics di Ombilin Basin).

Salam,
awang

--- On Wed, 1/28/09, Awang Satyana <[email protected]> wrote:

From: Awang Satyana <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Potensi Hydrocarbon di Greater Tarakan Basin
To: [email protected]
Cc: "Geo Unpad" <[email protected]>, "Forum HAGI"
<[email protected]>, "Eksplorasi BPMIGAS"
<[email protected]>
Date: Wednesday, January 28, 2009, 9:35 AM

Sigit dan rekan2 netter,

1. Menurut hemat saya, greater Tarakan Basin bukan aborted rift, bukan
juga
intra-arc basin (apa benar intra-arc basin menurut usulan klasifikasi 2008
itu,
legenda warna tipe basin ada yang tidak sama dengan pewarnaan beberapa
basin-nya
sendiri, termasuk Tarakan). Bukan aborted rift karena di depan Tarakan ada
Sulawesi Sea yang spreading, bukan failed rifting seperti Selat Makassar.
Saya
menganggap greater Tarakan Basin sebagai proper passive margin, sama
dengan
bagian Cekungan Sumatra Utara yang menghadap Andaman Sea yang aktif
spreading.
Bahkan, dalam sistem ini passive margin di Tarakan terbentuk lebih dahulu
dibandingkan Kutei. Bukan sebagai intra-arc basin karena tak ada volcanic
arc
definitif di wilayah Kalimantan timurlaut ini. Tentu, tak bisa disamakan
dengan
Ombilin atau Banyumas Basins yang memang berposisi intra-arc di sejarahnya
dengan volcanic arc yang definitif. Memang makin ke barat di greater
Tarakan ada
banyak intrusi2 Paleogen dan
 sebagian sedimen Paleogennya volkanik-klastik, tetapi untuk memenuhi
syarat
sebagai intra-arc basin ia harus berada di volcanic arc yang definitif.

Greater Tarakan Basin adalah cekungan embayment sejati, jadi jangan
mengharapkan ada batas yang tegas antara sub-basin-nya. Meskipun demikian,
beberapa sub-basinnya memang dibatasi oleh beberapa tinggian struktur
seperti
Tidung dan Berau dipisahkan dari Tarakan dan Muara oleh tinggian regional
Dasin
High. Dua sub-basin onshore dan dua sub-basin offshore ini juga berbeda
dalam
structural styles-nya di mana yang offshore lebih didominasi growth
faulting
akibat progradasi delta, terutama Tarakan. Sedangkan pemisah antara Muara
dan
Tarakan, serta Berau dan Tidung hanyalah strike-slip NW-SE yang
interpreted.

Pembagian empat fase dari Doust dan Noble sebenarya lebih cocok untuk
cekungan2
yang tak punya sifat embayment di Indonesia Barat (mulai dari Sumatra
Tengah-Jawa Timur lalu ke Barito. Mulai Kutei ia tidak terlalu jelas lagi,
dan
masuk ke Tarakan makin tidak kelihatan. Fase early dan syn-rift-nya untuk
Tarakan masih interpreted.

2. Proven source rocks Tarakan tak berbeda dari Kutei, yaitu shale dan
coal
deltaik Miosen, dalam hal ini terutama Meliat dan Tabul. Yang lain mungkin
bisa
(Naintupo), tetapi belum ada buktinya. Minyak2 lapangan sub-ekonomik
(temuan
Belanda)di onshore Tarakan seperti "Galiadap" sebenarnya akan memegang
kunci ke proven source rocks Paleogen di Tarakan, tetapi belum banyak
pekerjaan
geokimia di wilayah ini, sehingga belum ada bukti yang definitif tentang
SR
Paleogen.

3. Ada dua penyebab mengapa di Tarakan sub-basin telah banyak penemuan
hidrokarbon, yaitu alasan geologi dan alasan eksplorasi. Alasan geologi :
Tarakan-subbasin adalah space of accommodation utama untuk Sesayap Delta,
ini
adalah delta utama di greater Tarakan (seperti Mahakam di Kutei). Kemudian
karena ada tinggian di selatan dan utaranya, maka relatif delta lobes
Sesayap
dari berbagai umur hanya berkembang di Tarakan sub-basin. Latih Delta ada,
tetapi minimal saja, ini seperti model Bebulu di pojok selatan Kutei.
Alasan
kedua adalah : eksplorasi di Berau dan Muara masih minimal, dari dulu
sampai
sekarang; sehingga sejatinya kita tak tahu banyak akan kedua sub-basin
ini.

4. Petrocorp Maratua pernah membor beberapa sumur di Muara dan mengejar
gamping
Tabalar, tetapi belum berhasil. Gamping ada, tetapi tak ada source yang
charging
ke reservoirnya. Sistem charging di Tarakan-subbasin tak membagi charging
ke
sub-basin yang lain sebab mature source-nya di wilayah down block growth
fault,
dan tak banyak growth faulting sampai ke Muara sebab deltanya pun minimal.

5. Pak Elan Biantoro, Pak Indra Kusuma, dan Bu Lindy Rotinsulu (bukan
Linda)
-Pertamina saat itu, pada pertengahan tahun 1990-an ditugaskan mempelajari
Tarakan sub-basin termasuk bagian timur Tidung di area Sembakung.
Kesimpulannya
adalah tipe2 perangkap tadi. Saya tak melihat tipe2 perangkap yang sama
akan
berkembang di Muara (betul, di sini didominasi reefal build up), dan
minimal
saja berkembang di Berau (Continental-CNPC dua tahun lalu mengebor empat
sumur
baru di sini, dan hasilnya tak menggembirakan, satu menemukan minyak,
tetapi
sangat minimal, trapnya kebanyakan against fault dan unconformity
truncated
against fault).

6. Potensi deepwater play Tarakan sub-basin telah dibuktikan bagus oleh
Eni
Bukat dalam empat tahun belakangan ini, dan Eni akan menunjukkan beberapa
lagi
dalam beberapa tahun ke depan, prospektif memang walaupun tak sekaya Kutei
deepwater play. Ke timur Muara saya tak yakin berkembang sebab deepwater
system
dalam passive margin basin tetap harus ada upstream deltanya dulu, kalau
tak
ada, jangan berharap di deepwaternya ada juga (semua sistem delta dan
deepwater
di sekeliling Kalimantan seperti itu), juga di GOM dan Niger. Harus
diingat pula
bahwa ke arah Muara dari Tarakan semakin mendangkal sebab menuju
Mangkalihat
High, maka jangan mengharapkan lobe delta dari Tarakan sub-basin akan
menyebar
ke wilayah Muara.

Di seluruh Kalimantan berlaku adagium ini : eksplorasi di wilayah onshore
Kalimantan adalah lebih susah dan menantang daripada eksplorasi di wilayah
offshore. Kondisi ini makin diperparah dengan minimalnya eksplorasi di
wilayah
onshore Kalimantan.

Salam,
awang

--- On Tue, 1/27/09, sigit prabowo <[email protected]> wrote:

From: sigit prabowo <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Potensi Hydrocarbon di Greater Tarakan Basin
To: [email protected], "awang satyana"
<[email protected]>
Date: Tuesday, January 27, 2009, 6:57 PM

Pak Awang dan Para IAGI Netters YTH.,

Mengevaluasi potensi Hydrocarbon di NE Kalimantan, dalam hal ini di
Greater
Tarakan Basin, saya ingin menanyakan beberapa hal :

1. Greater Tarakan Basin (batas selatan di Maratua sinistral strike slip
fault
zone extend to Palu Koro fault zone, batas Utara di Semporna Fault zone)
terdiri
dari Tarakan sub-basin, Tidung sub-basin, Berau sub-basin, Muara
sub-basin;
dalam Indonesian Basin type (Pertamina 1982, and Beicip 1985), kalo tidak
salah...., Tarakan, Tidung, dan Berau sub-basin diklasifikasikan sebagai
aborted
rift basin, sedangkan Muara sub-basin diklasifikasikan sebagai back-arc
basin,

...kemudian dalam peta usulan basin tahun 2008, semua sub-basin2 tersebut
diklasifikasikan sebagai intra-arc basin; sebenarnya apa yang mendasari
pengklasifikasian ini, mengingat bahwa antar sub-basin2 tersebut tidak
terlalu
ada batas yang significant..., ataukah karena ada perbedaan dalam
mekanisme
tektonik nya, yang mana diketahui ada 4 phase yaitu Early syn-rift (Middle
Eocene)-Late syn-rift (Late Eocene)-Early Post-rift (Oligocene-Early
Miocene)-Post rift (Middle Miocene-Quarternary) --> (dalam Petroleum
System
of Indonesia, Ron Noble and Harry Doust)..., atau karena juga ada
perbedaan
dalam facies saat sub-basin2 tersebut terbentuk...?

2. Secara Petroleum system, untuk Muara sub-basin, source rock adalah
probably
dari Eocene Malio (Sujau) terrestrial-transisi shale FM, namun untuk
Tarakan
sub-basin apakah dari source yang sama, atau dari layer yang lebih muda,
probably dari Early Miocene Naintupo shale, atau Middle Miocene Meliat
(prodelta
to marine environment) FM...?

3. Untuk Reservoir sendiri, di Tarakan sub-basin oil and gas banyak
ditemukan
di deltaic Middle Miocene Tabul FM, Late Miocene Santul FM, Pliocene
Tarakan
FM,
dan Bunyu Pleistocene FM,...namun rupa nya menuju ke selatan ke Muara
sub-basin
ataupun di Berau sub-basin, reservoir2 ini kurang berkembang ya pak, dan
objective reservoir nya lebih pada Early-Middle Miocene Tabalar
limestone...,
padahal kalo melihat peta Middle Miocene NE Kalimantan, di sekitar Berau
sub-basin menuju ke Muara sub-basin, di umur tersebut juga ada Latih Delta
namun
sepertinya belum ada HC discovery juga...

4. Beberapa sumur yang dibor di Muara sub-basin kurang mendapatkan hasil
yang
menggembirakan, kira2 penyebab nya apakah memang source rock problem,
reservoir
problem, atau apa ya pak...?

5. Tipe2 trap nya sendiri juga agak berlainan antara Tarakan sub-basin
(Four
way dip associated dengan roll-over anticline, roll-over against fault,
against
fault, locally block against fault, unconformity truncated against fault;
dalam
IPA paper 1996, Elan Biantoro, M. Indra Kusuma, Linda R.) dengan yang di
Berau
dan Muara sub-basin, sepertinya ke arah sub-basin2 ini lebih ke arah reef
build-up...., apakah ada potensi2 trap seperti di Tarakan sub-basin untuk
bisa
ditemukan di Berau dan Muara sub-basin...

6. Untuk potensi2 deepwater play, di sebelah timur Tarakan sub-basin sudah
ada
Vanda-1, dan Aster -1 kalo gak salah, apakah potensi yang sama bisa
ditemukan
di
sebelah Timur dari Muara sub-basin...?

Mohon pencerahan nya pak...

Terimakasih


Best Regards
Sigit Ari Prabowo











This e-mail and any information contained are confidential and legally
privileged.  It is intended solely for the use of the individual or entity
to whom it is addressed and others authorized to receive it.  If you are
not the intended recipient, you are hereby notified that any disclosure,
copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of
this e-mail is strictly prohibited and may be unlawful.  If you have
received this e-mail in error, please notify us immediately by responding
to this e-mail or by telephone MedcoEnergi IS Division Helpdesk on +62 21
83991234 then delete this email including any attachment(s) from your
system.  MedcoEnergi does not accept liability for damage caused by any of
the foregoing.  This e-mail is from PT MedcoEnergi Internasional Tbk and
Subsidiaries, having Registered Address at Graha Niaga Level 16, Jakarta,
Indonesia.

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
the use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------




This e-mail and any information contained are confidential and legally 
privileged.  It is intended solely for the use of the individual or entity to 
whom it is addressed and others authorized to receive it.  If you are not the 
intended recipient, you are hereby notified that any disclosure, copying, 
distribution or taking any action in reliance on the contents of this e-mail is 
strictly prohibited and may be unlawful.  If you have received this e-mail in 
error, please notify us immediately by responding to this e-mail or by 
telephone MedcoEnergi IS Division Helpdesk on +62 21 83991234 then delete this 
email including any attachment(s) from your system.  MedcoEnergi does not 
accept liability for damage caused by any of the foregoing.  This e-mail is 
from PT MedcoEnergi Internasional Tbk and Subsidiaries, having Registered 
Address at Graha Niaga Level 16, Jakarta, Indonesia.

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke